OUR NETWORK

Gong Xi Fa Chai dalam Perspektif Islam

Etnis China di seluruh dunia, termasuk Indonesia hari ini sedang merayakan Tahun Baru Imlek 2018. Umumnya, saat Imlek, hampir seluruh etnis China  menyampaikan ucapan salam Gong Xi Fa Chai  yang diartikan sebagai “Selamat Tahun Baru China”.

Padahal, arti Gong Xi Fa Chai adalah “Selamat dan Semoga Sejahtera”. Salah mengartikan ucapan salam itu, sebenarnya sudah terjadi secara turun-menurun dalam kehidupan sehari-hari orang-orang China.

Masyarakat muslim juga pernah mengalami kesalahan dalam mengartikan ucapan Minal Aidizin wal Faidzin sebagai “Mohon Maaf Lahir dan Batin” saat hari raya Idul Fitri. Padahal, arti Minal Aidzin wal Faidzin adalah “Orang-orang yang kembali dan beruntung”.

Terlepas dari kesalahan mengartikan kedua ucapan di atas, ada satu pertanyaan penting yang menarik untuk dikupas yaitu bagaimana perspektif Islam memahami Gong Xi Fa Chai dalam Tahun Baru Imlek?

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek identik dengan bagi-bagi angpaw, kue keranjang yang mirip dengan dodol, tarian barongsai dan lampu lampion. Dalam tataran filosofis, bagi-bagi angpaw bermakna sebagai berbagi rezeki kepada sesama. Dalam terminologi Islam ada yang namanya sedekah dan zakat.

Keberadaan kue keranjang juga identik dengan ketupat lebaran. Jadi, antara kue keranjang dan ketupat lebaran sama-sama sebagai bentuk tradisi atau kebudayaan. Tarian barongsai dan lampu lampion, bagi etnis China menyimbolkan rasa syukur kepada Tuhan karena diberikan keselamatan dan kemenangan dalam mengalahkan binatang buas ‘Nian’ yang dalam tradisi China, digambarkan sebagai naga raksasa yang akan memangsa anak-anak etnis China  dalam setiap Tahun Baru Imlek.

Hal yang hampir sama juga terjadi dalam perayaan Idul Fitri, yaitu tradisi memukul bedug dan bertakbir sepanjang malam yang dimaknai sebagai rasa syukur kepada Tuhan, karena umat muslim berhasil melalui ujian ibadah puasa Ramadhan. Tradisi Tahun Baru imlek dan perayaan Idul Fitri, memang berbeda secara fisik, namun memiliki makna yang hampir sama yaitu saling berbagi rezeki dan berhasil meraih kemenangan.

Ucapan Gong Xi Fa Chai, mengandung makna positif  yang bersifat universal. Artinya, semua etnis dalam berbagai agama akan saling mendoakan dan memberikan ucapan “Selamat dan Semoga Sejahtera” pada saat hari raya keagamaan, saat tahun baru atau di hari-hari biasa.  Namun, cara mengungkapkan ucapan salamnya, tentu disesuaikan dengan budaya etnik dan ajaran agama masing-masing.

Dalam perspektif Islam, ucapan ‘Gong Xi Fa Chai’ pada Tahun Baru Imlek memiliki kedekatan makna dengan kata ‘kesucian /Fitri’ dalam perayaan Idul Fitri. Dalam ajaran Islam, kesucian akan membawa seseorang menuju ‘keselamatan dan kesejahteraan’ di dunia dan akherat.

Jadi, dalam perspektif Islam ‘Gong Xi Fa Chai’  jelas memiliki makna sosial yang hampir mendekati nilai-nilai spiritual keagamaan secara umum. Makna lainnya yang juga sangat penting ialah seluruh etnis China mewujudkan rasa syukurnya kepada Tuhan di Tahun Baru Imlek dengan sembahyang atau berdoa di kelenteng. “Selamat Tahun baru Imlek, Gong Xi Fa Chai”.

Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…