Senin, April 12, 2021

Hipnotis Media Sosial

Masalah Moral dan Revolusi Akhlak ala Erick Thohir

Minggu lalu kita dihebohkan dengan berita viral kasus penyeludupan onderdil Harley Davidson dan sepeda motor Brompton di Pesawat Airbus A-300-900 Neo milik maskapai Garuda....

Tetap Ingin Dibilang Asli Desa

Pembangunan infrastruktur yang gila-gilaan, jujur saja memberi rasa takut pada diri saya, jangan-jangan kelak giliran desa saya yang akan mendapat ucapan selamat datang dari...

Indonesia Krisis Petani Muda

Miris di negeri (yang katanya) agraris. Pernyataan yang kerap kali digaungkan ketika mendekati peringatan Hari Tani maupun Hari Pangan Nasional. Betapa tidak? Pertanian yang merupakan...

Industri Manufaktur Jadi Indikator Revolusi Industri 4.0

Indonesia  siap menyongsong era revolusi industri 4.0 yang ditargetkan akan berpenggaruh pada industri manufaktur. Jika dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional industri manufaktur...
cosmas gun
orang biasa yang suka nulis di koran, majalah, blog. orang biasa yang bisa mengedit buku untuk diterbitkan. Orang biasa yang ikut di berbagai komunitas. Orang biasa yang kadang berwirausaha apa saja.

Oleh: Cosmas Gun

Media sosial yang lebih dikenal dengan medsos, menghipnotis siapa saja. Mulai dari anak-anak, pelajar, guru, mahasiswa, dosen,  politikus, orang awam, hingga warga biasa. Lihatlah, hipnotisnya sungguh luar biasa dahsyat. Semua mata memandang satu benda, wajah menghadap ke bawah, jari jempol menari lincahdi handphone.  

Si jempol pun piawai memainkan medsos. Berkat jempol pula, sebuah tulisan, gambar, foto, meme, berita, hoax, dengan mudah dibagikan (share), disimpan, dibaca, atau dilewati. Anehnya, yang laris manis berita hoax alias berita bohong. Berita yang positif, yang berdasarkan fakta-fakta jurnalistik, sering diabaikan begitu saja.

Hipnotis medsos juga membuat kerenggangan hubungan keluarga. Saat anak rindu dengan belaian kasih sayang kedua orang tuanya, mereka justru kehilangan rasa sayang. Kedua ortunya, lebih sering membelai-belai hanphonenya, takut ketinggalan kabar kawan sekantor, teman segrup, atau teman gelapnya.  Para ortu beranggapan, semua sudah beres diserahkan kepada pembantu rumah tangga (PRT). Padahal, para PRT juga lebih asyik dengan handphone, ber-WA ria dengan di WA grup perkumpul para babu. Ah, kalau sudah begini, jangan salahkan medsos, ya?

Hipnotis medsos yang lebih parah lagi, menghantam para cendekia. Bagaimana tidak, mereka yang  bergelar sarjana, doktor, hingga profesor, sebagian asyik masyuk dengan hoax. Bahkan, anggota DPR, politisi, mantan menteri pun, sering membagikan hoax, tanpa disadari, ataupun dengan kesengajaan. Ini hipnotis medsos yang salah kaprah. Sebab, mereka sedang memburu kursi kekuasaan dengan segala cara walaupun langkah yang dilakukan hina dina sekalipun.

Lebih mengkhawatirkan lagi. Medsos yang seharusnya bisa menyatukan Indonesia, kini justru menjadi ajang perpecahan. Seolah-olah, gara-gara ibu jari, ibu pertiwi menjadi tercabik-cabik, republik pun terbelah, terpecah-pecah, keberagaman dan kebhinekaan diuji kesaktiannya. Luar biasa dahsyatnya. Pencipta medsos bertujuan baik, untuk kepentingan positif, eh… para penggunanya justru sebaliknya. Meluluhlantakkan apa saja. Jadi, kalau sudah begini jangan salahkan medsos. Jangan salahkan ibu jari. Mari kita merenung bersama.

cosmas gun
orang biasa yang suka nulis di koran, majalah, blog. orang biasa yang bisa mengedit buku untuk diterbitkan. Orang biasa yang ikut di berbagai komunitas. Orang biasa yang kadang berwirausaha apa saja.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.