Jumat, Oktober 30, 2020

H.M. Yunus, Bapak Administrasi Muhammadiyah

Peluang Peran ASEAN di Laut Cina Selatan

Rasa pesimisme saya meningkat melihat peran yang bisa dimainkan ASEAN dalam menyelesaikan konflik klaim di Laut Cina Selatan pada saat ini. Hingga Juli 2020 ini,...

Dampak dan Keuntungan Media Sosial

Media sosial dan aplikasi live streaming sebagai media berekspresi para penggunanya, namun aplikasi-aplikasi tersebut juga menyimpan bahaya jika digunakan dengan tidak bijak. Untuk itu,...

Musik dan Nyanyian dalam Islam

Dalam al-Qur’an, tidak ada teks yang secara terang benderang menyinggung masalah musik. Fatwa-fatwa ulama juga menunjukkan pendapat yang berbeda-beda tentang musik, ada yang membolehkannya,...

Reaktualisasi pemahaman keberagaman kita

Potret Indonesia dewasa ini memasuki dinamika yang cukup rumit. Banyak sekali permasalahan yang harus dihadapi. Semisal masalah pilkada yang tak henti-hentinya menimbulkan kemelut panas....
Novianto Topit
Akrap di sapah Novry, Usia 26 Tahun, asli Kota Bitung, Sulawesi Utara, Lulusan IAIN Manado, Fakultas Tarbiyah, Jurusan PAI, Wakil Bendahara DPP IMM.

H.M. Yunus Anis terlahir dengan nama Muhammad Yunus Anis, di kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 3 Mei 1903. Ayahnya bernama Haji Muhammad Anis, seorang Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta (Suratmin 1999).

H.M. Yunus Anis merupakan salah satu tokoh yang berjasa dalam menumbuh kembangkan organisasi Muhammadiyah, khususnya di bidang administrasi.

Dalam buku H.M Yunus Anis, Pengabdian dan Perjuangannya yang ditulis Drs. Suratmin, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutannya mengatakan:

“Di lingkungan Muhammadiyah, H.M Yunus Anis sejak mudah telah ikut mengembangkan Muhammadiyah. Sebagai seorang orator, beliau tampil mubaligh sekaligus penggerak sehinggah Muhammadiyah menjadi gerakan yang dinamis. Sebagai seorang administrator beliau telah ikut meletakkan dasar–dasar administrasi Muhammadiyah secara tertib.”

Atas kepiawaian, ketelitian, dan kefokusannya dalam bidang administrasi-lah yang mengantarkan Muhammadiyah sebagai organisasi yang perluh di perhitungkan dalam hal ketertiban administrasi organisasi.

“Oleh karena hal tersebut rasanya pantas H.M Yunus Anis di berikan gelar Bapak Administrasi Muhammadiyah.”

Peran H.M Yunus Anis 

H. M Yunus Anis masuk anggota persyarikatan Muhammadiyah sejak tahun 1925. Selanjutnya Beliau menjadi Pengurus Cabang Muhammadiyah Kota Batavia (sekarang-Jakarta), sekaligus merangkap Ketua Bagian Pustaka (1924 – 1926).

Dan selanjutnya Beliau mulai menjadi sekretaris Pengurus Cabang Muhammadiyah Kota Batavia (1927-1934),setelah itu di percayai Muhammadiyah Kota Batavia sebagai Ketua (1928-1937). Selain itu Beliau juga turut menjalankan majalah Ilmu dan Amal Suara Muhammadiyah (Suratmin 36).

Dengan kepiawaiannya memimpin, dan mengelolah organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang , H.M Yunus Anis selanjutnya di percayai memegang posisi kunci (strategis) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Di antaranya, menjadi sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 1942 – 1953, kepemimpinan Ki Bagus Hadikusumo. Sekretaris Jendral Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Selanjutnya mengalami perubahan nomenklatur [sekretaris I]) Periode 1953 – 1959.

