Selasa, Maret 2, 2021

Etika dan Bisnis dalam Dunia Modern

Fahri Hamzah Adalah Kebanggaan Indonesia

Beberapa waktu yang lalu jagat twitter diramaikan dengan twitwar yang melibatkan antara politisi muda berbakat bernama Tsamara Amany dan Wakil Ketua DPR Indonesia bernama...

Ekonomi, Kearifan, dan Perdamaian

Mungkinkah perdamaian dirajut dari kemakmuran? Bisakah pendapatan yang tinggi memicu perdamaian? Tentu jawabannya relatif. Tak selamanya kemakmuran mendorong perdamaian, dan begitu sebaliknya. Artinya, tak...

Hidup Mahasiswa, Hidup Aksi Massa!

Jika aksi 98 dipuja-puji dan memuat banyak romantisme. Aksi mahasiswa beberapa hari ini menuai pro dan kontra. Mahasiswa turun ke jalan menolak UU yang...

Bahasa Indonesia, Riwayatmu Kini

Jika kita membaca UUD 1945 Pasal 36 Bab XV, di sana tercantum bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara kita tercinta, Indonesia. Artinya, bahasa...
Khoirul Anhar
Mahasiswa IAIN Jember

Etika dan Bisnis dalam Dunia Modern

            Dari waktu ke waktu cara seorang bussines dalam berbisnis telah begitu cepat mengalami banyak perubahan, baik dalam hal promosi, pemasaran, dan juga etika yang di pakai seorang pembisnis untuk menarik seseorang (mitra) yang mau bekerja sama dengannya. Dalam pembahasan kali ini saya ingin membicarakan terkait Bisnis dan Etika dalam Dunia Modern, sebelum saya membahas terkait judul ini, saya ingin mengenalkan beberapa pengertian :

  • Bisnis

Bisnis secara bahasa adalah organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang, jasa, atau keduanya dengan pelanggan. Dalam imu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa inggris “Business”, dari kata busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengajarkan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

  • Etika 

Etika berasal dari bahasa (Yunani kuno) “ethikos” yang berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti Benar, Salah, Baik, Buruk dan Tanggung Jawab. Dari pengertian diatas dapat saya ambil kesimpulan bahwa “etika adalah suatu bentuk sikap, tindakan, atau perbuatan dari diri seseorang terhadap sesuatu. Timbulnya suatu etika seseorang bisa saja berasal dari sikap, kebiasaan, dan juga lingkungan.”

            untuk membentuk suatu etika yang baik dalam diri seseorang, perlu adanya pembelajaran atau penanaman etika mulai dari usia dini. Fungsi dari penanaman etika itu sendiri adalah supaya seseorang dapat berperilaku yang baik kepada seseorang yang ada di sekelilingnya baik dalam hal bersosialisasi maupun berbisnis.

  • Dunia Modern (Zaman Modern)

Zaman modern atau zaman kiwari biasanya merujuk pada tahun-tahun setelah 1500. Tahun tersebut ditandai dengan runtuhnya kekaisaran romawi timur, penemuan amerika oleh christopher columbus, dimulainya zeithgeist dan reformasi gereja oleh martin luther. Masa modern ditandai dengan perkembangan pesat dibidang ilmu pengetahuan, politik, dan teknologi.

Aapakah Etika itu Penting dalam Sebuah Bisnis di Zaman Modern ini ?

