Minggu, Januari 17, 2021

Hak Angket DPR “Melemahkan atau Menguatkan KPK?”

Buruh “Yang Salah” dalam Wacana Kesetaraan Demokrasi

Seakan tidak pernah lepas perselisihan antara buruh dan demokrasi di Indonesia. Problematika Omnibus Law yang terus menarik pita suara para aktivis dan buruh untuk...

Mempertanyakan Legitimasi Survey Politik

Does anybody know what we are looking for? Another hero, another mindless crime, Behind the curtain, in the pantomim, Hold the line, Does anybody...

Suku Dani Papua dalam Pusaran Stigma ‘Malu’

Artikel ini menjelaskan tentang ‘malu’ dan stigma di antara masyarakat yang melakukan diaspora pada orang-orang Papua. Jenny Munro (2015) berkali-kali dalam tulisannya mengenai papua...

SBY, Prabowo, dan Ironi Politik

Pengumuman hasil perolehan suara pemilu 2019 oleh lembaga penyelenggara KPU menuai protes dari pendukung Prabowo-Sandi. Pasalnya, mereka menolak dan tidak menerima hasil pengumuman yang...

Hak angket yang keluarkan oleh DPR terhadap KPK merupakan hak DPR untuk mengevaluasi kinerja Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK). Memang konstitusi juga memberikan amanah bahwa DPR berhak Untuk membuat angket kepada KPK. Dengan kepolosan timbul di benak saya kenapa tiba-tiba DPR angketin KPK ada apa dengan mu? ingat lagu ariel noah. Awalnya memang karena terbongkarnya sindikat koloni rupiah kotor dimana KPK membongkar kasus mega Korupsi yaitu korupsi ktp elektronik.

Kalaulah DPR membuat hak angket untuk mengevaluasi kinerja KPK dan membantu KPK dalam memecahkan masalah korupsi itu adalah pekerjaan yang mulia. Kita patut mengucapkan terima kasih kepada DPR yang telah melakukan Evalusi terhadap kinerja KPK. Kalaulah DPR menggunakan Hak angket untuk melemahkan dan membatasi ruang kerja KPK bahkan mau membekukan KPK ini pekerjaan yang tak elok dari sebuah lembaga tinggi Negara.

Masalah utama Negara ini adalah bukanlah masalah Sumber Daya Manusia dan teknologi tetapi masalah besar Negara ini adalah masalah Korupsi. Korupsilah yang membuat bangsa ini kehilangan wibawa, Kehilangan jati diri sebagai bangsa yang besar. Niatan KPK untuk membrantas koruptor merupakan langkah awal untuk memperbaiki tatanan kebangsaan yang dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang berniat menenggelamkan wibawa bangsa ini.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK senjata pamungkas untuk memberantas tikus-tikus yang haus uang di daerah Seperti Bupati, walikota dan jajaran. Dengan tertangkap Bupati dan walikota baru-baru ini membukikan KPK telah menunujukkan nyalinya dalam memberantas korupsi. Langkah awal ini mendapatkan pujian dari masyarakat dan presiden. Bahkan presiden mengaprsiasi OTT yang dilakukan oleh KPK.

Kontroversi antara hak angket terhadap KPK menjadi suatu pertanyaan yang besar ditatanan kubuh DPR dan KPK, biar mereka yang tahu aturan dan bagaimana harmonisasi rumah tangga DPR dan KPK hanya DPR dan KPKlah yang tahu. Tetapi pemberantasan korupsi yang baik jika mendapatkan dukungan dari masyarakat. Kalaupun ada hak angket dilakukan DPR bisa-bisa saja.

Memandang masalah ini bagai lingkaran setan yang tidak bisa di cari siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang salah dan siapa yang benar biarlah dikerjakan oleh mekanisme hukum yang ada. Karena semua hak dan kewenangan DPR dan KPK sudah di atur dalam konstitusi. Pandangan masyarakat yang mengatakan bahwa hak angket DPR adalah Cacat hukum tidak penting, yang terutama adalah bagaimana KPK melakukan kinerja yang baik.

Yang terpenting adalah jika hak angket DPR ternyata melemahkan kinerja bahkan membatasi KPK dalam melakukan pekerjaannya maka rakyat sendirilah yang akan membekukan DPR, jika DPR bisa membekukan KPK masyarakat juga dapat membubarkan DPR, kalau rakyat sudah bersatu tak bisa dikalahkan rezim orde baru hancur juga karena rakyat, jadi kita menunggulah hasil dari angket yang telah di buat DPR.

Saya yakin DPR kita merupakan DPR yang arif dan bijaksana yang memiliki akhlak dan berhati nurani. Ketua dan wakil hak angket DPR untuk KPK telah mengatakan bahwa angket DPR bukan melemahkan tetapi menguatkan DPR. Kerinduan kita adalah begitu semoga tidak ada dusta diantara kita.

Kasus mega Korupsi ktp elektronik telah menelantar masyarakat dalam identitas sebagai warga negara gara-gara Dananya di rampok maka masyarakat rela hanya memakai suket (surat keterangan pengganti KTP yang masa berlakunya hanya 6 bulan). Korupsi telah membuat masyarakat sengsara dan rela menunggu sampai masalah ini benar-benar bisa selesai.

Berbagai cara telah dilakukan oleh KPK untuk mengungkap korupsi yang ada di nusantara ini. kalau KPK di bekukan siapa lagi lembaga yang mempunyai wewenang untuk memberantas korupsi. Kalaulah KPK ada masalah wajar karena setiap instansi pasti ada kelemahan. Jangan karena KPK genjar melakukan OTT dan mengusik mega korupsi ada niatan untuk membekukannya.

KPK telah memberikan kinerja yang baik, jangan sampai karena kepentingan-kepentingan politik maka ruang gerak KPK dilemahkan. KPK bukanlah lembaga yang terus menerus di politisasi. Pemberantasan korupsi sampa tuntas akan membawa bangsa kepada bangsa yang kuat, bangsa berdaulat dan bangsa yang berwibawa di manca Negara.

Kalaulah DPR bisa mengerjakan angket berarti untuk merangcang dan membuat undang-undang juga bisa, maka DPR harusnya banyak menyelesaikan Undang-undang dan mengawasi anggaran dengan baik dan benar. Harmonisasi antara DPR dan KPK harus ditingkatkan supaya korupsi tidak merajalela dibangsa ini. DPR biarlah mengerjakan hal yang urgen untuk diselesaikan daripada sibuk dan menambah-nambah pekerjaan untuk membuat hak angket kepada KPK.

Buatlah hak dan kewenangan sesua dengan tupoksinya sehingga menghasilkan kinerja yan baik. Jika kinerja baik maka masyarakat akan senang kepada perwakilannya, jangan sampai persepsi negatif masyarakat terhadap DPR semakin parah. DPR adalah Lembaga Negara yang istimewa dan memiliki keunikan tersendiri kinerja ditingkatkan maka rakyat akan mencintai DPRnya.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.