Selanjutnya pada Tahun 1959 H.M. Yunus Anis di percayai menahkodai Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 1959 – 1962. Setelah periode kepemimpinanya, beliau menjadi penasehat Organisasi pada masa kepemimpinan K.H.A Badawi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 1962 – 1968 (Ibid, 38-40).

Dalam kepemimpinannya di Muhammadiyah dapat dilihat peran H.M. Yunus Anis sebagai adminisatoris, beliau terlihat lebih dominan menjadi sekretaris, meskipun begitu tidak seperti adminisatoris pada umumnya yang hanya piawai mengurusi administrasi, H.M Yunus Anis juga memiliki kapasitas sebagai seorang Pemimpin.

Kontribusi H.M Yunus Anis

Sejak menjadi Mubaligh Muhammadiyah loyalitas H.M Yunus Anis semakin muncul ke permukaan, beliau aktif berda’wa ke berbagai macam daerah di Indonesia, seperti Makasar (1926), Aceh (1928), Gorontalo (1929), Bengkulu (1929), Dll. (Ibid, 21-30)

Dalam perannya di Muhammadiyah H.M Yunus Anis sangat berjasa dalam penataan administrasi, baik dalam peng-arsipan dokument, maupun infentaris benda organisasi.

Pada kepemimpinan H.M. Yunus Anis lahir Rumusan Kepribadian Muhammadiyah, yang menjadi panduan anggota Muhammadiyah (Musfikon, dan Kholil, 2013).

Selain itu, dalam masa Kepemimpinannya H.M Yunus Anis tercatat berhasil mengembangkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah hinggah jauh lebih baik (banyak) dari pada periode sebelum – sebelumnya.

Bersumber dari Majalah Suara Muhammadiyah, 17 – 18 September 2018, tercatat dari tahun 1912–1960 Muhammadiyah hanya dapat menghasilkan 1835 Cabang dan Ranting, sedangkan pada masa kepemimpinan H.M Yunus Anis tercatat 2740 Cabang dan Ranting (542 Cabang dan 2216 Ranting).

Apa yang telah di berikan H.M Yunus Anis kepada Muhammadiyah, menjadi amal jariyah Beliau, yang In Syaa Allah dapat memberikan ‘penerangan’ kepada Beliau di alam barzah. Loyalitas, semangat H.M Yunus Anis kiranya dapat di contohi oleh seluruh Anggota, Kader, ataupun Pimpinan Muhammadiyah.

Akhir kata saya ingin mengutip ucapan H.M. Yunus Anis saat Beliau membawakan khotbah Idhul Fitri di Alun–Alun Yogyakarta (1949).

“Hamba Allah itu harus bertakwa. Jadi Tukang Sapu, Pegawai Negeri, Prajurit, bahkan Presiden sekalipun haruslah bertakwa.”

Novianto Topit
Akrap di sapah Novry, Usia 26 Tahun, asli Kota Bitung, Sulawesi Utara, Lulusan IAIN Manado, Fakultas Tarbiyah, Jurusan PAI, Wakil Bendahara DPP IMM.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pemuda dalam Pergerakan Nasional Pandemi Covid-19

Peringatan hari Sumpah Pemuda mempunyai makna yang khusus di masa Covid-19 saat ini. Tak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara yang...

Pilu-Kasih di Medan Aksi

Malam itu menjadi momen yang tak terlupakan. Saya kira, saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan atau nongkrong di kafe favorit bersama sang kekasih....

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Kelamnya Dunia Politik di Thailand

Apa yang kalian bayangkan tentang negara Thaiand? Ya, negara gajah putih tersebut sangat dikenal dengan keindahannya. Apalagi keindahan pantai yang berada di Krabi dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Pemuda, Agama Sipil, dan Masa Depan Indonesia

Sejarah sangat berguna untuk mengetahui dan memahami masa lampau, dalam rangka menatap masa depan, ungkap Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Semestinya tidak hanya dibaca sebagai...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.