Rabu, Maret 3, 2021

Generasi Putus Sekolah

Bandung dan Banjir Perkotaan #1

“Bandung itu Lautan Api bukan Lautan Air, Tuan” Tulisan ini adalah tulisan pertama. Tulisan yang kedua sila klik di sini. Banjir dan kerusakan area perkotaan...

Orde Baru, Prabowo dan Minang

Salah satu narasi politik yang tetap dianggap berpotensi “menganggu” elektabilitas capres Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres 2019 adalah narasi politik tentang (ancaman) bahaya laten...

Pasca Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden DK PBB

Indonesia dinobatkan sebagai presiden Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) pada 1 Mei lalu untuk sebulan kedepan. Hal ini membuat 'bargaining position' Indonesia di...

Dalil Eksistensialisme Sartre untuk Islam Jabariyah

Agama Islam dalam perkembangannya banyak ditafsirkan sesuai dengan pikiran dan pemahaman para pemeluknya. Apalagi pasca meninggalnya Rasul, interpretasi baru dalam memahami Islam pun bermunculan...
Yopi Makdori
Pengagum orang-orang yang berilmu | Mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman | Lingkar Cendekia

Desa Sukawera merupakan salah satu desa di pinggir Kabupaten Majalengka yang dekat dengan perbatasan wilayah Indramayu Selatan. Sebagian besar masayarakat di desa ini bermata pencaharian sebagai petani dan buruh kasar ke kota-kota besar.

Banyak dari penduduk di desa ini juga memilih untuk mencari penghasilan ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja dalam sektor informal.

Banyak anak-anak di desa ini dan desa-desa di wilayah Kecamatan Ligung dan sekitarnya mengalami kesulitan untuk mengakses pendidikan formal yang bermutu. Karena himpitan ekonomi, banyak anak-anak yang terpaksa putus sekolah dan lebih memilih untuk bekerja membantu orang tua.

Misalnya seperti yang dialami oleh Saroji (16), anak seorang buruh pembuat batako di Manado. Ia terpaksa harus menghentikan jenjang pendidikan formalnya karena keterbatasan biaya orang tuanya. Keadaan memaksanya untuk berhenti bersekolah sejak kelas satu SLTA. Jika ia bisa melanjutkan sekolah, saat ini ia menginjak kelas dua SLTA.

Sehari-hari ia mengangkut jerigen yang berisi air ke para tetangga yang memesan jasa angkut airnya. Wilayah Desa Sukawera memang dikenal memiliki sumber air yang dalam. Dan sebagian besar keluarga di sini masih sedikit memiliki pompa air, oleh karenanya bagi rumah-rumah yang tidak memiliki sumur yang dalam, maka saat musim kemarau seperti saat ini mereka mengandalkan jasa angkut air seperti Saroji.

Sekali angkut dengan sepeda pribadinya yang dapat memuat dua jerigen air dalam waktu sekitar 7 menitan ia diupah sebanyak Rp. 2500. Sehari rata-rata ia hanya mengantongi uang sebanyak Rp. 10.000. Baginya uang tersebut sudah sedikit membantu kuangan keluarganya.

Kisah lain juga dialami oleh Dedi (17), Dedi merupakan satu angkatan dengan Saroji. Mereka juga berasal dari satu sekolah, yakni MTS Negeri 3 Majalengka. Pasca lulus dari MTS tersebut, Dedi juga tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sama seperti Saroji, Dedi juga mengalami kesulitan dalam hal pembiayaan. Orang tuanya yang hanya berprofesi sebagai kuli bangunan memaksanya untuk rela harus putus sekolah.

Aktivitas kesehariannya diisi dengan membantu pekerjaan orang tuanya untuk mengurusi ternak kambing. Lima kambing milik orang tuanya tersebut setiap hari ia yang bertanggung jawab untuk memberinya rumput segar dari kebon. Mulai sekitar jam 9 hingga menjelang dzuhur ia mencari rumput untuk makan para ternak tersebut. Setelah itu, sekitar habis ashar hingga menjelang magrib ia juga kembali mencari rumput untuk dihidangkan kepada kelima kambing milik orang tuanya tersebut esok hari.

Risna (17) juga mengalami hal yang sama. Ia harus putus sekolah yang lagi-lagi terganjal masalah biaya. Gadis berkulit sawo matang ini dengan malu-malu mengungkapkan kepada penulis bahwa dirinya terpaksa putus sekolah karena kemampuan ekonomi keluarganya yang tidak mendukung. Ayahnya sudah tidak bekerja, kehidupan sehari-hari keluarganya ditopang oleh sang kakak yang bekerja di luar pulau.

Aktivitasnya hanya ia habiskan dengan membantu mengurusi berbagai tanggungjawab di rumah. Di usianya yang mestinya menginjak kelas tiga SLTA, ia terpaksa melepas status pelajarnya hanya gara-gara himpitan ekonomi.

Dukuh Asih Institut sebagai Oase di Tengah Padang

Hadirnya Dukuh Asih Institut (DAI) yang dulu bernama Dukuh Asih Learning Center (DALC) di desa ini seakan dapat memberikan hawah kesejukan di tengah-tengah padang gersang kebodohan karena faktor ekonomi.

Dukuh Asih Institut yang dimotori oleh Pak Asep (penulis biasa memanggilnya dengan “Kang Asep”) telah berjalan selama lebih dari 6 tahun. Sejak 2012, Pak Asep berusaha merangkul anak-anak di sini, baik yang masih sekolah maupun yang sudah putus sekolah untuk belajar berbagai ilmu dan keterampilan.

Baginya, hal ini adalah caranya untuk berjuang memerangi kebodohan. Anak-anak di DAI diberi berbagai keterampilan seperti public speaking, seni baca Al Quran, kutbah Jum’at, komputer, menulis, mengajar, broadcasting, bertani, berternak, dan berbagai keterampilan lainnya. Di DAI juga anak-anak diberi bekal ilmu agama dan juga ilmu-ilmu keduaniawian. Hal tersebut bertujuan membuat bekal ilmu yang dimiliki oleh anak-anak dapat seimbang.

DAI memliki alamat legkap di Dusun Dukuh Asih RT/RW 002/005, Desa Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. DAI merupakan langkah nyata dari Pak Asep dan kawan-kawannya untuk memerangi kebodohan, khususnya di wilayah Desa Sukawera, dan wilayah Kecamatan Ligung pada umumnya.

Yopi Makdori
Pengagum orang-orang yang berilmu | Mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman | Lingkar Cendekia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.