Minggu, Oktober 25, 2020

Fantasi Komunal Tim Prabowo?

Merawat Toleransi dari Pulau Bali

Konon katanya Indonesia merupakan negara majemuk yang paling demokratis, bahkan bagi para intelektual Muslim moderat seperti Nur Cholis Majid dan KH. Abdurrahman Wahid, tidak...

Pandangan Islam Tentang Monopoli dan Etika Pasar Bebas

Monopoli  adalah  suatu keadaan pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja yang yang menguasai. Perusahaan tersebut menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti (substitusi)...

Jika Terbukti #2019GantiPresiden Makar, Tangkap Pelakunya!

Jika terbukti benar, meyakinkan dan sah secara hukum bahwa gerakan deklarasi #2019GantiPresiden merupakan tindakan makar yang sengaja direncanakan secara sistematis oleh segerombolan oknum tertentu,...

Logistik Halal untuk Indonesia

Saya sering mendapatkan pertanyaan, kenapa perusahaan logistik harus sertifikasi halal? Apanya yang harus di halalkan?Sertifikasi halal untuk logistik bertujuan untuk menjamin produk yang halal...
mia abz
Pegiat Literos yang masih menjadi mahasiswi magister ilmu komunikasi Universitas Diponegoro

Beberapa pekan terakhir ini, negara kita banyak dirundung masalah. Dari hoax politik sampai rekapitulasi surat suara yang tak kunjung selesai. Yang paling fantastatis adalah aksi klaim kemenangan dari kubu paslon capres dan cawapres. Rasanya, media kita memang tidak akan pernah kehabisan bahan untuk mengghibahkan sesuatu.

Sebenarnya, apabila kita perhatikan dengan seksama, semua kericuhan yang sedang kita lihat hari ini memiliki satu akar masalah yang sama. Bahwa masyarakat Indonesia memiliki daya fantasi yang sangat tinggi. Bagaimana penjelasannya?

Fantasi a la Slavoj Zizek

Dalam buku Manusia Politik yang ditulis oleh Robertus Robet, ia mencontohkan gap antara realitas yang simbolik dengan yang riil (antogonisme) menggunakan cerita perumpamaan. Dikisahkan ada seorang mandor yang mencurigai salah seorang buruhnya mencuri di tempat kerja.

Berdasarkan kecurigaannya tersebut, setiap petang menjelang jam usai kerja, ia selalu memeriksa tas si buruh. Berhari-hari ia lakukan, namun tak kunjung mendapati barang curian di dalam tasnya. Bukannya berhenti curiga, ia malah berpikir jangan-jangan tas itulah barang curiannya.

Cerita perumpamaan tersebut seketika menjadi tidak asing bagi kita, rasa-rasanya mirip dengan cerita yang lain di media hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa ada ideologi yang berakar pada fantasi menciptakan afirmasi gap yang dalam, sehingga membentuk kesenjangan antara realitas-yang-simbolik dengan yang-riil. Fantasi adalah sebuah imej di dalam benak seseorang mengenai harapan dan cita-citanya dan bayangan apa yang akan terjadi.

Fantasi kemenangan pihak politik yang tidak terlihat hilalnya pada akhirnya justru menyalahkan penyelenggara pemilu karena apa yang di angannya tidak tercapai. Ada keyakinan yang lahir dari angan-angan sehingga ketika hal tersebut tidak tercapai, ia justru mengkonstruksi realitas yang mirip dengan angannya yang sangat jauh dengan kenyataannya.

Realitas yang simbolik ada selama ideologi ada, karena realitas itu sendiri merupakan presentasi dari yang tak pernah lengkap dari upaya untuk merumuskan yang-riil. Semakin jauh gap antara yang riil dengan ideologi yang tumbuh dari fantasi, maka ia akan mengkonstruk realitas semakin menjulang tinggi.

Tema Fantasi Berkomunikasi

Apakah fantasi bisa dilakukan bersama-sama? Menurut Ernest Bormann dkk dalam teori fantasy-theme analysis, bahwa individu dalam kelompok datang membangun realitas-bersama melalui komunikasi untuk menghidupkan realitas “fantasi” individu.

Yang kemudian, konstruk realitas bersama tersebut dipandu oleh cerita-cerita yang mencerminkan bagaimana segala sesuatu yang “mestinya” diyakini. Pada hakikatnya fantasi berfungsi positif bagi kelompok untuk menyamakan cita-cita dan menanamkan motivasi bersama.

Halu, kata orang kekinian, bisa menimpa sekelompok orang. Ideologi, mimpi, dan fantasi yang sama terus menerus dipupuk dalam pertemuan-pertemuan, sehingga menjadi cita-cita bersama.

Fantasi dibuat dalam interaksi simbolis dalam kelompok-kelompok kecil, dan mereka berantai dari orang ke orang dan kelompok ke kelompok untuk menciptakan worldview bersama. Kubu politik membangun fantasi ini melalui interaksi di media digital, melahirkan kelompok-kelompok yang jumlahnya tidak terbendung lagi. Membuat trending tagar adalah bagian dari menciptakan worldview, menyebar halu secara luas.

Ciri dari fantasi komunal adalah ada bahan-bahan untuk membangun konstruksi drama (pandangan realitas) yang diciptakan oleh suatu kelompok. Bahan untuk membangun konstruksi tersebut adalah tokoh-tokoh, alur cerita, adegan, dan yang melegitimasi cerita.

Katakanlah, tokoh-tokohnya adalah capres-cawapres yang memiliki karakter ambisius, alur ceritanya adalah perjuangan yang tak kunjung bersambut karena disabotase, adegannya adalah pekikan kemenangan dan tudingan kecurangan, dan yang melegitimasinya adalah kelompok pemenangan.

Penutup

Tulisan ini cukup keras menuding salah satu pihak. Butuh keterbukaan pikiran dan penerimaan bahwa ini semua hanya diakibatkan oleh fantasi, dan realitas yang digaungkan sebagai yang-riil hanyalah konstruksi yang dibangun karena tidak tercapainya angan-angan.

Begitupun butuh keterbukaan pikiran dan penerimanaan yang lapang dada untuk menerima kekalahan. Bahwa semua yang telah dilakukan telah diprediksi oleh teori-teori, oleh Zizek, Bormann, John Cragan dan Donald Shields.

mia abz
Pegiat Literos yang masih menjadi mahasiswi magister ilmu komunikasi Universitas Diponegoro
Berita sebelumnyaGolput yang Melempem
Berita berikutnyaAntara Yakin dan Ragu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

Lelaki Dilarang Pakai Skin Care, Kata Siapa?

Kamu tahu penyakit lelaki: mau menunjukkan kegagahan! (Ayu Utami, Maya) Sering kali, drama dari negeri ginseng menampilkan para aktor maskulin dengan wajah glowing (bersinar) yang menggunakan skin care (perawatan kulit...

Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis dunia usaha. Dari pasar, proses bisnis, sumber pendanaan, konsumen, tenaga kerja, tempat kerja, hingga cara bekerja, semuanya berubah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Bisnis di Indonesia

Sejak COVID-19 memasuki wilayah Indonesia pada Maret 2020, pemerintah mencanangkan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alih-alih menerapkan lockdown. PSBB itu sendiri berlangsung selama...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Memperkuat Peran Politik Masyarakat

Salah satu kegagalan konsolidasi demokrasi elektoral adalah tidak terwujudnya pemilih yang cerdas dalam membuat keputusan di hari pemilihan. Menghasilkan pemilih cerdas dalam pemilu tentu...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.