Banner Uhamka
Senin, September 21, 2020
Banner Uhamka

Dua Smartphone untuk #2019SelfieLebihBaik

Manusia Sosial dan Keluhuran Akhlak Bangsa

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk ciptaan Allah swt, seperti jin dan malaikat. Dikatakan makhluk yang sempurna karena manusia dikarunia oleh...

Otonomi Militer dalam Supremasi Sipil

Taufik Abdullah mengatakan, penguasaan terhadap organisasi profesional menjadi ukuran dari kemampuan suatu golongan untuk memaksakan keinginannya kepada golongan lain. Dengan kata lain, penguasaan organisasi...

H.O.S Tjokroaminoto dan Gagasan Sosialisme Islam

Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau dikenal dengan H.O.S Tjokroaminoto merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional yang memberikan pengaruh besar dalam dinamika politik...

May Day dan Pil Pahit Pandemi

Di masa pandemi yang sudah bulan ke-2 sejak diumumkan oleh Presiden Jokowi (2/3) di Indonesia, nyatanya seluruh lapisan tidak dapat menghindar. Bahkan pejabat publik...

Kebutuhan manusia terhadap alat telekomunikasi semakin tak bisa dielakkan. Bukan sekadar untuk memudahkan komunikasi, melainkan untuk kebutuhan lain, seperti berfoto dan berkirim foto yang sudah terpenuhi dengan kehadiran telepon pintar (smartphone).

Hal ini selaras dengan penelitian Pew Research Center pada 2014 bahwa, 92 % pengguna smartphone memanfaatkan gawainya untuk berfoto dan 80% untuk berkirim foto.

Bahkan, menurut penelitian itu, dua aktivitas tersebut kini lebih populer ketimbang menggunakan smartphone untuk berselancar (84%), berkirim surel (76&), mengunduh aplikasi (69%), dan bermain gim (64%).

Kecenderungan penggunaan smartphone untuk berfoto juga ditandai dengan dinobatkannya selfie sebagai kata paling populer pada 2013 oleh kamus Oxford. Direktur Media Psychology Research Center, Dr. Pamela Rutledge pun mengamini pentingnya selfie sebagai bentuk eskpresi rasa syukur dan apresiasi seseorang pada dirinya sendiri.

Masalahnya, belum semua smarpthone memiliki teknologi yang memungkinkan penggunanya melakukan selfie atau swafoto dengan hasil yang bagus dan terlihat nyata. Maka, tak heran jika banyak dari pengguna smartphone meraasa kecewa dengan hasil jeretannya sendiri dan berakibat frustasi.

Berikut dua smartphone yang dapat menghindarkan Anda dari rasa frustasi akibat swafoto kurang memadai:

  1. Vivo V11 Pro

Produk anyar dari vivo ini telang didukung oleh teknologi Artifical Inteligence (AI) secara optimal. Teknologi ini berfungsi menyelesaiakan masalah semua kamera smartphone, seperti buram. Teknologi AI ini memungkinkan Autofocus DSLR-Standard membantu penggna mengunci fokus dalam waktu 0,03 detik. Sehingga, ketika pengguna mengambil foto dalam keadaan gerak, gambar yang dihasilkan tetap tajam.

Algoritma AI Low Light Mode pada smartphone ini juga memungkinkan pengguna untuk menangkap banyak gambar sampai enam jepretan sekaligus, mengatur eksposure yang tidak tepat, dan menyempurnakan background secara alami. Anti-backlight AI HDR pada gawai ini pun membuat penggunanya tak perlu ragu memotret objek yang memunggungi cahaya.

Teknologi AI lain di gawai ini, adalah AI Scene Recognition yang dapat mengenali bermacam objek dan suasana foto; AI Potrait Framing yang membantu pengguna mengarahkan ponsel dalam posisi ideal; dan, AI Face Shaping yang membuat hasil swafoto jadi tampak jernih dan alami.

