Jumat, Januari 22, 2021

GMO: Permainan Russian Roulette di Sektor Pangan

Tukang Ojek Online: Dari Hak Ekonomi Hingga Martabat

Era internet indentik dengan generasi millenial karena kehidupan generasi ini  tak bisa lepas dari dunia digital atau online. Pada jaman digital ini pula trik-trik...

Memahami Sastra

Ketika berbicara tentang sastra biasanya orang seringkali hanya mengartikannya secara sempit sebagai bidang studi yang mengkaji tentang novel, puisi, atau cerpen. Definisi ini meskipun...

Jalan Panjang Kebenaran dan Rekonsiliasi di Aceh

Tepat tanggal 24 Oktober 2017 yang lalu, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh berusia satu tahun. Komisi ini dibentuk berdasarkan mandate qanun no 17...

Independensi Jurnalisme dalam Tahun Politik

Belum lama ini, Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI menyinggung wartawan sebagai akibat buruknya penampilan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di ajang Piala AFF 2018. Dia...

Genetically Modified Organism (GMO) adalah modifikasi organisme hidup. Bicara GMO, teknologi ini tidak lepas dari perusahaan predator raksasa asal negeri Paman Sam, Monsanto yang di dirikan tahun 1901.

GMO sendiri merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan di Amerika Serikat dan mampu meminimalisir krisis sekaligus untuk menutup pengeluaran Amerika Serikat ditengah inflasi, 1929 (Wall Street). Teknologi tersebut dikembangkan pada periode 1859-1933 dengan tokoh pentingnya, , yaitu ; John Francais Quenny dan Hugh Grant.

Saat ini banyak masyarakat dibelahan dunia lainnya yang sadar akan buruknya produk-produk yang dihasilkan dari sistem ekonomi kapitalis. Contoh kasusnya adalah ketika warga Amerika Serikat berdemo menuntut kesejahteraan ekonomi, mereka tidak lagi datang ke Gedung Putih, tetapi mereka mendatangi Kantor Bursa Saham Wall Street atau kantor Federal Reserve, karena mereka tahu bahwa penyebab inflasi, kehancuran ekonomi, pengangguran, dan berbagai macam keterpurukan ekonomi lainnya salah satu penyebab utamanya adalah di Wall Street dan Federal Reserve.

Sudah banyak tragedi dalam sejarah manusia yang ditimbulkan oleh GMO, contohnya adalah penyakit Kanker, AIDS, dan berbagai virus flu. Saat ini 90% produk pertanian dan perternakan dunia dikendalikan oleh Monsanto yang merupakan penghasil GMO dan sangat berbahaya bagi manusia. Sekitar 90% produk pertanian di dunia, selebihnya menggunakan teknologi tersebut, karena mampu melipatgandakan hasil pangan, terutama negara dunia ketiga. Terlebih sifat konsumtif manusia terhadap pangan hasil modifikasi organisme genetik tersebut, mampu menyebabkan kematian massal secara perlahan tanpa di sadari.

World Trade Organization (WTO), Monsanto sangat bernafsu untuk memonopoli produksi pangan dunia. WTO mensahkan peraturan mengenai kebijakan paten dan pemilikan kehidupan melalui perjanjian internasional mengenai hak kekayaan intelektual (TRIPs). Keberhasilan Monsanto mendapat TRIPs dari WTO ini berdampak buruk terhadap kebijakan negara yang notabene-nya sebagai tempat petani.

Untuk memperkuat eksistensinya,Monsanto menebar janji-janji palsukepada petani bahwa jika petanimemakai benih produk GMO yangdiproduksi oleh Monsanto, makaakan ada tumbuhan yang panentiap tahunnya dan tumbuhan tidak akan terkendala dengan hama.

Dan melalui iklannya yang menyesatkan, ia berhasil menarik simpatipetani di dunia dan berhasil menipu kaum petani, karena akhirnya petani menjadi ketergantunganterhadap produk ini, karena benihyang dihasilkan dari Monsanto itumerupakan benih predator/benihsteril/benih mandul.

