Banner Uhamka
Rabu, September 30, 2020
Banner Uhamka

Fakta Pelaksanaan Fintech Syariah Di Indonesia

Heroisme Joni dan Peran Masyarakat Milenial

Yohanes Ande Kala Marcal Lau yang  akrab disapa Joni, remaja kelas VII SMP di Kabupaten Belu, NTT, lewat aksi heroiknya mengundang decak kagum warganet seantero...

Bagaimana Perjuangan Buruh Saat Ini

Tepat pada tanggal 1 Mei kemarin kita memperingati Hari Buruh Nasional. Namun tahukah jika Hari Buruh yang hampir diperingati setiap tanggal 1 Mei ini...

Pilkada Jatim dan Nasib Orang Pulau

Sebelumnya mohon maaf, atas keterlambatan dalam merumuskan bentuk kritikan, kami terlalu leha, woles, kurang uptudate dengan informasi kontemporer dan klasik sehingga banyak sekali yang...

Sampai Kapan Lenyap dari Perhatian Publik?

Problematika tentang hak hidup, perebutan ruang, dan isu lingkungan terus bertahan dan berlipat ganda. Jika kita telisik lebih dalam lagi, problem hak hidup, perebutan...
Della Azzahra
mahasiswa binus

Financial Technology (fintech) adalah salah satu bentuk penerapan teknologi informasi di bidang ekonomi. Financial technology (fintech) merupakan inovasi layanan keuangan dengan menggunakan teknologi agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses produk dan layanan keuangan serta melemahkan barrier to entry.

Perkembangan yang pesat membentuk adanya ketentuan baru yang di tetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan munculnya regulasi tentang fintech, di himbau agar perusahaan yang bergerak dalam fintech dapat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Perusahaan penyelenggara fintech telah banyak berdiri di Indonesia dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Namun hanya beberapa perusahaan yang telah resmi terdaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Perusahaan fintech yang terdaftar dan dipisahkan dengan beberapa kategori menurut Bank Indonesia antara lain sistem pembayaran, pendukung pasar, manajemen investasi dan manajemen resiko, pinjaman, pembiayaan dan penyedian modal, dan jasa financial lainnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan regulasi FinTech yaitu Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tanggal 29 Desember 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.

Financial Technology (fintech) tidak hanya bergerak dalam perusahaan fintech konvensional. Namun, terdapat fintech syariah. Fintech syariah bergerak sesuai dengan ketetuan dan keberlakuan dalam perbankan syariah.

Kegiatan fintech syariah terdapat perbedaan yang signifikan dengan fintech syariah. Perbedaan dapat di lihat dari ketentuan dalam pelaksanaan transaksi yang di lakukan. Dengan demikian fintech syariah dapat di katakan bahwa keteraturan yang di tetapkan dapat di lihat berdasarkan pada ketentuan perbankan syariah.

Sistem keuangan syariah merupakan sistem keuangan yang menjembatani antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki kelebihan dana melalui produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Seluruh transaksi yang terjadi dalam kegiatan keuangan syariah harus dilaksanakan berdasarkan prinsip syariah.

Prinsip syariah adalah prinsip yang didasarkan kepada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam konteks Indonesia, prinsip syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan dan keuangan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah. Sistem keuangan syariah didasari oleh dua prinsip utama, yaitu prinsip syar’i dan prinsip tabi’i.

Fintech Syariah adalah kombinasi, inovasi yang ada dalam bidang keuangan dan teknologi yang memudahkan proses transaksi dan investasi berdasarkan nilai-nilai syariah.

Dalam fintech  belum ada peraturan khusus untuk FinTech syariah, namun beberapa startup sudah mulai bermunculan. Dengan begitu dapat di lihat bahwa, fintech di Indonesia berkembang dengan sangat pesat namun belum banyaknya orang yang mengetahui tentang fintech itu sendiri.

Begitu pula dengan fintech syariahnya. Kurangnya pemahaman terhadap masyarakat mengenai fintech membuat industri ini kurang dapat menguasai pasar. Pemahaman masyarakat yang berpikir bahwa fintech sama seperti perbankan membuat masyarakat itu sendiri lebih memilih tetap berada di perbankan dari pada mencoba layanan yang baru di industri fintech.

Della Azzahra
mahasiswa binus
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

Optimasi Peran Wakil Rakyat di Tengah Pandemi

Mengutip pendapat Cicero dalam Phoebe E. Arde-Acquah (2015), terdapat sebuah adagium hukum yang menyatakan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Secara konstitusional, adagium hukum...

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.