Rabu, Januari 20, 2021

Hari Pahlawan dan Semangat Anti Korupsi

Manifesto Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara yang Terlupakan

Pendidikan, dari kacamata Ki Hadjar Dewantara (1889-1959), adalah sebuah upaya untuk menyempurnakan manusia. Secara mendetail, Ki Hadjar (dalam Marzuki dan Khanifah, 2016, h.175) mendefisikan...

(Calon) Pemimpin Baru dan Tugas Kegembalaan

Metafor gembala yang disematkan pada pemimpin atau penguasa dalam segala bentuknya mulai dikenal di seluruh wilayah Timur Dekat Kuno seperti Sumeria, Mesir, dan Babilonia...

Muhammadiyah, NU, dan Kerusakan Lingkungan Hidup

Melihat Indonesia dari sudut geografis menjadikan lingkungan hidup sebagai objek dari keberlangsung hidup masyarakat Indonesia, sebut saja seperti tempat tinggal, perkebunan, pertanian, hingga sumber...

CSR, Etika Bisnis dan Lingkungan Hidup

 CSR sendiri ialah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perubahan terhadap sosial maupun lingkugan sekitar dimana perusahaan itu...
Jaga Rudi
Peneliti Muda Pusat Kajian Agraria dan Adat (Paga) dan Mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Andalas

Pada momentum 10 November 2019 kita kembali memperingati Hari Pahlawan, hari dimana diperingati jasa-jasa serta perjuangan bangsa Indonesia untuk bebas dari jajahan kolonialisme. Karena itu, untuk memperingati jasa serta semangat perjuangan tersebut kita harus bisa merenungkan kembali secara kritis dan filosofis terhadap upaya perjuangan para pahlawan dalam membela dengan penuh penderitaan dari serangan kolonialisme.

Hari Pahlawan merupakan salah satu hari bersejarah yang sangat penting dalam liku-liku perjuangan bangsa indonesia, sejak lebih dari sepuluh abad yang lalu kita memperingati hari yang sangat penting untuk diingat, tidak hanya sekedar sebagai rangkaian ceremonial namun juga untuk diingat bagaimana susahnya dalam meraih kemerdekaan, kita sebagai generasi penerus sudah seharunya mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif bukan malah sebaliknya menghancurkan bangsa sendiri dengan sikap korup para penerusnya.

Peringatan hari pahlawan merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa, bukan saja untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya demi memperjuangkan tegaknya republik Indonesia yang ditandai dengan diproklamasikan kemerdekaan pada tangal 17 Agustus 1945.

Peringatan hari pahlawan tahun ini juga diharapkan dapat menyadarkan kita serta memupuk rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia. Saat ini ketika negara kita dilanda problem yang cukup menyedihkan dan kriris multidimensi mulai dari aspek sosial, politik, budaya dan bahkan persoalan hukum yang kian hari kian memperihatinkan sebut saja terhadap upaya pelemahan KPK.

Karena itu ada baiknya sejenak kita kembali merenungkan kembali jasa-jasa para pahlawan kita terdahulu. Dengan begitu kita akan teringat kembali bahwa bangsa indonesia yang sekarang ini ada berkat hasil perjuangan yang memakan waktu dan nyawa yang cukup besar.

Bangsa indonesia merdeka bukan karena kelompok tertentu, akan tetapi karena bersatunya rakyat indonesia tanpa memandang suku, ras maupun agama. Dengan merenungkan secara kritis dan filosofis, berbagai tahap perjuangan bangsa itu, maka akan makin jelaslah kiranya bagi kita semua bahwa indonesia ini adalah benar-benar milik kita bersama.

Dalam konteks saat ini yang perlu kita tekankan adalah bagaimana sikap kita dalam memaknai perjuangan para pahlawan yang dengan susah payah memperjuangkan kemerdekaan.

