Minggu, Januari 17, 2021

George Floyd: Rasisme Yang Menimbulkan Pelanggaran HAM

Ketika Agama Melahirkan Nalar Kritis

Selama beberapa tahun terakhir ini situasi negara ini sedang dirangsek oleh ide “penistaan agama.” Fenomena ini mencuat ke ruang publik saat Basuki Tjahaja Purnama...

Drama India dan Aktor Terlaris Setnov, saatnya nyinyir!

Mungkin kebanyakan dari kita suka menonton drama India. Kebanyakan menonton drama bisa menjadi alat kita dalam menganalisis. Tapi untunglah dengan adanya drama-drama India yang...

Post-Islamisme: Sebuah Pengantar

Suatu pengakuan: Aku belum menyelesaikan Pos-Islamisme-nya Asef Bayat (LKIS, 2011). Maklum, buku itu tebalnya lebih dari 400 halaman dan sekilas menawarkan studi-studi kasus yang...

Identitas Mahasiswa

Mahasiswa adalah orang yang belajar di suatu Universitas, Institute, ataupun Akademi. Sedangkan menurut KBBI mahasiswa adalah seseorang yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Beberapa...
Satrya Akbar
Mahasiswa UII Hubungan internasional

Sebanyak 30 negara bagian amerika serikat diguncang protes setelagseorang warga kulit hitam keturunan afrika-amerika bernama George Floyd meninggal secara tragis di kaki seorang polisi yang ditekuk.

Para demonstran mengatakan itu adalah kekerasan berbasi diskriminasi rasial. Diskriminasi, rasisme dan kekerasan terhadap warga kulit berwarna, khususnya warga kulit hitam di AS, seumur dengan sejarah negara ini selalu menjadi salah satu hal yang dibenci oleh masyarakat Amerika bahkan sudah melekat dalam masyarakat berkulit putih yang dimana kata “diskriminasi” tidak hilang dan perbudakan punjuga tidak hilang.

Kepala hak asasi manusia PBB Michhelle Bachelet bersikeras bahwa tuntutan tersebut meletus di AS bahkan dia menyerukan suara-suara yang diakhirinya tindakan kekerasan polisi terhadap wartawan dan demonstran perlu didengar dan harus mengakhiri rasisme sistematik yang dapat merusak masyarakat AS Warga kulit hitam bersusah payah dan melakukannya agar hak-haknya dan memerangi rasis tersebut akan tercapai.

Namun masih belum ada hasil dan kami (warga kulit hitam) masih menjadi korban diskriminasi dan rasialisme. Gejolak rasime di Amerika dengan negara sistem demokrasi tertua di dunia dan yang menganggap dirinya sebagai pemimpin dunia membuat banyak pihak melihat Amerika sebagai yang munafik.

Terkait pembunuhan George Floyd pelaku tersebut dituntun atas pembunuhan Floyd akan tetapi pada saat ini pelaku tersebut didengar akan dapat uang pensiunannya dan tidak dipenjara dan disisi lain kabarnya masyarakat melihat pelaku (Chauvin) berbelanja kebutuhan pokok layaknya tidak memiliki kesalahan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, banyak masyarakat geram atas kelakuan terhadap pelaku tersebut. Orang berkulit hitam sangat mudah dikriminalisasi.

Bahkan orang kulit hitam yang baik saja merasa tidak tenang ketika keluar rumah tanpa ditanyai oleh polisi. Kebrutalan polisi tersebut terhadap orang kulit hitam sangat tinggi intensitasnya. Sebagian besar banyak penduduk kulit hitam jauh lebih mudah masuk penjara dibandingkan kulit putih. Penyebabnya? karena adanya rasisme sistematik yang sudah ada di dalam sistem masyarakat dan kenegaraan Amerika

Warga kulit putih memandang mereka yang berkulit hitam dalam sejarah AS menjadi ciri utama masyarakat AS bahwa warga kulit hitam selalu menjadi sasaran perbudakan, pelecehan, pembunuhan dan kekerasan tanpa batas sepanjang tiga abad sejarah Amerika. Terkait kondisi warga kulit hitam dari sisi ekonomi dan sosial semakin memburuk bahkan kekerasan di Amerika meningkat dalam tahun terakhir.

