Rabu, April 14, 2021

Hitler Dibenci dan Jalan Tol yang Disukai

Realisasi Janji Anies Baswedan?

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, setidaknya terhitung sejak 12 Oktober 2018 telah meluncurkan sebuah sistem subsidi perumahan yang bernama “samawa”. Samawa tersebut lebih kurang...

Paradoks Gerakan Front Pembela Islam

Siapa yang tidak mengenal Front Pembela Islam (FPI)? Hampir seluruh rakyat Indonesia mengenalnya. Organisasi yang didirikan oleh Rizieq Shihab adalah organisasi yang cukup menjadi...

Menjadikan Meme Sarana Alternatif Belajar Politik

Di era serba digital dan internet ini, siapa sih yang tidak kenal meme? Meme internet, atau lebih dikenal sebagai meme (baca: mim) diperkenalkan oleh...

#blacklivesmatter Menggugah Kita Peduli Papua

Baru-baru ini dunia maya diramaikan oleh tagar #blacklivesmatters yang menyuarakan persoalan rasisme. Hal ini bermula ketika viralnya video tindakan rasisme yang dilakukan oleh aparat Amerika Serikat...
Alif Zulvikar
Penulis rekening atas nama Muchammad Alif Zulvikar Mudzakir BCA 1831455964

Adolf Hitler, lahir 20 April 1889 di Desa Baranau di wilayah Austria yang dekat sekali dengan perbatasan Jerman. Ia adalah Pemimpin Nazi Jerman rentang waktu 1933 hingga kematiannya 30 April 1945.

Pada masa kepemimpinannya, Hitler lebih dikenal akan kekejamannya pada bangsa Yahudi dengan Holocaust dan kebijakan berperang yang menimbulkan Perang Dunia II, sebagai perang dengan kerugian terbesar yang pernah dialami umat manusia.

Kediktatoran Hilter memang tidak diragukan lagi. Pada film berlatar kisah nyata, Der Untergang yang disutradarai oleh Oliver Hirschbiegel, memperlihatkan Hitler sangat mendikte para Jendral Besarnya dalam merancang strategi berperang.

Hitler yang pada dasarnya merupakan Veteran Kekaisaran Jerman pada Perang Dunia I dengan pangkat Gefreiter atau setara Kopral, dengan sangat berani pada masa kepemimpinanya mengatur dan tidak percaya kepada para Jendral Besarnya.

Dalam film tersebut juga mengutip kalimat merendahkan para Jendral Besarnya dengan berkata “Kalian hanya mengaku Jendral di Akademi, saya tidak pernah masuk Akademi, tapi saya menaklukan Eropa dengan kedua tangan saya”.

Hitler memiliki antusias pada melukis, bahkan ia pernah menjadi pelukis jalanan. Benar, Hitler tidak pernah masuk Akademi atau Sekolah Tinggi. Selama hidupnya ia ditolak dua kali oleh Akademi Seni Rupa di Wina, Austria.

Disamping latar belakang ia yang kejam, diktator, seorang tentara berpangkat rendah, dan seorang pelukis amatir, Adolf Hitler merupakan seorang pemimpin yang hebat. Salah satu karyanya yang sangat dikagumi bahkan hingga saat ini banyak pihak yang menggunakannya adalah pembangunan Jalan Tol sebagai akses interaksi antar daerah. Hitler yang saat itu menyatukan daerah berbahasa Jerman dengan mencaploknya, juga menyediakan akses transportasi jalan penghubung antar daerah tersebut dengan Jerman sendiri.

Jalan tersebut dikenal dengan nama Autobahn. Ide membangun jalan khusus kendaraan di Jerman merupakan sebuah bentuk keluhan karena pada masa itu jalanan banyak dijumpai kereta kuda dan sepeda yang menyulitkan mobil dan kendaraan bermotor lainnya.

Proyek Pembangunan ini mulai direalisasikan pada masa Republik Weimar pada tahun 1920an, namun pengerjaan sangat lambat. Proyek Pembangunan tersebut akhirnya diambil alih dan dipercepat pengerjaannya saat Hitler naik ke puncak kekuasaan pada 1933. Ia pun berjanji akan membangung 1.000 km jalan setiap tahunnya.

Proyek Pembangunan Autobahn juga selaras dengan janji Hitler untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Proyek ini membuka lowongan hingga 130.000 pekerja yang kondisional bertambah hingga 270.000 pekerja. Meskipun pada masa perang para pekerja ini dijadikan Tentara, Proyek Pembangunan terus berlanjut dengan para pekerjanya merupakan tawanan perang.

Autobahn hingga hari ini masih digunakan, dilansir Wikipedia.org, jaringan jalan tol Jerman ini memiliki panjang sekitar 12.800 km (tahun 2010), yang menempati peringkat jalan tol keempat di dunia setelah Interstate Highway System di Amerika Seriakt, National Trunk Highway System (NTHS) di Republik Rakyat Tiongkok dan National Highway di India.

Disamping sisi buruknya, Hitler memiliki kualitas positif tersendiri sebagai seorang pemimpin negara. Proyek Pembangunan Jalan Tol karya Hitler merupakan sebuah pioner di dunia transportasi untuk membangun jalur bebas hambatan.

Karya itulah yang digunakan oleh banyak negara di dunia pada saat ini termasuk Indonesia. Autobahn adalah nenek moyang dari Tol Cipali, Tol Jagorawi, dan Tol lainnya.

Sumber:

Krisna Wicaksono. Kisah Hitler dan Jalan Tol Tercepat di Dunia. Otomotif-Viva.co.id

Wikipedia. Adolf Hitler. wiki/id.wikipedia.org, 2020.

Wikipedia. Autobahn. wiki/en.wikipedia.org, 2020.

Wikipedia. Autobahn di Jerman. wiki/id.wikipedia.org, 2019.

P.K. Ojong. Perang Eropa-Jilid I.

Penerbit Buku Kompas, Jakarta, Oktober 2009.

Alif Zulvikar
Penulis rekening atas nama Muchammad Alif Zulvikar Mudzakir BCA 1831455964
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.