Minggu, April 11, 2021

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kewajiban Memilih dalam Negara Demokrasi

Pemilu serentak bulan April yang akan datang menjadi salah satu momentum penting bagi Indonesia untuk menentukan pemimpinnya dan nasib bangsa ini di masa yang...

Covid-19, Drama Korea dan Feminisme

Bagi remaja Indonesia, terutama yang masih jomblo, film Drama Korea atau sering disebut drakor seperti kehidupan surga yang selalu di damba-dambakan. Momen ketika si...

Pembubaran Parpol Politik Pengusul RUU HIP?

Masyarakat Indonesia kembali dibuat heboh dengan adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Pasalnya di dalam RUU HIP, dianggap membuka peluang agar masuknya...

Melawan dengan Tagar #CrazyRichSurabayan

Twitter diramaikan dengan tagar #CrazyRichSurabayan pada pertengahan September 2018. Barangkali guyon terhadap gaya hidup dan perilaku orang tajir Surabaya bisa ditafsirkan sebagai lucu-lucuan semata, namun...
agung prabono
Bimkemas A

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Namun bagaimana jika seseorang mengalami gangguan kesehatan dalam jiwanya atau mungkin kebanyakan orang menyebutnya dengan “gila”. Orang dengan gangguan seperti ini biasanya memiliki ciri umum yaitu, sering berbicara sendiri, bertingkah jauh berbeda dari kebiasaan orang pada umumnya, merasa susah beinteraksi dengan lingkungannya dan masih banyak lagi. Pada gangguan jiwa seseorang dapat dikategorikan menjadi dua, yakni:

  • ODMK (orang dengan masalah kejiwaan), adalah orang yang memiliki masalah fisik, mental, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa.
  • ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku dan perasaan yang telah termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Termasuk salah satunya adalah skizofrenia, yang merupakan gangguan jiwa dengan kategori berat pada bidang psikiatri. Skizofrenia masuk dalam kategori ke dua yakni ODGJ, gangguan jiwa berat adalah gangguan jiwa yang ditandai oleh terganggunya kemampuan menilai realitas atau tilikan (insight) yang buruk. gangguan ini biasanya memiliki gejala seperti, halusinasi, ilusi, waham (suatu keyakinan yang tidak rasional/tidak masuk akal), gangguan proses piker dan tingkah laku yang aneh.

Skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. Gangguan ini ditandai dengan gejala-gejala positif seperti pembicaraan kacau, delusi, halusinasi, gangguan kognitif dan persepsi; gejala-gejala negatif seperti avolition (menurunnya minat dan dorongan), berkurangnya keinginan bicara dan miskinnya isi pembicaraan, afek yang datar; serta terganggunya relasi personal (Arif, 2006). Pada gangguan ini terdapat gejala-gejala yang menimbulkan hendaya berat terhadap individu dalam berfikir dan memecahkan masalah, kehidupan afek dan menganggu relasi social.

Gangguan skizofrenia biasanya terjadi pada usia dewasa awal,rentan usia 15 – 24 tahun. Pada pria cenderung menderita Skizofrenia sedikit lebih awal dari pada perempuan, usia puncak onset pada pria 15-24 tahun, sedangkan wanita rentan pada usia 25-35 tahun. Insidensi Skizofrenia pada pria sedikit lebih besar dibandingkan dengan wanita. Insiden yang terjadi pada wanita lebih tinggi setelah usia mereka menginjak 30 tahun. Rata-rata usia yang menjadi awal gejala skizofrenia adalah 18 tahun pada pria dan 25 tahun pada wanita.

Menurut pedoman praktis diagnosis gangguan jiwa 3 (PPDGJ III), bahwa gangguan skizofrenia dibedakan menurut gejala-gejala khasnya menajadi 5 jenis, yaitu

  • Skizofrenia paranoid, adalah jenis yang paling sering muncul dengan gejala halusinasi dan delusi. Individu yang mengalami gangguan ini berperilaku tidak normal dan merasa bahwa dirinya sedang diawasi yang mengakibatkan mudah merasa marah, kesal, benci dan gelisah terhadap orang lain.
  • Skizofrenia katonik, pada jenis ini individu akan mengalami kecenderungan dalam bergerak, kadang selalu hiperaktif atau tidak bergerak sama sekali. Pada beberapa kasus bahkan individu dengan gangguan jenis ini tidak mau berbicara samasekali.
  • Skizofrenia tidak teratur, jenis ini yang berada pada kemungkinan kecil untuk disembuhkan. Sesuai dengan namanya jika individu dengan gangguan jenis ini ditandai dengan ucapan dan perilaku yang sulit diatur dan sulit untuk dipahami. Tertawa tanpa alasan dan merasa sibuk dengan dengan persepsi yang mereka miliki.
  • Skizofrenia diferentiatif, Skizofrenia jenis ini merupakan yang paling sering terjadi. Gejala yang ditimbulkan adalah kombinasi dari beragam subtipe dari skizofrenia lainnya.
  • Skizofrenia residual, pada pengidap skizofrenia residual biasanya tidak menunjukkan gejala umum dari gangguan skizofrenia seperti berkhayal, delusi, halusinasi, tidak jelas dalam berbicara maupun berperilaku. Mereka baru mendapat diagnosis mengalami skizofrenia residual setelah satu dari empat jenis skizofrenia lain telah terjadi.

Kurangnya perhatian dan pemahaman baik dari keluarga individu yang mengalami gangguan skizofrenia maupun lingkungan masyarakat yang menyebabkan dalam proses penyembuhan terhadap individu ini terasa sulit. Mereka juga cenderung menganggap bahwa gangguan ini berhubungan dengan hal-hal mistis. Gangguan skizofrenia bisa disembuhkan jika ditangani dengan baik dan benar serta dilakukan secara berkelanjutan, melakukan :

  • Pengobatan, sangat penting karena pengobatan ini mengendalikan penyakit gangguan ini. Obat gangguan skizofrenia dapat dilakukan secara oral (lewat mulut) jika pengidap ini mudah dikendalikan, dan bisa melalui suntikan jika pengidapnya sulit untuk dikendalikan. Beberapa obat antisikoptik generasi ke dua pada penderita skizofrenia meliputi, Aripiprazole, Asenapine, Brexpiprazole, Cariprazine dan lain-lain.
  • Psikoterapi, seperti terapi individual, terapi perilaku kognitif, terapi remediasi kognitif dan terapi lainnya.
  • Dukungan dari keluarga serta lingkungan tempat tinggal, pemahaman dari keluarga dan lingkungan yang mendalam terhadap gangguan skizofrenia. Bahwa gangguan ini tidak disebabkan pada gangguan mistis akan tetapi pada klinis atau kedokteran.

agung prabono
Bimkemas A
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.