Senin, Januari 25, 2021

Habis-Habisan Menggenjot Ekspor

Gejolak 1965 Sebagai Peristiwa yang Tidak Berdiri Sendiri

Gambar: Karya Yayak Yatmaka 52 tahun silam terjadi tragedi politik yang memakan banyak korban. Tepat di bulan september, pastinya di akhir bulan. Peristiwa naas itu...

Interlacing Adat and Islam in West Sumatera

Initially, doctrinal understanding in the plural tradition of Islam, especially its relation to adat in Malay-Indonesia community, especially in Minangkabau society, was held by...

#StopHateforProfit, Serangan untuk Facebook

Facebook kembali dirundung masalah. Raksasa jejaring sosial ini terpaksa harus legowo diboikot perusahaan pengiklan besarnya secara beramai-ramai. Pasalnya, korporasi milik Mark Zuckerberg itu dianggap...

Korupsi dan Pendidikan

Korupsi adalah fakta sistemik yang selalu menarik perhatian. Menjadi lebih menarik karena fenomena ini rupanya mengakar kuat dalam dinamika masyarakat Indonesia, menjadi sesuatu yang...
Aji Kresna
Being Humanist

Sedemikian gaduh isu impor, banyak yang lupa bahwa Indonesia pun mengekspor beragam komoditas dengan volume dan nilai transaksi yang tak sedikit. Pencapaian inilah yang semestinya juga ramai dibicarakan. Negara tujuan ekspor kita pun tersebar luas ke penjuru dunia. Cina, Amerika Serikat, dan India merupakan tiga negara mitra dagang kita yang terbesar. Indonesia memasok baja, batu bara, produk tekstil, minyak sawit, dan komoditas lainnya ke negara tersebut.

Berdagang dengan negara mitra tak seperti berjualan di pasar atau toko swalayan. Para eksportir yang menjual barangnya ke konsumen di negara lain mesti mengikuti aturan main yang berlaku di negara tujuan. Mereka harus patuh dengan standar baku prosedur dan membayar bea masuk sesuai ketetapan. Sebagian negara mematok bea masuk yang tinggi. Sejumlah lain memberlakukan standar produk impor yang tinggi demi melindungi warga negaranya dari potensi kerugian.

Di sinilah Kementerian Perdagangan berperan penting. Instansi tersebut mengemban tugas besar, yakni memastikan arus perdagangan luar negeri senantiasa lancar, sekaligus mengupayakan peningkatan ekspor. Bagaimana caranya? Salah satunya melalui perjanjian perdagangan. Tak banyak yang peduli betapa besar manfaat perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan negara mitranya. Padahal, dengan menjalin kerja sama antar pemerintah, kita dapat mengekspor dengan lebih leluasa. Apalagi jika perjanjian tersebut bersifat komprehensif, mencakup perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Contohnya saja Regional Comprehensive Economic Partnership, perjanjian ekonomi tersebut bakal diberlakukan melingkupi kawasan Asia Tenggara dan enam negara mitranya. Seluruh negara terlibat mengajukan penawaran produk, saling bernegosiasi untuk menyepakati besaran tarif bea masuk yang ringan, mengatur keamanan arus perdagangan sesuai kepentingan masing-masing negara. Sebab setiap negara mewakili kepentingan penduduknya.

Hasil pemberlakuan perjanjian dapat dilihat pada perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat. Saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan bakal mengevaluasi ulang pemberian Generalized System of Preferences dan menaikkan tarif bea masuk produk baja, eksportir Indonesia kalang kabut sebab sebagian besar dari mereka memanfaatkan fasilitas tersebut. Apa jadinya bila GSP dicabut? Para eksportir harus mengeluarkan biaya besar untuk membayar bea masuk.

Namun berkat negosiasi Menteri Perdagangan yang ulet, akhirnya pemerintah AS mengecualikan produk baja Indonesia dari pemberlakuan tarif bea masuk baru. Bahkan Enggar melobi agar importir tekstil AS membeli produk dari Indonesia, dengan target penguasaan pangsa pasar yang kini dirajai Cina.

Maka wajar bila Kemendag habis-habisan berusaha menyelesaikan berbagai perundingan: Indonesia-European Uninon CEPA, Indonesia-Australia CEPA, Indonesia-EFTA CEPA, dan berbagai perundingan perjanjian dagang lainnya. Sebab semakin cepat disepakati, maka semakin cepat pertumbuhan ekspor Indonesia dapat didongkrak.

Aji Kresna
Being Humanist
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.