Dari ketiga pengertian diatas dapat saya simpulkan bahwasannya etika dalam sebuah bisnis adalah termasuk suatu hal yang penting, karena “seorang business yang punya banyak mitra tidak terlepas dari etika yang baik”. Maksudnya adalah jika kita ingin mendapatkan seorang mitra dalam suatu hal bisnis, maka kita harus beretika yang baik agar seorang mitra tertarik untuk berbisnis dengan kita. Salah satu hal yang perlu kita tanamkan agar kita mempunyai etika yang baik adalah :

  • Kejujuran. Kejujuran merupakan suatu poin yang terpenting dalam sebuah bisnis, karena jika kita mempunyai sifat jujur dan menanamkan kejujuran kita kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan trust (kepercayaan) dari orang yg kita tanami kejujuran.
  • Integritas. Seseorang yang mempunyai integritas yang baik maka dia akan mudah mendapatkan mitra, karena bentuk dari sifat integritas sendiri adalah konsisten, dan kesinkronan antara perkataan dan perbuatan.
  • Memenuhi janji serta komitmen yang dibuat. Seorang pembisnis dapat dipercaya karena ia mau dan mampu memenuhi segala janji dan komitmen yang pernah dibuat.
  • Loyalitas. Loyalitas dapat ditunjukkan dengan bekerja sesuai dengan visi dan misi perusahaan serta tidak mencampurkan urusan kantor dengan masalah pribadi.
  • Keadilan. Keadilan adalah bentuk sikap yang tidak pilih kasih terhadap apa yang ingin di bebankan pada sesuatu, yakni tidak memandang kedudukan atau kekuatan yang dimiliki, untuk bersifat otoriter.
  • Kepedulian. Sebagai seorang pembisnis kita harus menjadi pribadi yang menunjukkan kepedulian, simpatik, dan baik hati.
  • Penghargaan. Maksudnya penghargaan disini adalah bentuk sifat menghargai antar sesama, dengan tidak membedakan perlakuan kepada orang lain berdasarkan jenis kelamin, ras, budaya, dan agama.
  • Memenuhi Aturan. Dalam dunia bisnis pasti terdapat berbagai aturan, baik aturan yang tidak tertulis maupun aturan yang tertulis. Patuhilah aturan tersebut agar menjadi pembisnis yang disegani banyak pihak.
  • Jiwa Kepemimpinan. Seorang pembisnis harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik dengan menyadari adanya tanggung jawab yang dipikul.
  • Menjaga Reputasi. Menjaga reputasi disini contohnya kita harus bisa menjaga nama baik dari perusahaan kita dan seluruh hal yang ada di dalamnya. Hal inilah yang akan memicu datangnya konsumen, karena percaya bahwa perusahaan anda dapat memenuhi segala kebutuhannya.

Apa saja bentuk dari etika yang buruk dalam dunia modern saat ini?

            Dari berkembangnya teknologi saat ini membuat orang semakin mudah untuk melakukan apa yang di inginkannya, terutama untuk mendapatkan suatu keuntungan, seseorang rela untuk berbuat yang tidak sesuai dengan etika, dan moral. Contohnya dalam hal bisnis saat ini banyak terjadi penipuan dalam jual beli online, dan hal-hal lainnya yang bisa merugikan orang lain. Berikut ini adalah bentuk contoh etika buruk yang dilakukan dalam sebuah bisnis di zaman modern saat ini :

  • Memproduksi barang-barang yang merugikan orang lain.
  • Melakukan penimbunan barang, sehingga menjadikan orang lain sulit untuk mendapatkan suatu barang itu sendiri.
  • Memberikan produk yang tidak sesuai dengan apa yang di pesan seorang konsumen.
  • Menutupi kecacatan dari barang-barang yang di produksinya.
  • Melakukan penipuan dalam jual beli online.

Kesimpulannya, sebagai seorang muslim untuk menjadi seorang pembisnis yang beretika baik, kita harus mengikuti aturan-aturan dalam islam, dan kita harus menekankan bahwasannya keuntungan yang sebenarnya itu bukan keuntungan yang kita dapat ketika berbisnis, tapi keuntungan yang sebenarnya adalah keuntungan yang besok kita rasakan di akhirat kelak, dengan itu kita tidak akan melakukan penipuan dan kecurangan, yang bisa mengakibatkan orang lain rugi.

Sekian penjelasan dari pembahasan tentang bisnis dan etika dalam dunia modern, kurang lebinya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya wassalamualaikum wr. wb.

Khoirul Anhar
Mahasiswa IAIN Jember
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.