Kamis, Januari 28, 2021

HMI Connnection Dalang Jatuhnya Gus Dur?

Dokumen Pribadi Merupakan Pengawal Hak Kita Sebagai Warga Negara

Seringkali kita dibuat kebingungan bahkan sampai kesal bila kita mencari Ijazah atau Kartu Keluarga manakala dokumen itu dibutuhkan. Tak jarang kita harus memarahi seluruh...

Alasan Berkoalisi dalam Pilpres 2019

Pendaftaran Calon Presiden (capres) dan Wakil Presiden (cawapres) dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah dibuka 4-10 Agustus 2018. Sampai saat ini, setidaknya terlihat dua...

Tax Amnesty Jilid II, Reformasi atau Degradasi Pajak?

Membahas mengenai pajak sepertinya tidak pernah menjadi topik yang usang karena pajak merupakan salah satu hal krusial yang menjadi tonggak keberlangsungan sebuah negara, tanpa...

Abu Nawas yang Ternyata Gay

Doktor Mun'im Sirry , cendekiawan Islam asal Madura yang kini menjadi asisten profesor di Fakultas Theologi, Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat, pernah menulis...
Zulkifli M. Nur
Penulis dan Advokat Magang

Presiden RI yang ke-4 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, merupakan presiden yang memiliki kisah hidup yang luar biasa. Beliau sosok yang sangat universal atau multitalenta. Kita bisa lihat, Gus Dur sebagai seorang politisi ulung karena pernah menjadi pemimpin tertinggi partai politik (PKB), beliau juga seorang negarawan, penulis, pencinta sepak bola hingga pengamat seni.

Namun satu hal yang menjadi luka dalam sejarah hidup Gus Dur, dilengserkan. Ya, beliau dijatuhkan dari kekuasan sah secara sistematis lewat sidang istimewa MPR yang saat itu dijabat oleh Amien Rais.

Jatuhnya Gus Dur dari kursi kekuasaan ternyata menimbulkan berbagai spekulasi tentang siapa aktor intelektual dibalik kejadian tersebut. Berbagai asumsi pun muncul, hingga mengerucut kepada HMI connection sebagai tersangka utama. Siapa yang tidak mengenal organisasi HMI?

Organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane pada tanggal 5 februari 1947 telah menjelma menjadi organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia dengan jumlah kader dan alumni (KAHMI) yang menyebar luas di tanah air.

Munculnya istilah HMI connection mungkin didasarkan karena pada saat itu ketua DPR (Akbar Tandjung) dan ketua MPR (Amien Rais) merupkan mantan kader HMI yang saat itu getol menyuarakan agar Gus Dur segera mengundurkan diri dari kursi jabatan presiden.

Selain berhadapan dengan kedua orang tersebut Gus Dur lagi-lagi berhadapan dengan mantan menteri di era kabinetnya (Jusuf Kalla) yang dulu diberhentikan Gus Dur karena dugaan tindakan KKN, hingga akhirnya JK dan pendukungnya menyerang balik dengan melontar isu Buloggatte yang pada akhirnya menjadi pukulan pamungkas yang berhasil menjatuhkan kekuasaan Gus Dur.

Konflik Gus Dur dan KAHMI

Perseteruan antara Gus Dur dengan KAHMI (Korps alumni HMI) bukanlah pertemuan yang baru berumur seumur jagung tapi perseteruan tersebut sudah lama terjadi. Majalah Panji Masyarakat No. 790 tahun XXXV secara garis besar memuat bahwa “Gus Dur Tuding KAHMI Selalu Pelaku KKN” hal ini didasarkan kasus Eddy Tansil.

Selain ungkapan Gus Dur di atas yang menyudutkan KAHMI, Gus Dur yang dikenal bapak pluralisme tanah air rupanya pernah mengkritisi habis habisan pendirian lembaga ICMI yang saat itu diketuai oleh BJ. Habibie.

Namun, yang jadi masalah ialah salah satu kreator ICMI yakni Maduddin Abdul Rahim adalah mantan kader HMI, sekaligus dari dialah nama ICMI itu berasal, sehingga perseteruan antara Gus Dur dan HMI kian meruncing.

Pada tahun 1994 terjadi dua muktamar organisasi besar yakni Partai PPP  dan Nahdatul Ulama (NU), untuk muktamar PPP berhasil memilih Buya Ismail Hasan Mattareum (KAHMI) sebagai ketua dan muktamar yang satunya berhasil mengangkat Gus Dur jadi ketua, selanjutnya perseteruan antara kedua organisasi tersebut semakin panas.

Adanya berbagai jabatan yang dipegang oleh mantan kader HMI pada saat Gus Dur menjabat rasanya kurang pas ketika kita mengaitkan dengan jatuhnya Gus Dur. Kalau kita melihat pada saat BJ Habibie turun dari kursi jabatan, nama ibu Megawati menjadi kandidat terkuat menjadi presiden.

