Rabu, Desember 2, 2020

Era Sepak Bola Indonesia Baru Dimulai

Perubahan Iklim, Kolonisasi Mars, dan Hikmah Berpuasa

Ramadan selalu datang dan pergi setiap tahun. Iklim juga terus menerus berubah. Lantas hikmah apa yang bisa kita pelajari dari puasa sebulan penuh di...

ASN Pasca Pilkada 2018

Pasca pilkada 27 Juni kemarin, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat ada 500 kasus pelanggaran netralitas ASN pada penyelenggaraan pilkada serentak 2018. Anggota Bawaslu Ratna...

Sudahkah Kita Terliterasi?

Kita masuk di era banjir informasi. Kemajuan teknologi Informasi yang begitu pesat membuat orang mendapat informasi melimpah ruah. Informasi yang cepat, mudah dan murah...

Sumitro Djojohadikusumo dan Petaka Modernisasi Indonesia

Keberhasilan Soeharto dalam menumbangkan dominasi kekuasaan Soekarno pada tahun 1967 memiliki konsekuensi logis yang harus diterimanya. Perpindahan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru...
Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang

Indonesia harus tersingkir pada gelaran piala AFF U-19 di babak semifinal. Timnas U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Timnas Malaysia pada sampai babak adu penalti. Pertandingan tersebut berakhir dengan score 1-1 selama 90 menit dan dilanjutkan dengan adu penalti.

Kick off babak pertama baru dimulai Indonesia langsung mengambil alih pertandingan dan mendapatkan penalti setelah Saddil Ramdhani dijatuhkan di kotak penalti. Egy Maulana yang bertindak sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Selepas goal tersebut Malaysia berhasil menekan Indonesia dengan mengandalkan postur pemainnya yang lebih tinggi.

Dua kali empat puluh lima menit permainan jika dilihat dari statistik pertandingan Indonesia menguasai jalannya pertandingan dengan ball posession 68%, sedangkan timnas Malaysia hanya 32%. Untuk passing accurancy Timnas Indonesia mencapai 82% unggul atas Malaysia yang hanya 67%. Tetapi , jika dilihat dari total attempts Indonesia berhasil mencapai 15 tembakan dan 5 on target ke gawang. Terlihat kelemahan timnas Indonesia masih di penyelesaian akhir.

Kelebihan timnas Indonesia sejak era awal tahun 2000 an adalah di sektor sayap. Pemain yang memiliki kecepatan dan penetrasi selalu hadir dari tahun ke tahun, mulai dari zaman elie eboi sampai, andik vermansyah, dan febri hariyadi. Sejak lima tahun ke belakang pola permainan lini tengah semakin berkembang dengan menerapkan banyak passing dan berani memegang bola.

Pola permainan ini mulai menghadirkan nama nama baru di sepakbola Indonesia, sebut saja seperti Evan Dimas, Hargianto, Zulviandi, sampai ke pemain U-19 Luthfi dan Abimanyu. Jika kita lihat dan perhatikan konsep permainan passing yang berporos pada lini tengah mirip dengan pengembangan pola permainan Timnas Jerman.

Di mana serangan bermula dari lini belakang ke lini tengah, sehingga lini ke dua bisa dimaksimalkan melalui sayap kanan dan sayap kiri. Untuk menghadang gaya permainan ini biasanya lawan menggunakan konsep counter attack dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan lawan.

Jika dilihat permainan Jerman setelah juara piala dunia 2014, Jerman kehilangan penyerang dengan tipe goal getter, apalagi setelah pensiunnya Miroslav Klose. Pemain yang banyak bermunculan pada pola ini adalah pemain seperti Thommas Muller yang bergerak memunculkan peluang. Begitu juga dengan Indonesia tidak adanya goal getter hanya membuat banyak peluang tapi minim untuk memasukan.

Tapi konsep ini bagus untuk sepakbola asia tenggara dimana sebuah pemain sudah berani memegang bola dan passing yang tepat. Kita tinggal menunggu bibit-bibit pemain dari pola ini sekitar lima sampai sepuluh tahun kemudian. Pola permainan ini lebih mirip dengan pola permainan tiki taka tetapi pola permainan ini merupakan pola permainan dengan konsep dan filosofi sendiri.

Berbeda dengan pola atau konsep permainan dengan negara-negara lainnya seperti Kick dan Rush milik Inggris, Total Football milik Belanda, Catenacio milik Italia, Tango milik argentina, dan tiki taka milik spanyol.

Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.