Sabtu, Oktober 24, 2020

Fenomena Hoaks di Media Sosial

Arti Karakter Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal

Kearifan lokal terdiri dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan, dan lokal (local) atau setempat. Jadi arti kearifan lokal secara sederhana bias dipahami...

Indonesia Kita Tetap Baik-Baik Saja ke Depannya

Hingga hari ini, sekira satu bulan berlalu setelah bencana gempa dan tsunami menimpa saudara-saudara kita yang ada di Sulawesi Tengah, dan dua bulan lamanya...

Wajah dakwah di media sosial

Di era media sosial sekarang ini, rasanya tak perlu susah payah pergi ke seorang ustadz atau guru untuk belajar ilmu agama. Barangkali juga bukan...

Meninjau Kembali Mobile Application untuk Anak

Saat ini, terdapat banyak aplikasi digital yang telah dikembangkan khusus untuk anak. Selain ‘aman’ dan menyenangkan, aplikasi tersebut baik untuk perkembangan kognitif anak. Namun,...
Suryati Ningsih
Alumni SMAN 1 Cibinong Bogor

Kabar Hoaks atau berita palsu akhir-akhir ini demikian marak di media. Media yang satu ini dibilang baru sebagai tempat penyebar hoaks. Bukan lagi di media visiual televisi, media massa koran ataupun media radio melainkan media baru yaitu media sosial.

Media sosial seperti facebook, twitter, Whatsapp. Line dan media sosial lainnya kini menjadi tempat asyik menyebarkan hoaks bagi sebagian masyarakat. Hoaks yang disebar tidak peduli merugikan orang lain atau tidak yang penting bisa menyebarkan hoaks menjadi fenomena tersendiri bagi masyarakat.

Kabar hoaks atau  berita palsu yang disebar lewat media sosial seakan menjadi kepuasan tersendiri bagi pelakunya setelah menyebar hoaks .Hoaks memang unik dan menarik setelah hoaks itu tersebar luas di media sosial hingga menimbulkan  kehebohan  di masyarakat .

Hoaks itu muncul akibat ulah dari pengguna mediasosial sendiri sehingga tak heran sumber utama  hoaks sebagian besar berasal  dari media sosial.Pengguna media sosial saat ini di wilayah Indonesia kian hari kian merajalela dan menjamur  .Hampir sebagian besar penduduk Indonesia pengguna media sosial  hingga tak heran fenomena hoaks dimedia sosial demikian marak.

Fenomena hoaks di media sosial akhir- akhir ini memang demikian marak membuat pengguna media sosial pun menjadikan media sosial sebagai kegiatan rutinitas dalam kehidupan sehari- hari .Banyak kegiatan masyarakat tak lagi dilakukan secara langsung. Cukup dengan media sosial atau secara online lebih efektif dan cara ini dipandang sebagian masyarakat cepat dan memakan waktu relatif singkat.

Iisi menarik dari hoaks adalah dibuat secara sengaja dan sistematis oleh seseorang dengan tujuan tertentu seperti meningkatkan popularitas yang awalnya tidak terkenal kini sejak hoaks menjadi terkenal, mendapat kekuasaan  setelah menjatuhkan reputasi seseorang setelah menyebarkan hoaks, mencemarkan nama bailk dan lainnya. Menariknya hoaks tersebut dibuat dan disebar tanpa sepengetahuan pihak yang terkait hingga terkadang menimbulkan spekulasi dan pro-kontra dikalangan masyarakat.

Media sosial sering kali dijadikan wadah,sarana ,tempat untuk menyebarkan hoaks . Lantaran biaya,ongkosnya demikian murah dibanding baliho atau media lainnya yang membutuhkan biaya besar.Fenomena hoaks dimedia sosial demikian marak pasalnya pelaku terkadang memakai nama – nama yang terkenal seperti pejabat,artis ,tokoh yang dianggap mampu menarik banyak orang supaya percaya hoaks yang dibuat .

Di sisi lain kabar hoaks atau berita palsu mudah tersebar di media sosial akibat dari antara lain informasi yang tersebar ke masyarakat tak tersaring dengan baik kemudian diperburuk dengan hilangnya etika saat menyampaikan pendapat di media sosial membuat hoaks makin merajalela.

Sekarang ini terkadang  banyak orang tak berfikir panjang  dampak negatif membuat,penyebar berita hoaks  yang dibuatnya sendiri yaitu pembuat berita hoaks atau berita bohong bisa dijerat pasal berlapis dipenjara dan denda bila terbukti bersalah. Fenomena hoaks di media sosial tak terjadi bila para pengguna media sosial itu bijak dalam menggunakan media sosial

Suryati Ningsih
Alumni SMAN 1 Cibinong Bogor
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis dunia usaha. Dari pasar, proses bisnis, sumber pendanaan, konsumen, tenaga kerja, tempat kerja, hingga cara bekerja, semuanya berubah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Bisnis di Indonesia

Sejak COVID-19 memasuki wilayah Indonesia pada Maret 2020, pemerintah mencanangkan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alih-alih menerapkan lockdown. PSBB itu sendiri berlangsung selama...

Disrupsi Perbankan Perspektif Ekonomi Islam

Disrupsi berasal dari bahasa inggris disruption yang memiliki arti sebagai: gangguan, kekacauan atau permasalahan yang kemudian mengganggu aktivitas, peristiwa ataupun proses. Sedangkan inovasi disruptif yaitu...

Pesan untuk Para Pemimpin dari Imam Al Ghazali

Dalam Islam, pemimpin mempunyai banyak istilah, di antaranya, rain, syekh, imam, umara’, kaum, wali, dan khalifah. Istilah rain merupakan arti pemimpin yang merujuk pada...

Gerakan Mahasiswa, Belum Beranjak dari Utopia?

Sampai hari ini retorika gerakan mahasiswa agaknya belum beranjak dari utopia yang meyakini perannya sebagai agen revolusioner yang mendorong perubahan. Sering kali retorika tersebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Gerakan Mahasiswa, Belum Beranjak dari Utopia?

Sampai hari ini retorika gerakan mahasiswa agaknya belum beranjak dari utopia yang meyakini perannya sebagai agen revolusioner yang mendorong perubahan. Sering kali retorika tersebut...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.