Banner Uhamka
Sabtu, September 26, 2020
Banner Uhamka

Hari Buruh: Waspadai Munculnya Modern Slavery

Mewaspadai Gerakan (Politik) Eks HTI

Media belakangan masih fokus pada pendiskusian tentang PKI yang santer menjadi bahasan publik. Pasalnya, isu tersebut menjadi sangat kontroversi karena masih belum tuntasnya pengungkapan...

Filsafat Ilmu: Manusia Berilmu Manusia Berfilsafat

Sebagai makhluk yang berakal, manusia selalu diliputi oleh hasrat ingin tahu. Semakin kuat hasrat ingin tahu manusia, maka semakin banyak pengetahuannya. Proses mengumpulkan pengetahuan...

Pentingnya Memahami Bahasa Alam

Indonesia memiliki panorama alam yang tersohor hingga seluruh penjuru dunia. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dalam sentuhan geologis Indonesia merupakan negeri yang berdiri di...

Pulang Kampung Oh Pulang Kampung!

Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya untuk 10 hari terakhir hendaknya diperbanyak ibadah karena hari-hari itu justru akan menentukan kualitas dan keutuhan ibadah Ramadan. Namun,...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Penghapusan sistem outsourcing menjadi salah satu keinginan utama dari sekian banyak tuntutan yang disampaikan kaum buruh dalam setiap aksi demo pada hari buruh nasional tanggal 1 Mei. Tuntutan lain yang juga lantang disuarakan diantaranya ialah perbaikan upah kerja dan peningkatan kesejahteraan buruh. Selama ini, sistem outsourcing dalam industri ketenagakerjaan dinilai oleh para pekerja telah menciptakan protracted conflict (konflik berkepanjangan).

Umumnya, para tenaga kerja pabrikan di Indonesia sangat membenci sistem outsourcing. Mereka menginginkan Pemerintah segera melakukan penghapusan terhadap sistem outsourcing karena tidak memberi kelayakan hidup bagi para pekerja.

Berbeda dengan kalangan pengusaha, mereka ingin tetap mempertahankan sistem outsourcing agar perusahaannya bisa bertahan dalam persaingan bisnis. Dua kepentingan yang saling tarik menarik inilah yang pada akhirnya terus menimbulkan friksi berkepanjangan antara pengusaha dan pekerja.

Ada sejumlah keuntungan yang bisa dinikmati pengusaha bila mereka melakukan sistem outsourcing, diantaranya ialah sistem outsourcing memungkinkan para pengusaha lebih cenderung memakai pekerja kontrak yang direkrut oleh pihak ketiga sebagai suatu cara untuk melakukan penghematan biaya operasional.

Para pengusaha juga bisa dengan mudah memutus hubungan atau memecat pekerja melalui pihak ketiga. Pemutusan hubungan kerja dengan para pekerja ini juga tidak harus melalui prosedur rumit karena semuanya dikendalikan oleh pihak ketiga.

Di sisi lain, sistem outsourcing memiliki kelemahan, diantaranya yaitu kualitas kerja para pekerja tidak bisa dipantau secara maksimal. Loyalitas pekerja terhadap perusahaan juga sangat rendah. Dalam kenyataannya, problematika outsourcing ini memang jauh lebih rumit.

Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012, sebenarnya sudah mengatur soal penyerahan sebagian pekerjaan perusahaan (pihak kesatu) kepada perusahaan lain (pihak ketiga) yang disebut outsourcing. Pekerjaan yang boleh diserahkan kepada pihak ketiga harus berada diluar usaha pihak pertama, misalnya usaha pelayanan kebersihan (office boy/girls) dan  tenaga pengamanan (security).

Outsourcing menjadi sangat menguntungkan bagi perusahaan (pihak satu) karena mereka tidak direpotkan oleh persoalan  jenjang karier pekerja, penetapan salary, dana pensiun dan pesangon PHK.

Di lain pihak, sistem outsourcing justru merugikan tenaga kerja. Pekerja tidak mempunyai masa depan yang lebih baik, ketidakpastian karir dan aturan cuti yang merugikan serta gaji yang dipotong perusahaan (pihak ketiga) hingga bisa mencapai sekitar 30 persen. Seperti diketahui, tidak semua pekerja outsourcing mengetahui berapa besar potongan gaji yang diambil pihak ketiga.

Bila pihak ketiga terus melakukan tindakan sewenang-wenang dan melalaikan hak para pekerja, maka sistem outsourcing ini akan melahirkan modern slavery (perbudakan modern) dalam dunia tenaga kerja di Indonesia. Untuk itulah, pemerintah wajib mencari solusi terbaik dalam bentuk win-win solution untuk mengatasi persoalan ketenagakerjaan.

Sampai saat ini, Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012 belum mampu menyelesaikan sekaligus mengendalikan keluhan dan tuntutan para pekerja.  Sistem outsourcing tetap dicap telah melalaikan dan melindungi hak-hak  pekerja.  Persoalan sistem ourtsourcing menjadi semakin  rumit karena banyak pihak dan kepentingan ikut terlibat.  Seharusnya iklim investasi di Indonsia  bukan hanya  menyejukkan bagi  para investor  dan pemerintah,  tetapi  juga harus mampu menggairahkan kualitas kerja para pekerja.

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Disleksia Informasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi yang sudah tak terbendung bukan hal yang tabu bagi semua orang saat ini. Penerimaan informasi dari segala sumber mudah didapatkan melalui berbagai...

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.