Dapat kita lihat data pendapatan rata-rata warga berkulit hitam dan putih. Kebanyakan warga kulit putih memiliki pendapatan yang sangat tinggi dari pada warga kulit hitam. (Black people) 41 Ribu Dollar Amerika dan (White people) 71 Ribu Dollar Amerika bahkan lebih banyak warga kulit hitam yang pengangguran sekitar 16.7% dibandingkan warga kulit putih. Dapat dilihat kebijakan yang dibuat Trump membuat masyarakat kulit hitamtetap miskin dan mati secara perlahan.

Dari laporan Boston Review menegaskan bahwa masih banyak kecenderungan rasisme di masyarakat AS. Lebih dari dua juta warag amerika keturunan afrika mengalami pembatasan dalam pemilu dan disisi lain juga dibatasi dalam pekerjaan atas perlakuan diskriminatif kulit hitam yang membuat hal tersebut dalam tenaga kerja menjadi hal yang biasa.

Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal (4/06/2020) mengecam rasisme struktural di AS dan menyuarakan atas serangan terhadap wartawan yang meliput aksi protes kematian George Floyd tersebut. PBB mengatakan apa yang terjadi adalah serangan tak terduga terhadap jurnalis bahkan menurutnya tindakan tersebut mengejutkan bahwa kebebasan berekspresi dan media adalah prinsip dasar AS karena seharusnya wartawan harus melakukan pekerjaan mereka yang bebas dari serangan atau penindasan.

Kemudian dalam beberapa kasus tersebut ada yang ditangkap saat siaran. Sekitar 13 persen dari penduduk Amerika serikat adalah warga kulit hitam yang dimana hak-hak mendasar mereka tidak terpenuhi bahkan warga kulit hitam menahan diri mereka yang sering diperlakukan tidak adil terhadap kehidupan mereka.

Meski ada peringatan dan kecaman dari PBB, Trump justru akan menggunakan kekerasan untuk menumpas demonstran dan dia menolak peran presidensial tradisional dalam kerusuhan tersebut. Trump akan melakukan segala cara untuk menumpaskan demonstrasi bahka dengan pasukan militer pun. Sayangnya Dewan perwakilan PBB tidak mengambil langkah terhadap pelanggaran HAM di Amerika, karena lembaga ini hanya cukup mengecam dan memprotes kekerasan yang terjadi dari pelanggaran HAM yang dilakukan tersebut.

References

Amandar, I. (n.d.). Sejarah Rasisme Di Amerika. Retrieved from BOBOBOX:

https://www.bobobox.co.id/blog/sejarah-rasisme-di-amerika/

ichsan, s. (2020, june 19). Antara Rasisme di Amerika dan Kasus Rasisme di Indonesia. Retrieved from

Republika: https://republika.co.id/berita/qc5kcj483/antara-rasisme-di-amerika-dan-kasus-

rasisme-di-indonesia

ParsToday. (2020, june 04). Rasisme Struktural di Amerika dan Kecaman PBB. Retrieved from ParsToday:

https://parstoday.com/id/news/world-i81996-

rasisme_struktural_di_amerika_dan_kecaman_pbb

Sari, A. C. (2020, June 29). Kredibilitas Amerika di panggung dunia meredup akibat kisruh rasisme.

Namun, aktivisme warga Amerika melawan rasisme menjadi inspirasi. Retrieved from The

Conversation: https://theconversation.com/kredibilitas-amerika-di-panggung-dunia-meredup-

akibat-kisruh-rasisme-namun-aktivisme-warga-amerika-melawan-rasisme-menjadi-inspirasi-

141603

Tempo.co. (2020, june 15). 54 negara afrika desak dewan ham pbb bahas kasus george floyd. Retrieved

from Tempo.co: https://dunia.tempo.co/read/1353436/54-negara-afrika-desak-dewan-ham-

pbb-bahas-kasus-george-floyd/full&view=ok

Satrya Akbar
Mahasiswa UII Hubungan internasional
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.