Rabu, April 14, 2021

Dinamika UU Terorisme di Tahun Politik

Bahasa Politik Kita, Netral atau Objektif?

Di tahun politik seperti sekarang ini, sikap netral dan tidak memihak pada pilihan politik tertentu, adalah sesuatu yang agaknya sulit ditemukan. Organisasi-organisasi besar yang...

Sains dan Kontribusinya pada Sepakbola

Terlepas dari perkembangan pesat yang ada di dalam dunia sains, utamanya adalah bidang keilmuan matematika, fisika, kimia, astronomi, maupun biologi, sejarah mencatat ada andil...

Imbas Covid-19 Terhadap Perusahaan Multinasional

COVID-19 atau Corona Virus Diseases merupakan sebuah pandemic baru yang harus dihadapi oleh semua kalangan secara global. Virus ini pertamakali muncul di kota Wuhan,...

Perspektif Hubungan Internasional dan Debat Capres

Di penghujung bulan Maret lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan debat calon presiden putaran keempat. Perdebatan pada periode ini mencakup tema ideologi, pemerintahan, pertahanan...
luqmanrico
Pemerhati Politik

Beberapa waktu lalu, wacana atasi hoax dengan UU Terorisme bukan hanya menyulut perdebatan di tengah masyarakat, tapi juga menuntut logika tersirat. Menyulut perdebatan karena UU ITE yang ada saat ini sejatinya dianggap sangat cukup, bahkan justru fleksibilitas dan interpretasi subjektivitasnya sudah begitu tinggi, sehingga proporsionalitas UU Terorisme menjinakkan hoax dipersoalkan.

Menuntut logika tersirat karena narasi yang ditebar di ruang publik sulit dicegah untuk tidak dikaitkan dengan tahun politik.

Dengan kata lain, bila merebaknya hoax diatasi dengan UU Terorisme berdasar atas adanya ancaman psikologis dengan maksud supaya tercipta kenyamanan berbangsa dan bernegara, bisa jadi menjamurnya narkoba perlu disikapi dengan UU Terorisme dengan dasar dan maksud serupa, sebab narkoba kerap meneror generasi muda bangsa.

Meningkatnya praktek korupsi juga sepertinya lebih progresif pemberantasannya bila disikapi dengan UU Teorirsme dengan dasar dan maksud yang sama pula, sebab seluruh lapisan masyarakat sepakat bahwa budaya koruptif dan kejahatan struktural saat ini selalu meneror mental dan karakter masyarakat. Singkat kata, segala ketidaknyamanan masyarakat bila hal itu menakutkan secara psikis bisa disikapi dengan UU Terorisme.

Padahal di Indonesia, selain problem narkoba dan korupsi ada hal lain yang membuat masyarakat “tidak nyaman”, juga menakutkan secara psikis, yakni kemiskinan. Artinya, siapapun yang memicu, memacu, dan meninabobokkan kemiskinan_baik kemiskinan intelektual, kemiskinan emosional, maupun kemiskinan spiritual_bisa dikenakan UU Terorisme.

Implikasinya, penyelenggara negara yang melakukan dan/ atau turut serta memicu, memacu, dan memperpanjang masalah kemiskinan, maka ia juga melakukan “teror” terhadap rakyat. Bila UU ini diterapkan sedemikian radikal, mungkin strategi Revolusi Mental sepertinya akan jauh lebih progresif implementasinya.

Pada akhirnya, UU Terorisme bukan hanya bisa menjadi aji-aji dalam menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara, tapi juga aji mumpung dalam menjaga elektabilitas dan popularitas kuasa. Wacana progresifitas semacam ini tentu tetap perlu menjadi perhatian secara argumentatif rasional dan proporsional, bukan karena politik sentimental dan emosi elektoral.

UU Terorisme tetap memang bisa mencipta kenyamanan berbangsa dan bernegara, disamping bila grusah-grusuh berbuah petaka. Lebih-lebih kalau candu kuasa, mirip ganja. Tak perlu juga dibuat mainan, serius… tak relevan! Kecuali buat pengalihan. Mari tetap kawal dengan euforia demokrasi yang rasional. Papa, jangan nakal!

luqmanrico
Pemerhati Politik
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.