Namun pada saat itu sejumlah anggota DPR (HMI Connection) membentuk kekuatan politik yang bernama “Poros Tengah” yang berhasil mengantar Gus Dur menjadi Presiden RI-4, tapi anehnya kenapa dalam hal ini jasa HMI Connection tidak pernah kita dengar (kalau memang benar mereka dalangnya).

Skandal Buloggate dan Brunei Gate kedua scandal tersebut meruapakan pukulan yang berhasil menumbangkan kekuasaan Gus Dur bukan HMI Connection. Skandal tersebut bermula ketika di awal Mei tahun 2000 ketika Gus Dur memecat Menteri BUMN (Laksamana Sukardi) dan Menteri Perekonomian (Jusuf Kalla).

Keputusan Gus Dur membangkitkan macan tidur yakni PDIP dan Golkar untuk melakukan serangan balik. Puncaknya saat adik kandung Jusuf Kalla, Ahmad Kalla menuding Gus Dur terlibat skandal 35 milliar dari dana Yayasan Yanatera milik pegawai Bulog.

Belum redanya badai Buloggate kekuasan Gus Dur kembali digoyang dengan adanya aliran dana sebesar 2 Juta US Dollar dari Sultan Brunei, dana tersebut diduga diterima oleh Gus Dur.

Padahal kalau melihat fakta sejarah, dana tersebut merupakan dana bantuan kemanusiaan yang diberikan secara pribadi oleh Sultan Bolkiah, tapi anehnya DPR pada saat itu membentuk pansus agar kasus tersebut diusut tuntas. Akhirnya, GusDur jatuh dari kursi kekuasaan.

Sidang Istimewa DPR konspirasi sempurna

Terbentuknya pansus DPR untuk mengusut tuntas dana dari Sultan Brunei tersebut melahirkan Memorandum 1 dan Memorandum dua yang pada saat itu diberikan kepada Gus Dur untuk menjawab berbagai tudingan.

Pada memorandum 1 Gus Dur mengajukan permintaan maaf dan pada memorandum ke II yang substansinya berbeda dengan memorandum I,  Gus Dur pun memberikan jawaban yang secara garis besar menolak memorandum II dan mempertanyakan dasar hukum dari DPR terkait dikeluarkannya Memorandum tersebut, dan dalam memorandum II tidak dijelaskan secara rinci dan jelas pelanggaran yang dilakukan Gus Dur selama menjabat presiden.

Namun apa boleh buat kekuatan DPR dan MPR terbilang cukup kuat dan hasilnya sudah pasti ditebak Sidang Istimewa yang diadakan oleh MPR hanya menuntut satu hal yakni pelengseran Gus Dur dari jabatan Presiden RI ke 4 sekalipun kita bisa melihat sidang MPR sangat inkonstitusional. Menurut mantan ketua MK Mahfud  MD ada 4 hal yang menjadi dasar kenapa SI MPR inkonstitusional yakni:

Pertama, Sidang Istimewa diputuskan oleh pimpinan MPR dan fraksi- fraksi padahal menurut Tatib MPR dalam Tap No. II MPR/ NO. VII/MPR/2000 Sidang Paripurna merupakan bagian dari sidang umum dan sidang Istimewa.

Kedua, Sidang Istimewa digelar karena presiden telah melanggar haluan negara yakni dengan melantik Chairuddin Ismail sebagai PLT Kapolri, padahal jika hal tersebut melanggar haluan negara harusnya DPR memberikan pemberitahuan berupa Memorandum bukan langsung menyelenggarakan Sidang Istimewa.

Ketiga, berdasarkan pasal 87 Tapi MPR  No. II /MPR/200, semua fraksi harus hadir, tapi kenyataanya fraksi PKB dan PKB menyatakan tidak hadir secara resmi. Keempat, dari sudut anggota DPR yang hadir dalam persidangan tersebut tidak berhak lagi menjadi anggota MPR yakni Laksamana Sukardi dan Kwik Kian Gie, karena sebelumnya mereka menjabat menteri yang berdasarkan hukum positif saat itu anggota MPR tidak dibenarkan merangkap jabatan jadi menteri.

Fakta sejarah kita bisa melihat bahwa lengsernya Gus Dur dilakukan oleh suatu kekuatan atau konspirasi politik yang solid dan luar biasa. Mustahil hal tersebut dilakuka oleh HMI Connection. Sekalipun kita akui jabatan strategis saat itu diduduki oleh mantan kader HMI.

Akhirnya, penulis teringat dengan kutipan guru bangsa kita: “Tak ada satupun jabatan di dunia ini yang harus dipertahankankan mati-matian”

Zulkifli M. Nur
Penulis dan Advokat Magang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

Perempuan dan Politik

Politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dengan dunia kotor, tidak pantas untuk perempuan masuk kedalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh...

Karakteristik Milenial di Era Disrupsi

Dewasa ini, pemakaian istilah Disrupsi masih terdengar asing oleh kaum muda atau generasi milenial sekarang. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi?. Jika kita...

Hak Cipta dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.