Monsanto mencoba merusak fitrah tumbuh-tumbuhan dan hewanternak. Alam memiliki kemampuanmenghasilkan dan mengggandakansecara spontan termasuk benih. Begitu juga dengan hewan ternakdengan pangan yang didapat darialam sesuai jenisnya, entah herbivora, karnivora, dan omnivora.

Jika petani dan peternak memeliharadan memisahkan serta menyeleksibenih dan bibit, maka akan menghasilkan tanaman berkualitas akanmenghasilkan benih ataupu bibitbaru yang sama.

Gen terminator bibit steril atau genmandul atau GMO adalah gen yang di berikan kepada tumbuhan sebagai alat untuk mencegah perkecambahan sehingga benih hanyabisa sekali di panen dalam setahun, akan tetapi pihak Monsanto meyakinkan para petani bahwa benih ini lebih tahan hama, tetapi faktor pembunuh didalam tanaman yang membuat tanamanini mandul tidak diungkit kepadapihak petani. Target dari Monsanto cuma satu yaitu membuat para petani menjadi ketergantungan.

Ini merupakan yang menjadi salah satu penyebab yang membuat Indonesia selalu mengimporproduk pangan. petani kita semakin sedikit yang bercocok tanamkarena sedikitnya laba yang mereka peroleh jika bertani, karenabenih-benih yang mereka tanammerupakan benih yang sudah disterilkan, sehingga petani diharuskan membeli benih terus ketika musim tanam, terlebih juga parapeternak.

Tanaman dan hewanyang memiliki gen pembunuhsangat mengancam keanekaragaman hayati karena para petanidan peternak akan melupakantanaman dan hewan sebenarnya,karena petani dan peternak sudah menggantungkan hidupnya padatanaman dan hewan ‘mainan’ buatan Monsanto.

Jarang sekali orang tahu apa yang terjadi pada produkakhir saat menyambung gen baru (proses Mutasi Genetik tersebut) dan kemudian mengkonsumsi pro-duk hasil mutasi tersebut selamabeberapa generasi. Satu-satunyahal yang dijamin adalah bahwa hal itu akan menciptakan efek samping yang mengejutkan. (JeffreySmith, 2007).

Namun, menurut penelitian Smith adalah bahwa antara tahun 1994 dan 2001 saat yang bersamaan dengan produk GMO membanjiri pasar penyakit yang berhubungan denganmakanan meningkat dua kali lipat.

Swasembada Pangan di Indonesia 

Swasembada pangan yang bia-sa kita kenal sebagai “ketahananpangan”, merupakan salah satuprogram yang dilancarkan padasaat pemerintahan Orde Baru.Program tersebut tidak jauh darinegosiasi WTO dan mampu mela-hirkan perusahaan yang berbasiskan agrarian dan peternakan, seperti Cargill, Monsanto, BASF, dan Syngenta.

Tindak monopolipasar yang dilakukan merupakansalah satu bentuk kontrol tetap atasekonomi-politik pangan dunia. Im-basnya, sektor agraria dan peter-nakan sangat ketergantungan dengan produk yang dihasilkan setiap bibit transgenik. Hal ini membuat pasar agrokimia global menangguk untung sebesar US$ 29,88 juta.

Hal yag terjadi sangat mengan-cam kedaulatan pangan. Konsepkeamanan pangan (food security)mulai mengemuka pada tahun1974 dalam World Food Conference. Setelah mengalami perdebatan panjang akhirnya dalamWorld Food Summit di tahun 1996disepakati bahwa manajemenkeamanan pangan menjadi tang-gung jawab bagi masing-masingnegara. (Khesab Kadka, 2005)

Konsep keamanan pangan ha-nya mencakup ketersediaan ba-han pangan yang bisa disediakan melalui perdagangan. Hal tersebut merupakan fenomena keter-gantungan yang diciptakan olehpemegang modal dan teknologi.Kedaulatan pangan adalah hak se-tiap bangsa dan setiap rakyat untukmemiliki kemampuan memproduksi kebutuhan pokok pangansendiri secara mandiri. Kedaulatan pangan merupakan prasyaratdari keamanan pangan, untukkedaulatan pangan seutuhnya.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.