Jumat, Februari 26, 2021

Demi Tuhan, Saya Pemuda

Melihat dengan Dua Mata

Sejak ribuan tahun lalu, umat manusia selalu disibukkan dengan pencarian akan kebenaran. Dalam al-Qur’an (dan kitab-kitab suci sebelumnya), kisah Ibrahim muda yang melakukan pencarian...

Spirit Muharram 1440 Hijriyah

Senin sore, 10 September 2018, saat matahari tenggelam, tepatnya ketika waktu maghrib tiba, maka tahun baru hijriah atau tahun baru Islam telah dimulai, 1...

Mengamati Shalat Ied Muslim Syiah di Jakarta

Mazhab Syiah adalah salah satu mazhab yang ada di dalam Islam. Menurut data Pew Research pada 2009 diperkirakan 10-13% muslim di dunia adalah penganut...

Pilpres dan Hilangnya Budaya Politik Kita

Tanggal 17 April mendatang adalah babak penentu, siapakah sosok yang akan memimpin republik ini lima tahun ke depan. Sosok itu yang diharapkan akan mampu...
Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia

Hari Sumpah Pemuda baru saja berlalu, di setiap pojok podium tampak terdengar bergaung teriakan penuh kepalsuan. Mengajak wajah-wajah polos kembali mengikuti muslihat sang pragmatis palsu.

Inilah bangsa yang sejak dalam rahim sering mendidik dengan kepalsuan-kepalsuan kaum elitnya hingga lahir ke dunia, menjadi kanak-kanak dalam buaian mainan-mainan palsu, tumbuh menjadi remaja akhirnya mengalami cinta-cintaan palsu dan merangkai barisan-barisan puisi palsu, hingga beranjak menjadi pemuda-pemuda karbitan hasil produk palsu.

Pemuda dalam genggaman waktu semakin menghilang dari gejolak semangat idealismenya. Berganti wajah menjadi sang korban provokator dan korban nasi bungkus yang akhirnya menjadi pagar bahu dan betis dalam beberapa momentum besar dalam tatanan kebangsaan.

Akhir-akhir ini, Tuhan dan perintahNya kembali dicomot sebagai objek pemecah belah demi kepentingan mencari siapa yang benar dan yang salah. Kenapa tidak? Hari ini Indonesia tengah berada diambang situasi yang sungguh sangat dilema.

Pertarungan kubu-kubu kecil yang mengakui Muhammad sebagai Rasul utusan Tuhannya tengah berseteru, lantaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid dibakar oleh oknum-oknum yang mengaku merasa tidak sepakat terhadap gerakan yang mengancam ideologi bangsa dan kebhinekaan ini.

Dalam beberapa hari terakhir pasca kejadian ini dapat kita jumpai diskusi-diskusi di ruang akademik dan kemasyarakatan, tidak sedikit yang mengecam tindakan yang tidak terpuji yang telah dilakukan oleh oknum tadi. Merekalah barisan pembela kalimat “Tauhid” katanya.

Disamping itu,  tidak pula sedikit masyarakat yang mencaci ormas yang dianggap mengancam eksistensi ideologi bangsa yang plural ini, yang sudah berani mengibarkan benderanya di bumi pertiwi. Sementara itu, upaya penyelesaiannya pun kini semakin kehilangan arah dan cara.

Masing-masing kubu yang mengaku bertuhankan Allas SWT dan Mengakui Muhammad SAW sebagai rasulnya, malah berselisih dan berpecah belah. Sengketa kekhilafan oknum semakin meluas, hingga tanpa disadari mereka telah berani menginjak-injak kitabnya dalam keadaan sadar dan terselimuti oleh ego primordialnya.

Lantas, apa yang bisa diharapkan jika fanatisme agama menjadi momok bagi kerukunan penganut dalam satu agama itu sendiri. Perseteruan harus diselesaikan dengan bijak. Pemuda harus kembali memposisikan dirinya sebagai penengah bukan sebagai pelaku.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari bersama kita ikat kembali jalinan ukhuwah kita yang kian renggang. Kita pupuk kembali tenggang rasa kita. Kita lawan berbagai macam paham yang coba memecah belahkan negeri kita.

Indonesia adalah warisan dari pendahulu, penerus yang baik mestilah selalu menjaga kemurnian amanah mereka. Berlandaskan Bhineka Tunggal Ika, kita bawa nama besar bangsa kita hingga tiba ke puncak yang agung. Anda pemuda, mereka pemuda dan demi Tuhan saya juga pemuda. Salam perdamaian.

Damanhury Jab
The Founder Indikator NTT News and Indikator Alor News. Serta Redaktur Indikator Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.