Jumat, Januari 15, 2021

Dilema Kaum Muda “Peragai atau Kibuli”

Film Messiah, Sebuah Kritik Terhadap Masyarakat

Film yang ramai dibahas di berbagai media karena Dajjal, dan dihubungkan dengan beberapa agama ini ‘laku’ terjual dimasyarakat Indonesia yang notabanenya masyarakat agamis. Film ini...

Mahasiswa, Pelecehan Seksual, dan Ketidakadilan Sosial

Hendak pergi ke kampus untuk menuntut ilmu. Pamit kepada orang tua agar diberikan berkah dan dimudahkan dalam proses pendidikan. Eh ternyata ketika di kampus mendapatkan...

Market monopoli

Pada kesempatan kali ini penulis akan nge-share tentang pasar monopoli. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pasar monopoli sendiri merupakan transformasi dari jenis-jenis pasar berdasarkan strukturnya...

Fundamen Pelayanan Publik Terkini

Relasi rakyat dengan negara telah berubah hari ini. Memang, bukan sama sekali radikal 180 derajat akan tetapi terjadi dinamika relasi yang tengah bergerak. Dalam...
Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia

Menatap bangsa dengan ketenangan jiwa, mencoba melepaskan diri dari amukan hasrat serta birahi politik yang bergelegar. Maka sampailah seorang putra bangsa pada sebuah perenungan.

Dilema menjadi kawan terdekat ketika gema suara gendang tertabuh dari pucuk penggelar kompetisi. Pingir jalan, setiap tikungan, setiap pojok, warna warni dengan beraneka terpampang dengan jelas.

Demokrasi sebetulnya adalah sebuah simbol utuh namun sekaligus mengundang dilema. Wajah-wajah yang terpampang semua meminta Do’a dan dukungan. Namun, Apakah mereka mampu menggoyahkan tirani berkepanjangan? Ataukah hanya menjadi pajangan pinggir jalan yang membuat mata terhibur setelah 5 tahun berlalu tanpa warna-warni pinggir jalan?

Kelam menyapa seperti mendung berkepanjangan. Masyarakat mulai diam-diam menghembus hawa kemurkaannya. Diambang batas sudah sang Pemilik Kedaulatan tertinggi  negeri. WS Rendra dalam sajak sebatang lisong pernah berkata “Dan Aku Melihat Protes – Protes terpendam terhimpit dibawah Tilam”. Kini  kenyataan itu telah menjadi tontonan kita.

Lantas, Siapakah yang pantas memimpin? Politik menjadi profesi, pemuda-pemuda yang masih polospun kini ikut – ikutan berbaris dalam shaf tunggu giliran untuk menjadi Politisi. Inilah fenomena yang menggelitik, Tidak berkapasitas namun jika punya modal, maka semua bisa terkondisikan. Intinya “Bapak Dapat Jatah”.

Lima Tahun menjabat, Lima Tahun pemilik negeri menggantung harapan padanya. Wakil Rakyat sibuk gonta – ganti mobil dinas. Semetara semakin banyak orang-orang yang diwaliki menjadi gelandangan ataupun pengangguran. Picik !

Perjuangan kami sangat mudah karena hanya melawan kaum penjajah. Namun, perjuangan kalian lebih sulit karna harus bertarung melawan bangsamu sendiri. Sampai disini, renungan terjeda. Ada seonggok keluh memanggil jemari mengetik bait untuk menggambar kegilaan dan parodi yang amat lucu ini.

Ini salah siapa?

Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.