Sebagai generasi penerus kita harus mengambil contoh spirit perjuangan para pahlawan dan bagaimana keberanian mereka dalam memperjuangkan kebenaran hukum, keadilan hukum, kejujuran, kedisiplinan, dalam bekerja tanpa menggunakan peralatan senjata. Menurut KBBI kata “Pahlawan” memiliki makna orang menonjol yang memiliki keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran termasuk dalam pemberantasan korupsi dan penegakan keadilan.

Maraknya praktik korupsi yang merambah didalam sistim birokrasi dan didalam peradilan hukum di Indonesia haruslah segera dituntaskan. Dengan begitu, hari pahlawan ini bisa dijadikan agenda utama oleh pemerintah pusat dalam mencari sosok pahlawan yang bersih dari noda-noda hitam (KKN) untuk menjadi pahlawan secara penuh kepada rakyat tanpa iming-iming harta. Misalnya kepada para anggota KPK yang memiliki integritas tinggi dalam melakukan pemberantasan korupsi di lembaga yudikatif, eksekutif maupun legislatif.

Kita sadari atau tidak, korupsi dikalangan pejabat menengah dan bawah dapat menghancurkan peradaban sebuah negara, praktik itu dapat kita lihat misalnya kasus korupsi kepala daerah, anggota DPR maupun pejabat pemerintahan serta banyaknya pungutan liar dalam birokrasi pemerintahan indonesia.

Hal itulah yang membuat masyarakat susah mendapatkan pelayanan publik yang baik, sehingga realitas itu menimbulkan terjadinya sikap yang korup. Melainkan juga, yang lebih besar praktik korupsi dalam peradilan hukum indonesia yang beberapa tahun ini banyak kita lihat aparat penegak hukum yang tersandung kasus korupsi dan suap.

Ditambah lagi banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam birokrasi pemerintahan, karena itu perlu kita kritisi bersama bahwa untuk membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi, yang dicita-citakan oleh para pahlawan kita dahulu, sikap kejujuran serta keadilan hukum harus diwujudkan untuk memenuhi amanah dari para pahlawan yang telah gugur dalam membela kebenaran hukum diindonesia.

Namun beberapa waktu belakangan ini terlihat kembali upaya yang dilakukan sekelompok pemerintahan yaitu melakukan upaya pelamahan terhadap KPK, dapat kita lihat dari beberapa pasal baru yang justru melamahkan dari pada fungsi pemberantasan korupsi di Indonesia. Soekarno pernah berkata bahwa musuh terbesar bangsa kita saat ini adalah bangsa kita sendiri, artinya ada upaya pengancuran secara perlahan terhadap semangat pemberantasan korupsi, baik itu dari internal pemerintahan maupun dari kalangan yang merasa terganggu dengan keberadaan KPK.

Karena itu mari kita bersama pemerintahan, baik itu dari lembaga kepresidenan, DPR, MPR, DPD, DPRD, dan bahkan khususnya pada lembaga penegakan hukum dan kepolisian harus mendukung terhadap eksistensi lembaga KPK yang selama ini telah memberikan efek positif bagi upaya pemberantasan korupsi didalam sistim birokrasi pemerintahan diIndonesia.

Dengan begitu pada momentum hari pahlawan 10 november ini spirit untuk membangun dan menegakkan keadilan hukum, kebenaran hukum dan upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme harus selalu diimplementasikan didalam setiap aspek kehidupan umat manusia oleh KPK.

Karena itu, semoga apa yang selama ini dilakukan oleh KPK untuk menjadi pahlawan sebagai spirit anti korupsi dapat dilakukan secara komprehensif. Kita semua berharap kepada KPK untuk selalu semangat dalam menegakkan pemberantasan korusi sehingga tercipta pemerintahan yang bersih.

Jaga Rudi
Peneliti Muda Pusat Kajian Agraria dan Adat (Paga) dan Mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Andalas
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Teo Demokrasi dan Nasionalisme?

Apa itu Konsep Teo Demokrasi? Teo demokrasi terdiri dari gabungan kata yaitu teologi yang berarti agama dan demokrasi yang terdiri dari kata demos berarti rakyat dan...

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.