Jumat, Februari 26, 2021

Filsafat Ilmu: Manusia Berilmu Manusia Berfilsafat

Buah Hati Ahok dan Kisah Hukuman Arjuna

Kabar baik datang dari keluarga Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang sekarang menjabat sebagai salah satu komisaris...

Kopi Jum'at Semangat

Kopi Jum'at SemangatOleh : Widdy Apriandi(Penulis adalah Pegiat Kopi Tanah Air Sekaligus Founder Kedai Kopi "Bandit" - Purwakarta)Eits, ngopi dulu kita! Biar ngga ngantuk...

Protes Cucu Hatta dan Pelajaran yang Bisa Diambil

Belum lama ini terdengar protes dari cucu Mohammad Hatta, Gustika Fardani Jusuf Hatta, terhadap Koordinator Juru Bicara Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, lantaran Dahnil...

Polarisasi Publik Terhadap Branding Politik

Di awal tahun 2019 ini suhu politik tanah air langsung panas akibat kontestasi politik yang semakin ramai digaungkan dengan tujuan untuk saling menjatuhkan demi...
Sasa Ramadhanty
State Jakarta Uni’16. Author at Geotimes.id. Chinese Language Tutor/Teacher. Freelance MC/Presenter. Fashion Model. 📩 Reach me at sasaramadhanty@gmail.com

Sebagai makhluk yang berakal, manusia selalu diliputi oleh hasrat ingin tahu. Semakin kuat hasrat ingin tahu manusia, maka semakin banyak pengetahuannya. Proses mengumpulkan pengetahuan adalah suatu proses belajar yang dilakukan oleh manusia sejak usia dini sampai saat ia meninggal dunia.

Berbagai pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar yang dilakukan manusia membuat manusia mampu membuka rahasia alam yang ada di balik struktur yang tersembunyi. Selanjutnya, manusia menyusun berbagai pengetahuan tersebut ke dalam suatu bentuk terstruktur yang terdiri dari konsep-konsep, prinsip-prinsip, proposisi-proposisi, dan teori-teori yang berkaitan dengan struktur alam tertentu, yang pada tahap selanjutnya disebut ilmu.

Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia, yang terdiri dari dua suku kata yaitu philos dan sophia. Philos berarti cinta dan sophia berarti kebijaksanaan. Oleh sebab itu, secara etimologis filsafat berarti “love of wisdom”. Dalam bahasa Arab, filsafat disebut dengan kata falsafah, yang saat ini menjadi kata dalam bahasa Indonesia.

Filsafat pada hakikatnya berkaitan dengan cara mencari kebenaran yang menjadi pemicu manusia berpikir, melakukan pengamatan dan berbagai penelitian. Berfilsafat dapat diartikan melakukan kegiatan berpikir secara menyeluruh, mendasar, dan spekulatif (Yuyun S. Sumantri, 1998: 20).

Kata ilmu berasal dari bahasa Arab yaitu “alima, ya’lamu, ‘ilman” yang berarti mengerti, memahami benar-benar. Menurut KBBI, ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu dibidang pengetahuan.

Filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan, objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat pengetahuan yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu atau pengetahuan ilmiah.

Filsafat ilmu menurut Mohar seperti yang dikutip oleh Andi Hakim Nasoetion (1999: 27) ialah suatu usaha akal manusia yang teratur dan taat asas menuju penemuan keterangan tentang pengetahuan yang benar. Sasaran filsafat ilmu adalah mengadakan penataan dan pengetahuan atas dasar asas-asas yang dapat menerangkan terjadinya ilmu pengetahuan.

Dalam melakukan penataan dan pengorganisasian ilmu, filsafat ilmu pertama-tama berusaha menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam penelitian ilmiah yaitu: prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola argumentasi, metode penyajian dan penghitungan, asumsi-asumsi metafisika dan seterusnya. Kemudian mengevaluasi dasar-dasar validitasnya berdasarkan sudut pandang logika formal, dan metodologi praktis.

Ilmu akan mengikuti perubahan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan yang lama. Pengetahuan yang lama nantinya akan menjadi tumpu untuk mencari pengetahuan yang baru.

Dalam perkembangannya, arah pandangan dari filsafat ilmu pada strategi pengembangan ilmu menyangkut etik dan heuristikbahkan sampai ke dimensi kebudayaan. Hal ini bertujuan tidak hanya menangkap kegunaan dan kemanfaatan ilmu, tetapi juga makna bagi kehidupan manusia.

Oleh karena itu, perenungan kembali tentang hakikat dan ilmu pengetahuan sangat diperlukan, bahkan implikasinya ke bidang-bidang kajian lain. Dengan adanya renungan yang mendasar, dapat mengantarkan seseorang untuk masuk ke dalam kawasan filsafat. Dengan filsafat ilmu, seseorang akan terdorong untuk memahami kekuatan serta keterbatasan metode, logika dan lain-lain serta akan lebih mudah untuk menangkap ide dan konsep untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk teori, jasa atau produk yang dapat dihasilkan.

Sasa Ramadhanty
State Jakarta Uni’16. Author at Geotimes.id. Chinese Language Tutor/Teacher. Freelance MC/Presenter. Fashion Model. 📩 Reach me at sasaramadhanty@gmail.com
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.