Jumat, Maret 5, 2021

Guncangan Ekonomi Iran Menghadapi Wabah Corona

Yang Disalahkan Selalu Pihak Sekolah

Satu lagi tayang video menghebohkan dunia pendidikan, hadir di tengah-tengah kita. Sekumpulan siswi berseragam putih abu-abu, menaiki angkutan umum dengan riang. Di sela kegembiraan mereka,...

Turki VS Perancis : Akankah Perang Benar-Benar Terjadi?

Samuel Paty (47 tahun) dibunuh dengan  kejam oleh Abdoullakh Abouyedovich Anzorov, seorang pemuda 18 tahun pada saat Samuel berjalan pulang ke rumahnya di Conflans-...

Generasi Muda dan Tantangan Dunia Politik

Setiap kita mengamati berita dari apapun medianya, politik pasti tidak luput dari pemberitaan, di tiap media berita yang kita tonton. Tiap hari, jam, bahkan...

Perempuan dalam Kungkungan Masyarakat Patriarki

Max Striner, seorang pemikir anarkis individualis Jerman mengatakan, “Tidak ada hakim selain diriku yang bisa memutuskan apakah aku benar atau salah.” Menurut Striner, setiap individu--baik...
Diautoriq Husain
Penulis isu-isu internasional

Belum selesai perekonomian Iran berjibaku dengan beban sanksi embargo Amerika Serikat (AS). Kini, Iran harus menghadapi wabah virus Corona yang tentunya berdampak negatif terhadap stabilitas perekonomian Iran.

Padahal, selama 18 bulan terakhir, sejak pemberlakuan kembali sanksi embargo AS, perekonomian Iran tengah berusaha bangkit dari resesi. Tetapi, wabah virus Corona telah mengubahnya, beberapa komoditi ekspor Iran akhirnya terpaksa harus mandek akibatnya.

Terungkap pertama kali pada 19 Februari 2020, virus Corona telah menginfeksi seorang warga di kota Qom. Sebuah kota yang jaraknya hanya sekitar 145 kilometer dari ibukota Iran, Tehran. Masuknya virus ini diduga datang langsung dari Cina.

Hal ini karena warga Iran tersebut tengah menjalin hubungan intensif dengan Cina terkait kerja sama dagang, akibat isolasi sanksi embargo AS atas Iran. Kemudian, sepekan setelah itu dikabarkan 26 orang tewas akibat virus Corona.

Korban terinfeksi virus Corona kemudian menyebar sangat cepat. Bahkan, virus ini telah menjangkit beberapa pejabat negara Iran. Iraj Harirchi, misalnya, Wakil Menteri Kesehatan Iran itu terinfeksi virus Corona selang sehari memberikan konferensi pers terkait wabah virus Corona di Iran, pada 24 Februari 2020.

Bahkan, seminggu setelah itu, dilaporkan Anggota Dewan Penasehat Pemimpin Tertinggi Iran, Mirmohammadi, meninggal pada usia 71 tahun setelah terinfeksi virus Corona. Setelahnya, tercatat terdapat 20 pejabat Iran yang terjangkit virus Corona. Dan, salah satunya adalah ‘Suster Mary’ Masoumeh Ebtekar, Wakil Presiden Iran.

Berada dalam situasi seperti itu, Iran pun melarang ekspor produk medisnya. Dilansir dari tehrantimes.com, demi memenuhi kebutuhan dalam negerinya, Iran terpaksa menyetop ekspor beberapa produknya akibat wabah virus Corona.

Bea Cukai Iran sendiri telah merilis sembilan kategori barang yang dilarang untuk diekspor sesuai arahan Kementerian Kesehatan Iran. Termasuk di dalamnya peralatan medis, diantaranya masker wajah dan sarung tangan medis. Lalu, termasuk juga barang-barang seperti pemutih, deterjen, alkohol, pompa, keran semprotan, disinfektan, dan semua produk sanitasi lainnya.

Beberapa produk tekstil dan selulosa serta tisu dan pembalut juga turut serta ke dalam barang-barang yang dilarang untuk diekspor. Tentunya, pelarangan ekspor ini berdampak pada perekonomian Iran, yang artinya pendapatan dari sektor ekspor menurun nilainya.

Di sisi lain, beberapa negara tetangga Iran seperti Irak, Kuwait, Bahrain, Oman, Lebanon, Uni Emirat Arab, dan Afganistan juga telah menutup perbatasan dan melarang penerbangan dari Iran akibat wabah virus Corona. Akibatnya, jumlah wisatawan asing yang menuju Iran pun berkurang. Belum lagi, arus ekspor –impor Iran juga menjadi terhambat.

Minyak mentah, sebagai salah satu komoditi andalan ekspor Iran juga turut terpukul. Cina, mitra dagang utama Iran, kini juga tengah terpuruk akibat wabah virus Corona. Sebelumnya, sepanjang 2019, menurut Badan Energi Internasional, Cina membeli 300 ribu barel minyak per hari dari Iran.

Namun, sejak 24 Januari, tidak ada lagi kargo minyak mentah Iran yang melintas ke Cina, dilansir dari The Wall Street Journal. Imbasnya, diperkirakan oleh PBB, ekonomi Iran akan terkontraksi 2,7 persen sepanjang 2020 akibat wabah ini.

Kendati demikian, di tengah kondisi ekonomi dalam negerinya yang belum kunjung stabil. Iran tetap mampu secara mandiri menangani wabah virus Corona. Dilansir dari ipiiran.org, Presiden Iran, Hassan Rouhani telah menggelontorkan dana sebanyak 2 triliun riyal untuk ‘perang melawan Corona’.

Kemudian, dalam hitungan hari saja, Iran telah membangun pabrik dengan kemampuan produksi 35.000 gel dan 100.000 larutan disinfektan setiap kerja. Selain itu, setiap harinya diproduksi 300.000 masker yang dibagikan secara gratis ke masyarakat. Bahkan, pemerintah Iran juga mampu mengontrol harga masker di pasaran tidak melonjak drastis. Dan, Cina turut membantu Iran dalam menangani wabah virus Corona disana dengan mendatangkan tim medis.

Menurut catatan Kementerian Kesehatan Iran yang disampaikan oleh juru bicaranya, Kianush Jahanpur, jumlah korban yang meninggal akibat infeksi virus Corona sebanyak 354 jiwa, hingga 11 Maret 2020.

Hal itu membuat Iran menjadi negara terbanyak yang menelan korban tewas akibat virus Corona di Asia Barat. Namun, dari 8.000 orang yang positif terinfeksi virus Corona, ada sebanyak 2.700 yang kemudian sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Diautoriq Husain
Penulis isu-isu internasional
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Tanah dan Transmigrasi

Peliknya urusan pertanahan dipadukan dengan samarnya transmigrasi di Indonesia menjadikan perpaduan masalah yang sulit diurai. Pasalnya permasalahan terkait tanah bukan sekedar konflik kepemilikan dan...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Demitologisasi SO 1 Maret

Menarik bahwa ada kesaksian dari Prof. George Kahin tentang SO 1 Maret 1949. Menurutnya, SO 1 Maret bukanlah serangan balasan pertama dan terbesar dari...

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

ARTIKEL TERPOPULER

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.