Rabu, Januari 20, 2021

H.O.S Tjokroaminoto dan Gagasan Sosialisme Islam

Pendamping Jokowi di Pilpres 2019: Airlangga Hartarto?

Tanggal 4 Agustus 2019 KPU resmi membuka pendaftaran Capres-Cawapres di Pilpres 2019. Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program, dan...

Gerindra dan PKS Tarik Ulur Kursi Wagub, Warga DKI Terabaikan

Sejak Sandiaga Salahuddin Uno (Sandi) maju mencawapreskan diri, praktis jabatan wakil gubernur menjadi kosong, dan tugas-tugas wakil gubernur menjadi terbengkalai. Dalam melaksanakan tugas, gubernur...

Duhai Pemerintah, Contohlah Komunikasi ala Upin dan Ipin

Di tengah segala keluhan tentang komunikasi Pemerintah yang dianggap buruk selama ini, penggunaan media film animasi bisa menjadi alternatif pilihan sehingga masyarakat lebih mudah...

Ketika Gusdurian ‘Menggugurkan’ Manuver Politik Ijtima Ulama

Lenyap sudah ‘kebisingan’ politik forum ijtima ulama di ruang-ruang diskusi publik, liputan media massa maupun obrolan hangat warganet di sosial media. Padahal sebelumnya, munculnya...
Jacko Ryan
Mahasiswa Ilmu Politik di Universitas Airlangga. Alumni program Johannes Leimena School of Public Leadership (2018) dan Kader Bangsa Fellowship Program (2019). Dapat dihubungi di jacko.ryan-2017@fisip.unair.ac.id.

Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau dikenal dengan H.O.S Tjokroaminoto merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional yang memberikan pengaruh besar dalam dinamika politik Indonesia, termasuk di dalamnya membentuk pemikiran politik maupun mempengaruhi tindakan politik banyak tokoh pergerakan nasional.

Tjokroaminoto juga dikenal sebagai guru sekaligus teman diskusi terhadap beberapa tokoh pergerakan nasional seperti Soekarno, Kartosoewiryo, Abikoesno, Alimin dan Muso. Menariknya, beberapa murid Tjokroaminoto memiliki pandangan politik yang berbeda dalam perkembangan pemikiran politik serta ideologi politik yang dianutnya.

Soekarno sangat dipengaruhi dan kemudian mengembangkan ajaran nasionalisme, Kartosoewiryo menganut ajaran fundamentalisme Islam, sementara Alimin dan Muso mengembangkan ajaran komunisme.

Gagasan tentang Sosialisme Islam

Sebuah pendapat yang menyebutkan sosialisme sebagai suatu paham yang berasal dan dipengaruhi dari barat ditolak mentah-mentah oleh Tjokroaminoto. Alih-alih menyebut dipengaruhi oleh nilai-nilai barat, Tjokroaminoto menilai bahwa sosialisme telah lahir, tumbuh dan berkembang dalam tradisi Islam, jauh sebelum kelahiran sosialisme di Barat.

Ia menyebutkan bahwa cita-cita sosialisme dalam islam telah berkembang selama tiga belas abad, telah dipraktekkan sejak zaman Rasulullah Muhammad S.A.W dan tidak dapat dikatakan muncul dari pengaruh bangsa Eropa[1].

Menurut Tjokroaminoto, ketika sosialisme dipandang sebagai sesuatu yang islami, maka ia mudah diterima di Indonesia. Hal tersebut didasari dari pemikiran politik Islam di Indonesia berasal dari arus tradisi yang telah berkembang dalam masyarakat Indonesia sebagaimana tradisi Hindu-Jawa, sementara sosialisme berasal dari arus pemikiran barat.

Sosialisme Islam dalam kacamata Tjokroaminoto dipandang sebagai sebuah paham sosialis yang bersandar pada agama Islam dan wajib dilakukan oileh umatnya sepanjang hal tersebut merupakan perintah agama Islam.

Sosialisme Islam, sebagaimana diungkapkan oleh Tjokroaminoto, dengan demikian merupakan perwujudan kehidupan yang adil, setara, merata untuk mencapai kesejahteraan yang didasarkan oleh nilai-nilai tauhid.

Sosialisme Islam merupakan suatu sistem sosial, budaya, ekonomi dan politik yang tidak hanya berupa konsep namun dipraktikkan oleh umat-nya, dan bahkan pada tingkatan tertentu berupa kewajiban untuk menjalankan praktik-praktik tersebut.

