Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Gadget sebagai Sumber Pendidikan | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Gadget sebagai Sumber Pendidikan

RA Kartini Menangis, Kenapa?

Euforia peringatan hari Kartini setiap tanggal 21 April selalu menggelegar di langit Indonesia. Seluruh kaum perempuan dari Sabang sampai Merauke bersuka cita merayakan spirit...

Hubungan antara Agama dan Gerakan Feminis

Kemunculan  gerakan feminis telah menjadi babak baru dalam sejarah umat manusia tentang arti penting kesetaraan dan menghapus segala macam penindasan yang menghubungkan  relasi antara...

Merekat Persatuan dalam Kebhinekaan

Jauh sebelum Indonesia merdeka, bangsa kita telah hidup rukun dan tenteram dalam kebersamaan yang bernuansa keberagaman. Bhinneka Tunggal Ika, yang sekarang menjadi semboyan bangsa...

Ramadhan, Momen Bertoleransi

Dalam beberapa hari lagi, kaum muslim akan menyambut bulan Ramadhan. Bulan yang sangat dinanti-nanti oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia itu menyimpan banyak...
Nur Jannah
Penulis

Bicara masalah pendidikan tak lepas dari pengetahuan. Karena, apa pun pendidikan itu pasti terkait dengan ilmu pengetahuan. Namun, bagaimana dan seperti apa perolehannya? Terkadang tidak pernah kita sadari.

Di sini, saya akan membahas mengenai gadget. Hampir seluruh manusia di muka bumi ini sudah mengenal gadget. Tidak pandang bulu, baik itu anak-anak, remaja, bahkan orang tua sekalipun, memiliki gadget.

Anak-anak lebih sering di rumah main game dari pada main di luar dengan teman sebayanya. Orang tua yang tidak mengerti akan efek yang dialami anak, malah orang tua itu senang anaknya di rumah ketimbang bermain dengan teman-temannya. Banyak orang tua yang sering mengabaikan anaknya hanya karena asyik bermain gadget.

Mulai dari urusan pekerjaan, update status bahkan sepelenya, hanya ingin mengecek sosial media agar tetap eksis. Tanpa di sadari, kebiasaan tersebut justru membuat dampak yang sangat buruk bagi tumbuh-kembang sang anak. Bahkan, anak pun pada akhirnya akan melihat apa yang dilakukan orang tuanya dan menjadi ketergantungan dengan gadget. Karena pada dasarnya, kecil kemungkinan seorang anak bisa kecanduan Screen Time apabila orang tuanya bijak menggunakan gadget.

Ada dua faktor yang menyebabkan anak-anak ketagihan berlama-lama di depan gadget. Pertama karena orang tua yang tidak sadar mengabaikan anak akibat sibuk dalam dunia layar elektroniknya, dan kedua orang tua yang kurang memahami bahaya paparan layar elektronik, jelas Elizaberth Santosa, psikologi anak yang hadir dalam diskusi buku “Sreen Time” di jakarta.

Namun, lanjut Elzaberth,semua kembali pada kebijakan dari orang tua masing-masing. Dengan memberikan perhatian lebih kepada anak dan gunakan gadget dengan bijak, tentu hal itu bisa dicegah sehingga anak tidak kecanduan gadget, paparkan Elizaberth.

Tidak jarang Gadget membuat orang malas melakukan aktivitas di luar rumah. Anak yang asik bermain dengan Gadget besar kemungkinan berdampak pada nilai rapor. Karena, lebih sering melihat Gadget di banding dengan buku pelajarannya. Kemudian remaja, pada saat ini dimana-mana anak remaja pada sibuk chat-chat an dan selfi-selfi dikelas. Apapun kegiatan semuanya malah di upload. Namun, Gadget ada juga positifnya, tapi jika penggunanya memakai ataupun menggunakannya dengan baik.

Berbicara mengenai perubahan, perubahan merupakan sesuatu yang unik karena perubahan-perubahan yang terjadi dalam berbagai kehidupan itu berbeda-beda dan tidak bisa di samakan,walaupun memiliki beberapa persamaan dalam prosesnya. Menurut Brian Clegg, perubahan merupakan suatu kekuatan yang sangat hebat, yang dapat memotivasi atau mendemotivasi.

Menurut A. Susanto, perubahan adalah keniscayaan yang menyertai kehidupan, dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja. Saya membahas lagi mengenai perubahan yang dibawa oleh Gadget. Mengenai pendidikan, jauh sebelum adanya Gadget orang dalam memperoleh ilmu itu sulit, apalagi kalau harus mencari buku yang terkait mengenai materi atau pelajaran yang di bahas, sangat jarang untuk ditemukan.

Tapi dengan adanya Gadget semua menjadi mudah apapun yang dicari melalui Gadget mendapatkan solusi dengan cepat. Pada abad 21 Gadget sudah menjadi sumber belajar bagi para pelajar terutama bagi Mahasiswa atau Mahasiswi, dengan adanya Gadget pelajar tidak harus susah payah untuk ke perpustakaan mencari referensi cukup dengan jari semua yang di cari sudah mudah untuk di dapatkan. Hampir  keseluruhan mengenai pelajaran semua sudah tersedia di dalam Gadget.

Gadget merupakan sebuah inovasi dari teknologi terbaru dengan kemampuan yang telah baik dan fitur terbaru yang memiliki tujuan atau fungsi yang lebih praktis dan lebih berguna. Seiring perkembangan pengertian gadget pun menjadi berkembang yang sering kali menganggap smartphone adalah sebuah  gadget dan juga teknologi komputer ataupun laptop telah di luncurkan produk baru juga di anggap sebagai gadget.

Fungsi gadget adalah untuk mengubah sesuatu menjadi hal yang dibutuhkan oleh manusia. Gadget yang selalu digunakan oleh pelajar dapat memengaruhi prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat terjadi jika pelajar tidak bisa menghindari penyalahgunaan gadget. Maka dari itu, pelajar melakukan tindakan untuk menghindari penyalahgunaan gadget. Penggunaan gadget yang terus menerus tidak hanya berdamak positif terhadap pelajar, namun juga dapat berdampak negatif.

Diantara lain dampak positifnya yaitu mempermudah komunikasi, menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi, memperluas jaringan persahabatan. Selain itu dampak negatifnya adalah walaupun memberikan begitu banyak bagi pemakainya, jika tidak bijak dalam penggunaannya, gadget bisa memberikan kerugian.

Manfaat gadget bagi pelajar adalah dapat mempermudah komunikasi, menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi, dapat mempermudah dalam mencari hiburan. Manfaat gadget di bidang pendidikan dapat memberikan siswa/pelajar memiliki akses yang mudah terhadap pengetahuan.

Tentu saja hal tersebut dapat mendukung dunia pendidikan. Siswa saat ini memiliki akses berbagai sumber mulai dari diagram, artikel, esai, dan informasi akademik lainnya yang dapat meningkatkan prestasi siswa/pelajar dalam kelas. Demikian.

 

 

Nur Jannah
Penulis
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.