Rabu, April 14, 2021

Goyangan Trump di Timur Tengah

Debat Capres Kepastian Hukum, Mengambang Tegang

Sejujurnya, saya tidak puas dengan Debat Capres ini. Selama acara, moderator membuat suasana tegang, kurang rileks, dan tidak memberikan suasana segar kepada paslon. Paslon...

Impor Beras yang (Tak) Waras

Beras adalah kebutuhan primer manusia. Dari beras tersebut banyak olahan makanan yang dapat dibuat sebagai makanan pokok. Beras (nasi) terus diupayakan agar dapat dikonsumsi...

Ada Apa dengan Narasi “Emak-Emak”

Wacana ketidakadilan terhadap perempuan sering menjadi bahan pembahasan para pakar keilmuan bidang perlindungan perempuan dan gerakan feminisme. Pasalnya, tindakan diskriminatif terhadap perempuan masih sering...

Hedonisme Spiritual dalam Haji

Salah satu cara memahami kandungan al-Qur’an adalah munasabah. Yaitu hubungan antara suatu ayat dengan ayat lain, semisal antara ayat tertentu dengan ayat sebelum atau...
Muhamad Salman Ramdhani
Pemerhati geopolitik

Niki Haley, Duta Besar AS untuk PBB mengatakan, apa yang kami saksikan hari ini di Dewan Keamanan adalah sebuah penghinaan, tidak akan kami lupakan. Dengan tegas ia juga menyatakan, sekali lagi PBB memberi bukti melakukan lebih banyak kerugian daripada kebaikan dalam menangani konflik Israel-Palestina.

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, AS kecewa dengan hasil voting Majelis Umum PBB yang tidak mendukung pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam mengakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel dan rencananya untuk memindahkan kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Yerussalem Timur.

Atas hasil itu AS lalu mengancam negara-negara yang selama ini mendapat bantuan dari mereka. AS juga memutus bantuan yang selama ini mereka berikan untuk pengungsi Palestina melalui UNRWA.

Sekjen PBB Antonio Guiteres sampai menyatakan pihaknya terpaksa menghentikan layanan kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial kepada pengungsi Palestina. Akhirnya negara anggota PBB yang lain punya misi tambahan untuk meningkatkan kontribusi dalam merespon langkah AS. Yang dipertaruhkan di sini adalah martabat dan keamanan jutaan pengungsi Palestina, yang memerlukan bantuan makanan darurat dan dukungan lain di Yordania, Lebanon, Suriah, dan Tepi Barat serta Jalur Gaza.

Tapi entah permainan apa lagi yang coba diperlihatkan AS kepada dunia. Rencana ambisius Trump untuk mempercepat pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerussalem ternyata ditentang oleh Menlu dan Menhan mereka. Alasannya tidak jauh dari pertimbangan keamanan kedutaan dan keselamatan penduduk AS di wilayah konflik. Pernyataan yang seolah memperlihatkan perselisihan di Gedung Putih ini kemudian buru-buru dibantah oleh Jubir Deplu mereka bahwa percepetan pemindahan kedutaan kini sedang berlangsung.

Coba Menggoyang Iran

Demo peringatan “kemenangan sistem” atau biasa disebut “9 Dey” yang digelar oleh pemerintah Iran pada 30 Desember tiba-tiba diwarnai dengan kemunculan demo di Kota Mashad dengan isu kondisi ekonomi yang makin sulit. Perlu diketahui “9 Dey” adalah demo peringatan kemenangan Ahmadinejad dari upaya kudeta yang dilakukan Mir Mousavi terhadap pemerintahan terpilih. Mousavi sendiri adalah kandidat presiden, lawan dari Ahmadinejad. Waktu itu ia sampai menggalang aksi-aksi demo yang anarkis hingga korban jiwa berjatuhan.

Demo terhadap pemerintah atas kondisi sosial memang wajar. Tetapi demo yang terjadi pada 28 Desember di Kota Mashad yang sempat membuat peserta demo mengira ini rangkaian demo “9 Dey” dianggap dipenuhi kepentingan asing terutama AS. Pasalnya ketika Trump di awal tahun 2017 mengambil kebijakan rasis melarang orang Iran masuk AS, di akhir tahun kemarin ia tiba-tiba berkata “AS berdiri bersama rakyat Iran”. Di demo yang menunggangi peringatan “9 Dey” itu juga sampai ditemukan demonstran bersenjata dan provokator-provokator yang berpaspor ganda.

Dalam tulisan saya sebelumnya tentang “Trump dan Prediksi Geopolitik Timur Tengah”, disebutkan Trump sedang melakukan tes terhadap kerumunan negara-negara dan gerakan-gerakan Islam yang memiliki kepentingan besar di Timur Tengah. Iran jadi negara selanjutnya yang di tes oleh Trump setelah Palestina. Ditambah Rouhani, Presiden Iran saat ini yang cenderung disukai oleh Barat, memang payah dalam melakukan perubahan perekonomian ke arah yang lebih baik.

Melihat aksi penunggangan “9 Dey” kemarin, kekuatan sistem Iran memang masih kuat. Tetapi pernyataan Trump atas aksi protes didalamnya bisa jadi pintu awal bagi AS untuk menggoyang Iran lewat gerakan di bawah. Baru-baru ini juga Trump sedang berupaya mengubah perjanjian nuklir Iran dan langsung ditolak oleh Pemerintah Iran. Trump lalu memberikan dua pilihan; revisi kesepakatan nuklir Iran ata AS akan menarik diri.  Jika AS menarik diri tentu akan makin meningkatkan eskalasi geopolitik dikawasan Timur Tengah.

Hal lain yang patut diperhatikan juga adalah strategi keamanan pemerintah AS bernama “Kompetisi Strategis Antar Negara” yang rilis baru-baru ini. Dalam strategi ini Iran, China, Korea Utara dan Rusia disebut-sebut sebagai kekuatan yang mengancam tatanan internasional. Strategi ini juga jadi penanda kembalinya mental dan logika gaya Perang Dingin dalam kebijakan luar negeri AS yang akan fokus pada melawan kekuatan besar yang jadi pesaingnya ketimbang pada gerakan-gerakan terorisme.

Jika membaca sejenak catatan-catatan sejarah, Perang Dingin antar blok Barat dan Timur diwarnai dengan konflik dan pertempuran yang cukup besar di Timur Tengah dan beberapa negara dunia ketiga di kawasan lain. Dalam waktu dekat ini atau mungkin beberapa tahun kedepan, akankah peristiwa itu terjadi kembali?

Muhamad Salman Ramdhani
Pemerhati geopolitik
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.