Maka dari itu, Tjokroaminoto menerangkan lebih lanjut sosialisme macam apa yang dikenal dalam Islam. Setidaknya ada dua: pertama, Staats-sosialisme, baik yang bekerja dengan kekuatan satu pusat (gecentraliseerd) maupun yang bekerja dengan kekuatan gemeente-gemeente (gedecentraliseerd).

Kedua, Industri-sosialisme. Jika satu negeri bersifat sosialis, maka pekerjaan kerajinan (pabrikan, industri) harus diatur seluas-luasnya secara sosialis (gesocialiseerd) juga. Maka di dalam negeri yang demikian itu, keberadaan tanah menjadi pokok segala hasil dan pokok semua pekerjaan industri besar.

Kalau hendak dijalankan seluas-luasnya land-socialisme dan staat-socialisme, maka bentuk sosialisme ini lah yang terutama sekali dijalankan oleh Islam. Sejak Nabi Muhammad SAW memegang kekuasaan negara, maka negara itu segera diaturnya secara sosialis, dan semua tanah dijadikannya sebagai milik negara[2].

Dalam ranah negara, Tjokroaminoto juga menjelaskan peranan sosialisme Islam. Ketika sosialisme Islam berlaku di negara, maka salah satu tugas dari negara adalah penguasaan terhadap tanah sehingga tidak dikenal kepemilikan pribadi. Dari hal tersebut, tanah dimiliki negara dan dapat dimanfaatkan seluas-luasmya untuk kepentingan rakyat[3].

Namun, ada perbedaan antara sosialisme Islam dengan sosialisme model barat. Setidaknya itu terlihat dalam sistem di negara. Dalam sosialisme barat, dikenal sebuah sistem demokrasi perwakilan dimana didalamnya memiliki salah satu tugas dan wewenang dalam membentuk peraturan.

Sedangkan dalam sosialisme Islam, Tjokroaminoto menjelaskan bahwa pembentukan peraturan tidak diserahkan kepada kabinet atau parlemen atau golongan partai yang mewakili kepentingan kelompok atau kelas tertentu. Peraturan-peraturan muslim adalah peraturan yang berasal dari Tuhan yang berdiri di atas segala apa saja, sehingga tidak ada individu atau kelompok tertentu yang dapat mengubah peraturan-peraturan untuk kesenangan atau kepentingannya sendiri.

Sehingga dapat disebutkan bahwa pemerintah tidak dalam fungsinya sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk membentuk peraturan, namun pemerintah dalam suatu negara hadir terkait dengan bagaimana cara menjalankan peraturan[4].

Klaim bahwa ajaran Islam merupakan dasar dari berjalannya sosialisme Islam juga dijelaskan Tjokroaminoto ketika gagasan kemerdekaan, persamaan dan persaudaran dijalankan dalam sosialisme versi Tjokroaminoto. Menurutnya, ketiga gagasan tersebut juga telah diimplementasikan oleh Muhammad S.A.W.

Selain kedua hal diatas, Sosialisme Islam disebutkan oleh Tjokroaminoto adalah sebuah gerakan untuk menentang kapitalisme. Ideologi tersebut yang dipandang melegalkan praktik yang riba justru bertolak belakang dengan ajaran Islam yang mengharamkan riba[5].

Sosialisme Islam juga dinilai tidak mengadopsi ajaran Marxisme walaupun pada awal tulisan ini disebutkan bahwa Karl Marx dengan ideologi yakni Marxisme merupakan varian dari sosialisme. Setidaknya ada beberapa alasan yang disebut oleh Tjokroaminoto untuk menekankan tesis tersebut.

Pertama, Marx tidak mengakui keberadaan agama bahkan menyatakan bahwa agama itu adalah kebingungan otak, yang dibuat-buat oleh manusia untuk meringankan beban hidup yang sukar, sehingga agama merupakan candu bagi rakyat.

Kedua, ajaran materialisme historis menyatakan bahwa segala sesuatu berasal dari benda, oleh benda, dan kembali ke benda. Padahal, umat Islam meyakini bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, oleh Allah dan akan kembali kepada Allah. Ajaran materialisme historis dengan demikian tidak hanya memungkiri keberadaan Allah, namun juga mempertuhankan benda[6].

Bacaan

Tjokroaminoto, H.O.S. Islam dan Sosialisme. Bandung: Sega Arsy, 2010

 

 

Jacko Ryan
Mahasiswa Ilmu Politik di Universitas Airlangga. Alumni program Johannes Leimena School of Public Leadership (2018) dan Kader Bangsa Fellowship Program (2019). Dapat dihubungi di jacko.ryan-2017@fisip.unair.ac.id.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.