Banner Uhamka
Selasa, September 29, 2020
Banner Uhamka

Delegitimasi KPU, Jurus Pamungkas yang Tak Ampuh

Does Debating Matter for Education?

Indonesian general election, especially the presidential election, which will be held in less than a month strongly draws the interest of society. Since the...

Yogyakarta Darurat “Klitih”

Jogja, yang disebut–sebut sebagai daerah istimewa, seperti penggalan lirik lagu dari Jogja Hip Hop Foundation “ Jogja jogja tetap istimewa, istimewa negerinya istimewa orangnya”,...

Menyapa Nadiem Makarim

Dikhawatirkan peserta didik kesulitan beradaptasi terus dengan sistem yang gonta-ganti. Sebab, orientasi program pendidikan yang dibawakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru cenderung berubah...

Dana (Korupsi Kepala) Desa

Dana desa merupakan bentuk riil perhatian negara terhadap keberadaan desa, dengan dana desa maka rekognisi terhadap hak asal usul serta kewenangan lokal skala desa...
Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi

Layak muncul pertanyaan tersebut, karena selama proses kampanye berjalan tidak ada sesuatu yang signifikan. Soal DPT (Daftar Pemilih Tetap) pun, telah diklarifikasi. Jumlah warga negara asing (WNA) yang terdaftar di DPT. Jumlahnya juga signifikan.

Lalu, apa yang sebenarnya diinginkan kubu pasangan 02. Sampai Amien Rais mengeluarkan ultimatum akan mengepung kantor KPU. Karena KPU dianggap tidak netral.

Yang tidak netral dan berpihak yang mana? Ini juga jadi pertanyaan. Protes tersebut akan jadi lumrah dan wajar. Apabila pelaksaan coblosan sudah berlangsung. Sehingga banyak ditemukan pelanggaran di lapangan. Lalu, pihak 02 memprotes ketidak netralan tersebut.

Lah, yang terjadi kubu 02 protes saat proses kampanye berjalan. Kendati panas, namun semua berjalan dengan aturan KPU.

Mengutip pernyataan aktivis 98 Adian Napitulu saat dialog di sebuah televisi swasta. Dialog menyikapi pernyataan Wakil Sekretaris Partai Demokrat Andi Arief tentang pencoblosan kertas suara 7 konteiner di Tanjung Priok. Yang itu semua ternyata Hoaks.

Menyikapi hal tersebut, Adian mengatakan, bahwa pihak 02 mengiring opini bahwa pemilu capres tidak demokratis. KPU tidak netral. Artinya, kemenangan Jokowi tidaklah sah.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, pihak oposisi menciptakan kesan bahwa KPU tidak netral. Karena, mereka sudah tahu kalau Prabowo-Sandi bakal kalah.

Jurus Terakhir Pasangan 02

Kasus 7 konteiner adalah kotak pandora menuju kontruksi narasi pemilu ini tidak sah. Terjadi banyak kecurangan yang dilakukan KPU untuk memenangkan petahana. Namun pada ahkirnya terbukti Hoax.

Upaya lain yang dilakukan. Dengan mendatangi kantor KPU. Pimpinan Demo Amien Rais terlihat sangat tendensius mengeluarkan ancaman. Agar KPU tidak main-main dalam Pilpres mendatang.

Diskursus yang dibuat kubu 02. Sangatlah tidak logis dan rasional. Malah kelihatan nampak kepaninakan mereka menghadapi kenyataan kekalahaan saat coblosan 17 April mendatang.

Waktu mendekati 30 hari pencoblosan. Sangatlah sulit mengejar ketinggalan. Selilisih 20 % dalam survey, sangat mustahil dikejar. Apalagi tidak ada satu momen yang tepat mengangkat elektabilitas pasangan 02.

Memang survey bukan menjadi takaran mutlak kemenangan. Namun menjadi asumsi dasar potensi kandidat. Apakah masih mampu memenangkan atau sudah harus menerima kekalahan. Di sanalah, konsultan memberikan masukan kepada kandidat.

Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi sebenarnya telah mengetahui hal tersebut.  Sehingga kalaupun mengunakan strategi linear kampanye tidak akan berhasil.  Maka upaya lain yang digunakan. Keluar dari rumus-rumus akademis kampanye.

Caranya, meninggalkan sentimen kemarahaan kepada publik. Bahwa pemilu 2014 berlangsung tidak netral. Sehingga Prabowo-Sandi kalah.

Pertanyaannya, ampuhkan narasi tersebut mengiring opini masyarakat? Melihat perjalanan kampanye hingga saat ini.  Apa yang dilakukan Amien Rais tidaklah mempan.  Menginggat kubu 01 juga tidak tinggal diam terhadap gorengan ini.  Gorengan Amin Rais hanya menciptakan kegaduhan.

Efek balik serangan kepada KPU ini telah dibaca juga dikubu Partai Amanat Nasional.  Wakil Ketua Umum DPP PAN,  Bara Hasibuan, mengatakan bahwa aksi yang dilakukan Amien Rais sangat berbahaya bagi proses demokrasi di Indonesia.

Sikap berbeda Bara Hasibuan dengan pendiri PAN ini.  Sebenarnya, mengkhawatirkan efek yang akan ditimbulkan terhadap PAN.  Akan menimbulkan antipati warga kepada PAN di pileg nanti. Bara Hasibuan lebih berpikir realistis tentang kondisi Pilpres nanti.  Sehingga perlu menyelamatkan PAN dari batas ambang partai

Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

Optimasi Peran Wakil Rakyat di Tengah Pandemi

Mengutip pendapat Cicero dalam Phoebe E. Arde-Acquah (2015), terdapat sebuah adagium hukum yang menyatakan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Secara konstitusional, adagium hukum...

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.