Jumat, Februari 26, 2021

Dependent Personality Disorder

Televisi Mengingatkan, Orang Tua Melakukan

Program televisi memiliki klasifikasinya masing-masing, sehingga membutuhkan peran orang tua mengawasi anak-anak untuk memilih program hiburan yang sesuai dengan kebutuhanya. Mengingat televisi memberikan informasi...

Hantu Itu Bernama Seminar Merah Jambu

Pagi itu, saya harus cepat-cepat bergegas menuju kampus untuk mengikuti salah satu mata kuliah pilihan yang saya ambil semester ini. Mata kuliah yang menurut...

Kiai dan Muslim Jawa

Mayoritas masyarakat Jawa adalah penganut agama Islam, yakni sekitar 95%. Muslim di tanah Jawa sendiri juga memiliki dua kategori, yakni Kaum Santri dan Abangan....

Pak Menteri, Kami Memang Miskin, Tapi…

Ilmu lisan tak bisa diperoleh dari sumber yang sembarangan. Ilmu lisan juga tak bisa dibeli di segala tempat. Ada jurus dan cara jitu agar...
Ahmad Cody
Medical Student 2014. Ig: @nabhancody

Sering melihat orang yang tidak bisa sendiri? Dia selalu membutuhkan teman atau pasangannya untuk melakukan sesuatu? Atau jangan jangan kita sendiri yang mengalaminya? Hati-hati, mungkin kita terkena gangguan kepribadian Dependent atau Dependent Personality Disorder (DPD),

Sebelumnya kita bahas dulu apa DPD itu. DPD itu adalah sebuah gangguan kepribadian yang mana seseorang tidak bisa hidup tanpa ada peran orang lain dalam hidupnya.

Dia membutuhkan persetujuan orang lain, dia membutuhkan orang lain agar bisa membuat hatinya senang, dan lebih parahnya orang dengan gangguan DPD ini akan mendahulukan kebutuhan orang lain dibanding kebutuhan dirinya hanya agar bisa diterima atau dipertahankan oleh teman atau pasangannya.

Gangguan DPD ini termasuk dalam cluster C personality disorder di dalam buku PPDGJ III DSM 5. Adapun ciri ciri gangguan dengan kepribadian ini menurut PPDGJ adalah:

  1. Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan penting untuk dirinya
  2. Meletakan kebutuhan sendiri lebih rendah dari orang lain kepada siapapun dia bergantung, dan kepatuhan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka
  3. Keengganan untuk mengajukan permintaan yang layak kepada orang dimana tempat dia bergantung
  4. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri
  5. Preokupasi dengan ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya, dan dibiarkan untuk mengurus dirinya sendiri
  6. Terbatasnya kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa mendapat nasehat yang berlebihan dan dukungan dari orang lain

Kalau kita lihat dari tanda-tanda di atas, ini merupakan gangguan untuk orang yang tidak percaya diri, dan beberapa sumber juga mengatakan bahwa perilaku orang tua yang selalu memberi apa yang diinginkan oleh anaknya ketika masih kecil juga sebagai penyebabnya.

Untuk menegakkan diagnosis gangguan DPD ini harus didapatkan minimal tiga tanda-tanda di atas. Tapi ingat, jangan pernah melakukan self diagnosis, yang boleh ya cuma orang yang berkompeten dalam bidang ini, seperti psikolog atau dokter spesialis kejiwaan.

Herannya, kenapa sih kita bisa tidak percaya diri? Kenapa kita selalu membutuhkan persetujuan orang di dunia ini? Terus kapan bisa mulai sesuatu kalau menunggu orang lain suka baru kita mau mengerjakan?

Kenapa kita tidak bisa seperti Kanye West yang tidak peduli dengan perkataan apa pun tentang dirinya, dan dia tetap berkarya. Jawabannya karena kita selalu looking for happiness.

Kita selalu mencari kebahagiaan, pride dan sebagainya padahal hidup itu tidak selalu tentang bahagia, disitu ada rasa sedih, galau, murung, sukses, dan lain lain, which is harus kita nikmati juga.

Kita lihat orang-orang yang dikenal sekarang, mereka bisa terus berkarya dan maju. Dulu headset yang kita pakai untuk ponsel kita berwarna hitam, karena dulu hedset dianggap sesuatu yang menganggu.

Tapi Steve Jobs merubah warna hedset untuk Iphone menjadi berwana putih, dan sekarang malah jadi trend, dan diikuti oleh perusahaan lainnya. Kalau dulu Steve Jobs menunggu persetujuan orang orang pada saat itu maka saya yakin perusahaannya tidak akan semaju sekarang.

Intinya adalah mulai percaya pada diri sendiri. Yakinkan diri bahwa kita bisa maju dengan perspective kita sendiri. Tidak usah takut untuk tidak punya teman, tidak usah takut dipandang orang sebelah mata, tidak usah takut dicemooh orang lain.

You can succeed by your own perspective. Semoga bermanfaat.

Ahmad Cody
Medical Student 2014. Ig: @nabhancody
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.