Rabu, Oktober 21, 2020

Gerakan Perubahan Berbasis Teknologi

Pemikiran dan Sikap Intelektual Buya Syafii

Ketokohan Buya Syafii—panggilan akrab Ahmad Syafii Maarif—sudah tidak perlu diragukan lagi. Terlebih melalui gelar yang sering dialamatkan kepadanya, yakni “guru bangsa”. Pemikiran Buya Syafii...

Benarkah Najwa Bergabung Ke PSI Mengikuti Isyana Bagoes Oka?

Setelah dikabarkan berhenti tayang di sebuah stasiun televisi, simpang siur, banyak macam desas-desus, kemana Najwa mengabdikan diri. Ada isu ia akan menjadi Menteri Sosial...

Kacang Rebus dan Cinta Seorang Anak

Saya tidak ingin mengganggu anak-anak saat mereka sedang asik dengan imajinasinya. Sebagian besar dari kita menyapa atau mencubit pipinya, bahkan tanpa saling mengenal saat...

MRT, Ojek Daring, dan Kita

Setelah perencanaan dimulai sejak tahun 1980, peresmian MRT di Jakarta pun akhirnya diresmikan pada 24 Maret 2019 oleh Presiden Joko Widodo. Problematika transportasi sepertinya...
Nofria Atma Rizki
Koordinator Nasional INDONESIA ELECTION WATCH , Wakil Sekretaris Jendral PB HMI 2018-2020.

Perubahan saat ini begitu cepat kita rasakan. Ibaratkan untuk berada di tempat yang sama saja kita harus berlari. Apalagi untuk maju kedepannya, kita harus berlari berkali-kali lebih cepat. Begitulah cepatnya arus perubahan saat ini. Maka benar adanya “tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri”.

Saat ini dunia memasuki era baru yang disebut dengan Era Revolusi Industri 4.0. Istilah Industri 4.0 lahir dari ide revolusi industri ke empat. European Parliamentary Research Service dalam Davies (2015) menyampaikan bahwa revolusi industri terjadi empat kali.

Revolusi industri pertama terjadi di Inggris pada tahun 1784 di mana penemuan mesin uap dan mekanisasi mulai menggantikan pekerjaan manusia. Revolusi yang kedua terjadi pada akhir abad ke-19 di mana mesin-mesin produksi yang ditenagai oleh listrik digunakan untuk kegiatan produksi secara masal.

Penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manufaktur mulai tahun 1970 menjadi tanda revolusi industri ketiga. Saat ini, perkembangan yang pesat dari teknologi sensor, interkoneksi, dan analisis data memunculkan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang industri. Gagasan inilah yang diprediksi akan menjadi revolusi industri yang ke empat, yakninya Revolusi Industri 4.0. (Drath dan Horch, 2014).

Implementasi industri generasi keempat ini tentunya harus diikuti dengan keseriusan pemerintah dalam pembentukan ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan, agar efektif dan dapat menggerakkan seluruh sektor, terutama sektor ekonomi.

Revolusi Industri 4.0 sebenarnya juga sudah mulai berjalan di Indonesia. Terbukti dengan hadirnya beberapa startup baru seperti Traveloka, Go-Jek, Grab dan lain-lain yang telah memudahkan masyarakat, karena bisa memesan transportasi ataupun berbelanja hanya dalam satu genggaman smartphone.

Dan juga kalau kita lihat masyarakat Indonesia sebenarnya sudah mulai terbiasa menggunakan teknologi, hanya saja belum banyak yang memanfaatkannya secara optimal. Terlebih dalam hal produktivitas yang dapat mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. Untuk itu, agar bisa memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal kita perlu memperhatikan karakteristik dan bentuk-bentuk perkembangan teknologi saat ini.

Revolusi Industri 4.0 bisa jadi sebuah ancaman. Tetapi, revolusi industri ini juga bisa jadi peluang besar bagi Indonesia jika jeli dan siap memanfaatkannya. Begitu juga dengan bonus demografi selama rentang waktu 2020- 2035, yang puncaknya pada tahun 2030.

Pada saat itu jumlah kelompok usia produktif (umur 15-64 tahun) lebih banyak daripada kelompok usia tidak produktif (anak-anak usia 14 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 ke atas). Oleh karena yang paling siap dan memang harus dipersiapkan menghadapi Revolusi Industri 4.0 tersebut adalah anak muda.

Pemuda sebagai Harapan

Pemuda harus bersiap menghadapi gelombang revolusi 4.0 ini dengan kreatifitas dan produktifitas. Kreatifitas dan produktifitas adalah prasarat mutlak yang harus di penuhi agar tidak tertinggal dan ditelan zaman.

Seperti yang telah kita uraikan di atas, pemuda ialah kelompok yang di anggap mampu beradaptasi menghadapi gelombang Revolusi Industri 4.0. Komunitas, organisasi mahasiswa dan pemuda harus mulai memasuki sektor digital. Baik dalam hal aktivitas organisasi, gerakan sosial maupun dalam hal produktivitas.

Karena saat ini, digitalisasi dan modernisasi organisasi mahasiswa dan kepemudaan sudah menjadi keharusan dalam menjalankan peran dan fungsinya. Kalau tidak, akan tertinggal dan secara perlahan akan hilang ditelan zaman. Itulah yang tengah dimaksimalkan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2018-2020 dibawah kepemimpinan Respiratori Saddam Al Jihad saat ini.

Melalui Program HMI Go Digital. Salah satunya dengan membuat HMI TV yang lahir atas semangat juang HMI dan independensi media. Akan diaktualisasikan dengan menyampaikan informasi dan konten yang educatif, dan juga sebagai media pengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah.

Selain itu organisasi-organisasi mahasiswa dan kepemudaan juga harus terus berbenah, dengan cara mengupgrade diri dan para anggota ataupun kadernya agar mampu beradaptasi dan membanca tanda-tanda perubahan zaman.

Sehingga pemuda yang tidak asing lagi dengan kata Revolusi mampu beradaptasi dengan Era Revolusi 4.0. Dibuktikan dengan banyaknya bermunculan pemuda-pemuda visioner yang memahami perkembangan zaman dan bermunculannya startup-startup baru di kalangan pemuda yang selalu kaya ide dan kreatifitas, serta terus melakukan gerakan-gerakan sosial. Dan hebatnya, semua itu terkoneksi satu sama lain serta bahu membahu dalam membangun bangsa melalui Gerakan Perubahan berbasis Teknologi.

Nofria Atma Rizki
Koordinator Nasional INDONESIA ELECTION WATCH , Wakil Sekretaris Jendral PB HMI 2018-2020.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Mahasiswa Dibutakan Doktrin Aktivisme Semu?

Aktivisme di satu sisi merupakan “alat” yang bisa digunakan oleh sekelompok orang untuk melakukan reformasi atau perbaikan ke arah baru dan mengganti gagasan lama...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.