Jumat, Januari 15, 2021

Gerak Serentak Mengendalikan Ketersediaan Pangan

BPJS Kesehatan, Apa Tantangannya?

Pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 82/2018 perubahan Perpres No. 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Salah satu isinya yang menarik adalah dicantumkannya...

Hak Asasi Manusia, Tema yang Tak Memiliki Ujung

Tak dapat dipungkiri, beberapa dasawarsa belakangan Hak Asasi Manusia (untuk selanjutnya disebut HAM) menjadi aksis utama dan indikator peradaban sebuah negara. Hampir semua negara-negara di...

Bahaya RUU Cipta Kerja bagi Lingkungan Hidup

Beberapa hari yang lalu Pemerintah telah menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Cipta Lapangan Kerja) kepada Dewan Perwakilan Rakyat. RUU tersebut...

Dimensi Psikologis Menonton Film

Saat kehidupan nyata begitu berat dan menyesakkan dada, kita perlu meninggalkannya. Untuk sejenak  pergi ke dunia lain. Di masa karantina diri dan pembatasan sosial...
Muhammad Vadyan Fidiavif
Mahasiswa Semester Akhir

Libur tahun baru dan Natal sudah tinggal menghitung hari. Namun, sudah jauh-jauh hari koordinasi pemastian ketersediaan bahan pangan dijalankan pemerintah. Ini cara rutin yang juga dilakukan tahun lalu. Melaluinya, disusun langkah antisipasi segala kendala.

Apalagi, di waktu-waktu jelang akhir tahun, Indonesia sudah memasuki musim hujan. Distribusi harus dipastikan lancar. Khususnya pada daerah-daerah luar Jawa yang memiliki akses keterjangkauan sulit, serta infrastruktur perhubungan yang belum memadai.

Begitu banyak provinsi di Indonesia. Antara satu daerah dengan lainnya tertradisikan saling memasok bahan pangan. Wajar. Sebab nyaris tak ada daerah di Indonesia yang mampu menghasilkan semua jenis bahan pangan dari tanahnya sendiri.

Jika daerah A bisa memproduksi beras dengan melimpah, belum tentu daerah tersebut mampu menyediakan telur dan daging ayam sekaligus. Begitu pula sebaliknya. Terdapat pula daerah yang menghasilkan bahan pangan, namun kuantitasnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Ini berlaku untuk semua jenis tanaman pangan dan bahan pangan lainnya. Bayangkan, ada berapa jenis sayur dan bahan pangan yang dijual di pasar? Bisa jadi, lauk, beras, dan sayur yang kita makan sehari-hari berasal dari daerah yang berbeda.

Sebut saja Kota Balikpapan. Kebutuhan pangannya mayoritas dipasok dari daerah lain. Beras didatangkan dari Jawa dan Sulawesi meskipun sejumlah daerah tetangga memproduksi beras. Sebagian sayur mayur didatangkan dari kabupaten atau provinsi lain.

Kota tersebut juga mengandalkan moda transportasi laut untuk mendatangkan barang dari luar pulau. Jika terjadi kendala pada pengiriman atau pemasok mengubah transportasi pengiriman karena kendala cuaca, maka harga pangan berpotensi naik.

Maka, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah mutlak dibutuhkan. Agar aliran serta waktu distribusi dapat disiasati lebih dini. Termasuk, mengukur masa ketahanan stok bahan pangan di satu daerah.

Jika satu daerah kekurangan pasokan bahan pangan- telur, misalnya, maka pemerintah setempat harus mencari dari daerah terdekat. Termasuk mempertimbangan sarana pengirimannya. Apabila dominan menggunakan moda transportasi sungai atau perairan, maka pemasokan bahan pangan harus dilakukan jauh-jauh hari.

Di sinilah fungsi koordinasi pemerintah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemerintah daerah melaporkan kendala yang dihadapi. Lalu pemerintah pusat yang diwakili Kementerian Perdagangan, memberi arahan sekaligus solusi paling efektif untuk memenuhinya. Dilibatkan juga  instansi dari sektor transportasi dan logistik. Mereka bertugas untuk memastikan kelancaran admistrasi pengiriman barang.

Apakah usai rapat, koordinasi terhenti? Tidak. Kepala dinas perdagangan di tiap kota maupun kabupaten lantas rutin melakukannya dengan dinas perdagangan provinsi. Rantai komunikasi ini terus berlanjut hingga ke tingkat kementerian. Semua gerak serentak mengatur pasokan, menjaga stok, serta mengendalikan harga

Secara garis besar, itulah pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah. Mereka wajib memastikan distribusi lancar dan bertindak cepat bila terjadi masalah pada ketersediaan bahan pokok.

Muhammad Vadyan Fidiavif
Mahasiswa Semester Akhir
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.