Banner Uhamka
Rabu, September 30, 2020
Banner Uhamka

Game Online, Makanan Remaja Masa Kini

Timbunan Beras di Gudang-Gudang Bulog

Saat ada keributan di media sosial tentang Bulog tempo hari, mayoritas warganet memihak Bulog yang gudangnya penuh. Persoalan itu dibesar-besarkan pula. Bikin masyarakat lupa,...

Alumni Bergerak Hadang Demoralisasi Politik

Kelompok Intelektual menyeruak menampakkan dukungan kepada pasangan Jokowi - Kiai Ma'ruf di Pilpres 2019. Ya, ini adalah wujud tangung jawab moral ancaman demoralisasi politik. Apa...

DJP Online: Dukungan Atas Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Global

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian hutan adalah dengan menghemat penggunaan kertas. Langkah ini terbukti memberikan efek yang signifikan agar...

Mentradisikan Doa Bersama Lintas Kultur dan Agama

Perdebatan mengenai relasi negara dan agama, baik teori maupun praktik, memang tiada pernah habisnya. Diskursus ini terekam dalam sejarah lahirnya konsitusi. Konstitusi hadir untuk...
fajriah
Mahasiswa

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di era milenial saat ini sangatlah pesat mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan dan  pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Salah satu bentuk kecanggihan teknologi informasi adalah internet.

Internet adalah sebuah jaringan yang menghubungkan komputer satu sama lain yang menggunakan standar sistem global. Dengan adanya internet memberikan kemudahan bagi siapa saja, kapan saja, dan dimana saja untuk mencari, mengakses, serta mengembangkan segala sesuatu yang sifatnya informatif serta komunikatif.

Jumlah penggunaan internet di era milenial saat ini sangatlah besar. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan bahkan hampir semua kalangan usia bisa menikmati penggunaan internet. Namun, kebanyakan pengguna internet adalah anak-anak remaja.

Melalui internet ini, mereka dapat mengakses berbagai macam situs salah satunya yang paling di gandrungi oleh anak remaja zaman sekarang adalah Game online. Apa sih game online itu? Game online merupakan suatu permainan yang berbasis elektronik yang mana cara memainkannya harus membutuhkan jaringan internet.

Cara bermain game online ini sangat berbeda dengan permainan tradisional yang lebih banyak mengandalkan  tenaga untuk memainkannya. Game online ini justru cenderung menggunakan kemampuan otak untuk berpikir, serta kelincahan tangan terutama jari-jemari dalam mengotak-atik permainan.

Di zaman sekarang ini remaja cederung lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game online. Di Indonesia sendiri jumlah pengguna game online sudah belasan juta orang. Parahnya lagi mereka sampai kecanduan dan lupa waktu. Waktu yang seharusnya remaja gunakan untuk mengasah bakat dan belajar, justru mereka habiskan untuk bermain game online melalui gadgetnya.

Bagi mereka bermain Game online adalah hal yang sangat menarik dan menyenangkan karena mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga dalam memainkannya cukup dengan duduk ditempat sambil memainkan gadgetnya dan mereka pun bisa merasakan suatu permainan yang sangat seru. Tentunya hal tersebut sangat memberi  dampak besar bagi kehidupannya. Tidak hanya dampak positif tapi juga negatif.

Dampak negatif dari kecanduan game online ini remaja menjadi bermalas-malasan untuk melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Mereka kebanyakan melupakan waktu makan, waktu belajar, bahkan waktu tidur mereka relakan hanya untuk bermain game online. Game online telah merubah pola hidup anak remaja,  yang mana siang dijadikan malam dan malam dijadikan siang.

Remaja zaman sekarang ini benar-benar sudah diperbudak oleh game online. Tentu semua itu akan berpengaruh terhadap proses belajar mereka di sekolah. Tidak hanya itu, bermain game online yang terlalu lama dan sering juga sangat berpengaruh bagi kesehatan seperti kerusakan pada mata karena terlalu sering memandang gadgetnya, dapat menimbulkan penyakit susah tidur, sakit kepala, dan masih banyak lagi.

Selain itu, terlalu seringnya seorang remaja bermain game online juga bisa memengaruhi kejiwaan remaja tersebut yaitu timbulnya stress dan emosi yang berlebih karena terlalu mendalami permainan dan menganggapnya begitu serius. Lebih parahnya lagi seorang remaja bisa saja melakukan tindakan kriminal akibat meniru game online yang mereka mainkan. Mereka yang telah kecanduan game menjadi tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka menjadi bersifat individualis dan malas bermain dengan anak seusianya karena dianggapnya game online lebih seru.

Sebenarnya game online ini tidak selalu bersifat negatif ada juga sisi positifnya jika pengguna game online bijak dalam menggunakannya yaitu tidak terlalu berlebihan dalam bermain dan memainkan dengan waktu sewajarnya saja misal untuk mengisi kejenuhan, kepenatan, rasa bosan dengan memainkan game mungkin bisa menghilangkan penat dan stress.

Akan tetapi, karena jumlah pengguna game online ini terlalu banyak maka perlu adanya tindakan untuk mencegah agar para pengguna game online tidak kecanduan.

Untuk mencegah terjadinya kecanduan terhadap game online di kalangan remaja perlu adanya kepedulian dari pihak keluarga, sekolah, dan juga pemerintah. Dari keluarga, khususnya orang tua bisa memberikan batasan waktu terhadap anaknya dalam menggunakan gadgetnya untuk bermain game.

Orang tua harus selalu memberi pengawasan terhadap tingkah laku dan juga kegiatan yang dilakukan anaknya baik didalam maupun diluar rumah. Sekolah juga harus mempunyai kepedulian terhadap para anak didiknya supaya tidak kecanduan game online yang akan mengganggu kegiatan belajar mereka di sekolah.

Sekolah bisa mengadakan sosialisasi untuk memberikan pengarahan mengenai internet terutama dampak-dampak dari penggunaan game online. Tidak hanya itu sekolah juga harus membangun komunikasi yang baik dengan para siswa-siswinya agar mereka dapat memanfaatkan internet untuk hal yang lebih bermanfaat.

Selain itu, pemerintah juga harus peduli terhadap remaja di zaman sekarang ini. Agar mereka tidak kecanduan dengan game online, pemerintah bisa memberikan sebuah wadah atau tempat bagi anak remaja untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka tanpa melibatkan internet.

Pemerintah bisa membuka tempat yang di dalamnya hanya berisi permainan tradisional yang dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia, sehingga mereka bisa mengenal permainan-permainan zaman dahulu dan melestarikannya. Dengan adanya kepedulian dari pihak keluarga, sekolah, serta pemerintah setidaknya dapat mengurangi jumlah kecanduan game online di kalangan remaja khususnya di Indonesia.

fajriah
Mahasiswa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

Optimasi Peran Wakil Rakyat di Tengah Pandemi

Mengutip pendapat Cicero dalam Phoebe E. Arde-Acquah (2015), terdapat sebuah adagium hukum yang menyatakan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Secara konstitusional, adagium hukum...

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.