Banner Uhamka
Selasa, September 29, 2020
Banner Uhamka

Gus Dur Menjawab Kegelisahan

Hoax dan Tafsir Surat An-Nur

Surah An-Nur adalah "harta karun" yang melimpah dari ilahi yang berupa bimbingan dalam menjalani kehidupan ini. Di dalam kandungannya terdapat nilai etis, nilai yang...

Ideologi yang Ambigu atau Kita Terlalu Kaku?

Beberapa waktu lalu atau tepatnya pada 10 Oktober 2019, Mantan Menkopolhukkam Wiranto, diserang dengan cara ditusuk oleh orang tak dikenal di Banten. Perisitiwa penyerangan...

Masjid Istiqlal: Tujuan Wisata Semua Agama

Jika Anda datang ke Istiqlal maka Anda akan menemukan banyak wisatawan mancanegara yang datang berkunjung. Rata-rata dalam sehari tercatat sekitar 50 – 60 orang...

Kekuasaan dan Rayuan Praktik Korupsi

Mungkin sudah seringkali kita mendengar bahwa korupsi di negeri ini sudah menjadi budaya baru. Pasalnya, praktek korupsi tidak lagi di lakukan di kalangan politisi...
Abidin Ghozali
Pembelajar Seumur Hidup Merindukan Indramayu Beradab.

Buku setebal 176 halaman berjudul Gus Dur Menjawab Kegelisahan Rakyat yang diterbitkan Kompas pada tahun 2007. Berisikan 24 artikel yang dimuat di Kompas antara tahun 2001 dan 2006.

Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur memiliki berbagai kelebihan. Ia bertutur kata dengan cerdas, cerdik, dan kocak, Ia pun menulis dengan lancar, jelas, dan menarik. Bagi Gus Dur, ajaran agama merupakan sumber inspirasi orang beragama dan bernegara. Oleh karena itu, Islam tidak memiliki konsep negara.

Jakob Oetama Pemimpin Umum Kompas 2007 memberikan pengakuan bahwa Gus Dur selalu mengangkat persoalan-persoalan yang menggerakkan perhatian banyak orang karena memang aktual dipermasalahkan dan dirasakan.

Pandangan dan pendapatnya cenderung mencerminnkan sikap dasarnya, seperti Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika, Indonesia yang Pancasila, Indonesia yang beragama, Indonesia yang berkemanusiaan, yang berkeadilan sosial serta yang demokratis.

Gus Dur mengulas soal Agama dan Kekuasaan, Kepemimpinan, Hingga moral dan spiritual. Bahkan tidak luput dari perhatiannya soal Palestina. Jika hari ini masyarakat masih gelisah dengan hasil Pemilu 2019. Kegelisahan pikiran, perasaan serta pergulatan prihal masalah-masalah tersebut. Maka aktual dan relevanlah belajar dari tulisan-tulisan Gus Dur.

Gus Dur memberikan perhatian luas dan mendalam terhadap Demokrasi. Ia menggunakan istilah “demokratisasi”. Karena sesuai dengan kenyataannya, berlangsung proses yang makan waktu, perhatian, pengalaman, pemikiran terus menerus, serta komitmen.

Komitmen itulah yang dapat menerima kemenangan atau kekalahan dalam proses pemilihan presiden sesuai dengan aturan konstitusi. Artinya, Mengikuti proses demokrasi yang konstitusional ialah sebuah komitmen.

Diingatkan kata bijak tokoh Inggris Winston Churchill: “Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang sangat banyak kelemahan, tetapi ia masih lebih baik dari semua sistem pemerintahan lain,”

Teringat akan ungkapan almarhum Gus Dur. “Gitu ajah ko repot”.

Abidin Ghozali
Pembelajar Seumur Hidup Merindukan Indramayu Beradab.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

Optimasi Peran Wakil Rakyat di Tengah Pandemi

Mengutip pendapat Cicero dalam Phoebe E. Arde-Acquah (2015), terdapat sebuah adagium hukum yang menyatakan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Secara konstitusional, adagium hukum...

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.