Jumat, Maret 5, 2021

Dua Penghargaan Internasional untuk Ir. Ciputra

Corona, Tragedi ‘Operasi Psikologis’ Kedua Era Industri

Ya, efek yang paling menjangkiti masyarakat dunia dari fenomena Virus Corona (Covid-19) adalah ketakutan. Tentu saja kita tidak akan menaifkan fakta medis dari virus...

Mengenal Sebuah Kinerja Sistem Produksi Lewat Film “War of The P

Salah satu corak yang dibahas dalam tulisan ini adalah dari film “War of the planet of apes”. Ya film tentang monyet yang dapat berbicara...

Indonesia dan Australia dalam Sektor Ekonomi

Selasa (1/10/19) Perdana Menteri Australia ke-29, yaitu Malcolm Turnbull melakukan kunjungan ke Indonesia, terkhusus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia untuk memberikan...

Bibit Lobster Dibudidayakan, Bukan Diekspor

Menteri Kelautan dan Perikan Republik Indonesia secara resmi telah membuka kembali izin ekspor benur lobster melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Ir. Ciputra founder Jaya grup, Metropolitan grup dan Ciputra grup adalah satu-satunya putra Indonesia yang mendapat anugerah dua penghargaan internasional sekaligus dari The Asia Pasific Brand Foundation yaitu The BrandLaureate Hall of Fame-Lifetime Achievement Brand Icon Leadership Award dan The BrandLaureate Book of World Records.

Sejak tahun 2005 lalu, The Asia Pasific Brand Foundationtelah memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dunia diantaranya Jack Ma (pendiri Alibaba), Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Nelson Mandela (mantan Presiden Afrika Selatan), JK Rowling (penulis), Jeff Bezoz (pendiri Amazon), Sir Alex Fergusson (mantan pelatih klub Liga Inggris) dan Lee Kuan Yew (mantan PM Singapura)

Grup Ciputra yang sudah berkiprah selama 37 tahun di dunia Properti Indonesia telah memiliki 13 sektor usaha mulai dari pengembang perumahan kelas atas hingga perusahaan media dan asuransi. Ada tiga prinsip dasar yang dipegang kuat Ciputra grup yaitu Integritas, profesionalitas dan entrepreneurship. Grup Ciputra juga telah mengembangkan sejumlah proyek properti di Shenyang China, Hanoi Vietnam dan Phnom Penh Kamboja.

Menurut CEO The Pasific Foundation Chew Bee Peng, pemberian penghargaan kepada Ciputra sudah melalui tahap seleksi yang ketat disertai penilaian yang independen. Sejumlah indikator penilaian yang digunakan antara lain ialah tingkat kekuatan dan pengaruh dari merek (brand) yang dibangun, peran serta dalam menyediakan lapangan kerja, kontribusi dalam menumbuhkan sektor ekonomi dan sosial serta menyebarkan pemikiran positif dalam membangun masyarakat.

Dua penghargaan internasional itu diterima Dr. (HC) Ir. Ciputra, dalam perayaan Hari Ulang Tahunnya (HUT) yang ke 87 tahun, Jumat 24 Agustus 2018 di Hotel Raffles, Jakarta yang dihadiri segenap anggota keluarga, mitra bisnis dan manajemen perusahaan.

“Doa dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan atas segala anugerah yang diberikan kepada saya, keluarga dan perusahaan karena semua bisa berjalan dengan baik. Di usia ke 87 tahun ini, tentu saja saya sudah tidak muda lagi, tapi saya masih punya mimpi, harapan, dan tekad kuat untuk tetap berkontribusi bagi keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia,” tutur Ciputra nyantai.

Dalam kesempatan itu, Ir. Ciputra memberikan resep jitu kepada para undangan dan awak pers dalam menjaga kesehatannya sehari-hari yaitu prinsip 5 D yang terdiri dari Doa kepada Tuhan, Dokter ahli, Disiplin hidup, Diet teratur, dan Dana. Menurut Ciputra, doa merupakan ucapan syukur dan penghargaan kepada Tuhan. “Jika Tuhan menghendaki seseorang berumur panjang, maka terjadilah,” ucapnya yakin.

Dokter ahli juga diperlukan agar seseorang bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Khusus untuk Disiplin hidup, Ciputra membeberkan bahwa pola hidup disiplin sangat berkorelasi dengan tingkat kesehatan. Contohnya ialah disiplin olahraga. Ciputra juga menuturkan bahwa dirinya sangat menjaga diet teratur, terutama soal makanan.

Tentang prinsip yang terkait dengan uang, Ciputra menyampaikan bahwa uang bukanlah segalanya, namun uang bisa untuk menunjang sebuah pola hidup sehat.

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

Tanah dan Transmigrasi

Peliknya urusan pertanahan dipadukan dengan samarnya transmigrasi di Indonesia menjadikan perpaduan masalah yang sulit diurai. Pasalnya permasalahan terkait tanah bukan sekedar konflik kepemilikan dan...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.