OUR NETWORK

Efek Domino Covid-19

Covid-19 telah membuat kekacauan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya menimbulkan efek domino dimana fenomena ini telah merusak segala aspek kehidupan kita.

Sudah lebih dari 2 bulan virus corona (COVID-19) mewabah di seluruh penjuru dunia. Melansir data dari John Hopkins University, tercatat kasus virus corona mencapai 156.112 dengan jumlah kematian dari kasus tersebut mencapai 5.829. Namun demikian, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh pun juga terus bertambah hingga 73.955.

Ini artinya virus yang menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat dunia sesungguhnya dapat kita perangi bersama asal dengan penanganan yang cepat dan tepat. Tergantung bagaimana peran pemerintah setempat dalam menyikapi mewabahnya virus corona ini.

Yang terbaru adalah kabar dari Kota yang dicap beberapa orang sebagai tempat awal munculnya virus corona, Wuhan, China, melalui otoritas setempatnya telah resmi menutup rumah sakit darurat yang mereka bangun dalam waktu singkat untuk menanggulangi virus corona pada Selasa, 10 Maret 2020 setelah seluruh pasien dinyatakan sembuh.

Kasus virus corona pertama di Indonesia terjadi pada 2 Maret 2020 lalu. Jumlahnya pun terus bertambah hingga saat ini. Kabar terbaru yang beredar pada hari Selasa (17/3), sudah 172 orang yang dinyatakan positif terdampak virus corona.

Dari data tersebut diantaranya 5 pasien meninggal dunia, 9 pasien sembuh, dan sisanya masih dalam perawatan. Yang paling menjadi sorotan adalah ketika virus ini telah menjangkit salah satu pejabat negara kita, yaitu Menteri Perbuhungan Republik Indonesia, Budi Karya yang positif terjangkit virus corona.

Berdasarkan data tersebut, COVID-19 telah menjadi salah satu musuh yang harus kita perangi bersama. Karena sejak munculnya virus tersebut di Indonesia telah menimbulkan kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan virus ini terpantau sudah menyebar ke seluruh daerah di Indonesia. Diantaranya Jakarta, Jawa Barat, Tangerang, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Manado, dan Pontianak.

Melihat hal tersebut, maka Presiden Joko Widodo mengimbau kepada seluruh warga Indonesia untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Beberapa Kepala Daerah di Pulau Jawa pun juga telah menginstruksikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menghentikan kegiatan belajar-mengajar di sekolah selama kurang lebih 2 pekan.

Selain itu beberapa Universitas juga telah mengeluarkan kebijakan untuk menerapkan metode pembelajaran jarak jauh untuk membatasi kontak langsung mengingat wabah virus corona yang telah masuk ke Indonesia.

Covid-19 telah membuat kekacauan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya menimbulkan efek domino dimana fenomena ini telah merusak segala aspek kehidupan kita.

Contohnya aspek ekonomi kita terganggu dimana harga barang-barang pokok melonjak naik akibat dari permintaan masyarakat yang semakin meningkat karena kepanikan yang luar biasa sejak diumumkannya kasus Covid-19 pertama awal maret lalu. Hal ini berdampak pula pada aspek sosial di mana masyarakat cenderung bersikap egois karena sama-sama ingin melindungi diri masing-masing.

Kepanikan dan kecemasan warga terlihat ketika pertama kali diumumkannya kasus Covid-19 di Indonesia, beberapa pasar swalayan diserbu warga yang ingin membeli kebutuhan pokok. Bahkan ada yang membeli mie instan hingga 7 dus. Hal ini mereka lakukan karena takut sewaktu-waktu pemerintah menerapkan kebijakan lockdown.

Keadaan ini semakin diperparah dengan munculnya para penimbun masker yang membuat barang tersebut langka di pasar. Parahnya lagi, para penimbun ini menjualnya dengan harga se-langit agar bisa memperoleh penghasilan lebih.

Sungguh perbuatan yang sangat mengancam kehidupan manusia karena di luar sana banyak orang yang sakit yang membutuhkan masker supaya penyakitnya tidak menular. Jika fenomena ini terus terjadi maka penyebaran virus justru semakin meluas.

Hal lain yang ditimbulkan dari mewabahnya virus corona ini adalah langkanya handsanitizer di pasar. Harganya pun melonjak tinggi karena banyaknya permintaan masyarakat terhadap barang ini. Handsanitizer sendiri berguna untuk menghilangkan kuman dan bakteri yang berada di tangan dan cocok sekali untuk mencegah virus itu datang. Maka, sangat wajar bila masyarakat berbondong-bondong untuk mencari barang tersebut.

Virus corona telah menimbulkan kepanikan dan kecemasan di tengah-tengah masyarakat. Diperlukan tindakan yang cepat, tepat, dan transparan dari pemerintah untuk menekan penyebaran virus tersebut supaya penyebarannya tidak terlalu luas ke beberapa wilayah di Indonesia.

Apalagi virus ini sudah mewabah hingga salah satu pejabat negara kita terjangkit virus corona, tentu ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua. Merumahkan seluruh siswa dan para pekerja, penggunaan metode pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh universitas-universitas merupakan beberapa langkah tepat untuk mengurangi kontak langsung antar manusia dan mencegah penyebaran virus corona yang semakin luas.

Penyeberan informasi-informasi penting mengenai Covid-19 juga harus dimasifkan oleh pemerintah sebagai antisipasi penyebaran informasi dan berita hoaks di media masa, media sosial, maupun di kehidupan nyata.

Seperti penyediaan infromasi daerah mana saja yang sudah terjangkit kasus Covid-19, kemudian akses informasi mengenai penanganan Covid-19, informasi rumah sakit rujukan, hingga menyediakan layanan call center bagi mereka yang ingin melaporkan tentang kejadian yang dianggap sebagai gejala virus corona.

Selain itu, perlu adanya dukungan juga dari masyarakat untuk tetap berada di rumah, agar terhindar dari penyakit berbahaya ini. Apabila sudah nampak gejala-gejala Covid-19, maka segera periksa ke dokter supaya cepat ditanganinya.

Kemudian libur dua pekan yang dihimbau pemerintah bukan menjadi ajang kesempatan untuk berpergian rekreasi, mudik, atau mencari hiburan apapun di luar rumah, akan tetapi gunakan himbauan ini sebagai langkah untuk isolasi mandiri diri kita agar penyebarannya tidak meluas dan kita terbebas dari virus mematikan ini dan wabah virus ini pun cepat selesainya.

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…