Kamera depan gawai ini memiliki resolusi 25 MP dan kamera belakang dibuat ganda dengan sensor Dual Pixel dan resolusi masing-masing 12 MP dan 5 MP. Sensor Dual Pixel berarti sama dengan 27 juta unit fotosensitif. Bisa dibayangkan betapa jernih dan nyata hasilnya.

Vivo V11 Pro bisa dibeli di produk elektronik Shopee.co.id dengan harga berkisar Rp4.999.999 dan tentunya masih bisa mendapat potongan harga menarik dari situs tersebut.

  1. Oppo R17 Pro

Setelah sukses dengan pelbagai varian jenis R, mulai dari R1 yang diluncurkan pada 2013, Oppo tak mau berhenti berinovasi. Terutama pada teknologi kamera seri ini. Misalnya, Pada 2017 Oppo menghadirkan R11 yang sanggup menyuguhkan hasil jepretan indah dan tampak nyata dengan kamera depan dan belakang beresolusi 20MP. Hasilnya, varian ini mendapat penghargaan Best of Midrange Smartphoen oleh Gadgetmatch.

Memasuki 2019, Oppo meluncurkan seri R terbaru bernama R17 Pro. Dari bentuk fisik, seri ini menggunakan casing dari kaca dengan teknik surface-etching yang canggih. Membuatnya halus seperti satin saat disentuh.

Sebagai gawai yang mengedepankan fitur kamera, R17 Pro mempunyai kamera depan dan belakang beresolusi 25MP. Memungkinkan Anda untuk mengambil foto atau berswafoto dengan maksimal. Terlebih gawai ini juga dilengkapi fitur AI Beauty Camera yang menampilkan pelembut garis wajah, perias, serta enam mode lain yang dapat dikonfigurasi serta opsi pratinjau langsung.

Teknologi tersebut juga mempelajari trik kecantikan penggunanya. Sehinga, semakin sering kamera digunakan, semakin baik pula foto-foto yang dihasilkan.

Bagi para penikmat senja dan suasana malam hari, modul Malam Ultra R17 Pro siap membuat jepretan Anda tetap tajam dan cerah sekalipun dalam cahaya yang minim. Dan, tentu saja menghindarkan terjadinya red eye akibat penggunaan flash mode yang menggelikan.

Seperti gawai Oppo lainnya, R17 Pro dilengkapi fitur fast charging Super VOOC yang memungkinkan pengisian daya mencapai 40% dalam waktu 10 menit. Jadi tak perlu khawatir telat mengunggah foto di Instagram karena kehabisan daya baterai.

Oppo R17 Pro juga dapat dibeli di perangkat elektronikk Shopee.co.id. Memang sebagai ponsel premium, harganya dibandrol sedikit mahal sebesar Rp8.999.999. Namun, tak perlu khawatir, karena di Shopee banyak diskon harga untuk Anda.

Jadi, mulai sekarang Anda tak perlu bingung lagi memilih gawai terbaik untuk berfoto dan berswafoto. Tak perlu khawatir bakal badmood karena hasil yang buruk. Karena dua produk tersebut memungkinkan Anda mendapat hasil gambar terbaik, indah dan seperti melihat dengan mata.

Yuk, kunjungi produk elektronik Shopee.co.id demi #2019SelfieLebihBaik.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Berperang Melawan Infodemi

Menurut (Eshet-Alkalai, 2004) ruang maya atau cyberspace bukan hanya desa global atau global village melainkan hutan belantara yang lebat dengan segala informasi. Informasi tersebut bisa jadi...

Religion in Academic Study; An Introduction

"Religion" in relation to ritual practice became an item in an inventory of cultural topics that could be presented either ethnographically in terms of...

Optimisme di Tengah Ketidakbersatuan ASEAN

Optimisme ASEAN yang memasuki usia 53 tahun pada 8 Agustus lalu harus dihadapkan pada kenyataan pahit dan diliputi keprihatinan. Negara-negara anggota ASEAN dipaksa atau...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.