Jumat, Desember 4, 2020

Depresi dan Bunuh Diri

Tokoh Fiktif dalam Pusaran Politik Indonesia

Perhelatan pesta demokrasi di Indonesia memasuki babak baru. Bukan, bukan karena ada kejutan dari Partai Politik atau kedua kandidat pasangan calon presiden  dan wakil...

Pulanglah ke Nusantara

Pulang dari bahasa sehari-hari yang di gunakan berarti memiliki makna 'Kembali'.Kembali ke Nusantara menurut saya adalah kembali kepada ajaran Nusantara yang ramah tamah, santun,...

Rekonsiliasi Nasi Padang Ala Jokowi

Sekali lagi, Jokowi hampir dipastikan akan memimpin Indonesia dalam 5 (lima) tahun ke depan. Setelah pelbagai lembaga survei yang  biasa melakukan quick count (hitung...

Bangsa Salah Didik

Kejadian di Negeri Antah-Berantah, mudah-mudah kejadian tersebut tidak menimpa negeri kita tercinta, Republik Indonesia.Disebutkan, Negeri Antah-Berantah tersebut merupakan Negeri yang sangat kaya-raya. Baik agraris,...
hati suci ramadhan
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan di UIN Jakarta

Dewasa ini, setiap orang pasti akan mengalami depresi dan juga adanya berbagai masalah. Bersamaan dengan itu, ditambah dengan berbagai macam rintangan yang datang hidupnya. Depresi sendiri dapat ditandai dengan keadaan seseorang yang sudah dalam fase dimana hidupnya dirasa tidak ada asa, sehingga mereka tak lagi kuat menghadapi masalah hidupnya.

Biasanya orang tersebut bisa mengalami berbagai bentuk stress dan depresi yang mana nantinya bisa membuat mereka menjadi stress. Depresi sendiri merupakan salah satu kesehatan mental yang penting untuk di pahami karena ini bukan saja dialami oleh orang dewasa namun sekarang justru anak-anak juga bisa mengalami depresi, dan depresi tidak pernah membatasi dari kelas sosial.

Depresi sendiri terdiri dari berbagai macam faktor yang menyebabkan seseorang menjadi terpuruk. Bahkan, dilansir beberapa sumber sendiri ini merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri (suicide). Di Indonesia sendiri ada hampir 40% penderita depresi, dan semuanya itu sudah berpikiran untuk bunuh diri. Sedihnya lagi, 15% sukses melakukannya.

Oleh WHO dilansirkan bahwa pada tahun 2020 nantinya akan menjadi salah satu gangguan mental yang paling mengganggu dan banyak dialami. Bahkan untuk mereka yang mengalamai depresi berat akan menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan jantung.

Kini bahkan, 20 pasien rumah sakit sudah mengalami gangguan mental emosional seperti depresi. Ini merupakan bentuk dari gangguan emosional atau suasana hati yang buruk. Biasanya dimulai dari ditandainya beberapa tanda yaitu dimulai dengan kesedihan yang berkepanjangan, putus harapan, dan perasaan bersalah hingga tidak berarti. Depresi dapat mempengaruhi motivasi.

Mungkin kini, sebagian besar orang berpikir sepele karena stress dan depresi dianggap bukanlah benar-benar suatu gangguan mental. Masih banyak dari kita yang menganggap bahwa sesuatu yang sepele, dimana nantinya bisa hilang. Apa yang mereka tidak pahami padahal sebenarnya merupakan bentuk suatu gangguan dimana ini lebih dari sekadar perubahan emosi sementara.

Maka dari itu, hal ini bukanlah kondisi yang mudah diubah. Karena kini, bahkan setiap orang pasti mengalami berbagai masalah dan seseorang dalam hidupnya menambah jumlah penderita depresi dimana wanita mendapat hormone yang membuat depresi akan terjadi dua kali lebih banyak dari pria. Namun wanita tidak terlalu berkecederungan bunuh diri ketimbang pria yang lebih ada keinginan untuk bunuh diri. Di dunia, jumlah penderita saat ini lebih dari 25 juta orang yang memiliki depresi sehingga depresi kini merupakan salah satu masalah kesehatan mental dan sebaiknya ini mendapat perhatian serius.

Depresi dan stress yang dibiarkan terus akan mengganggu kehidupan manusia. Bahkan, depresi dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh, karena jika kita berada pada fase depresi maka emosi yang negatif contohnya adalah sedih, benci, putus asa, iri, kecemasan, kurang bersyukur dan membuat sistem kekebalan kita menjadi lemah. Setelah itu maka akan adanya stress dan kesulitan dalam berkooperasi dalam dan kehidupan sehingga depresi merupakan penyakit yang tragis.

Dengan memiliki depresi sendiri, banyak orang yang memikirkan kalau hidup mereka ini tidak berarti dan bersalah sehingga mereka menarik diri dan juga tidak dapat tidur. Lebihnya mereka akan kehilangan selera, minat dalam aktivitas sehari-hari. Maka depresi sendiri sudah menjadi gejala gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental dan menjadi salah satu bentuk gangguan jiwa pada alam perasaan.

Ada beberapa gangguan fisik dari depresinya adalah gangguan pola tidur, sulit tidur (insomnia) atau tidur berlebihan, sehingga akan menurunnya tingkat aktivitas, mereka akan kehilangan minat, kesenangan atas hobi atau aktivitas yang sebelumnya disukai, bahkan mereka tidak ingin makan.

Sehingga nantinya ada penyakit fisik yang tidak hilang seperti sakit kepala, masalah pencernaan, sakit lambung dan nyeri kronis. Hati mereka terkadang merasa berat karena merasa lemah, kelelahan, menjadi lamban karena mereka hampa yang terus – menerus. Jika depresi itu psikotis sifatnya, maka disebut melankholi.

hati suci ramadhan
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan di UIN Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

Meneguhkan Keindonesiaan di Tengah Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama covid 19 di Indonesia pada bulan Maret 2019 silam, perjalanan kasus ini tidak pernah surut. Memasuki bulan Oktober 2020 justru...

Upah Minimum atau Upah Maksimum?

Belakangan ini demo buruh tentang upah minimum mulai sering terdengar. Kenaikan upah minimum memang selalu menjadi topik panas di akhir tahun. Kini menjadi semakin...

Menjatuhkan Ganjar-Jokowi dengan Satu Batu

Saya sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Sejak beberapa hari yang lalu organ di bawahnya terlihat tidak bisa kerja. Misalnya soal kasus teroris di Sigi, tim...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.