OUR NETWORK
Dedi Mulyadi, ‘Urang Lembur’ yang Peduli Kaum Mustadhafin

 

Dedi Mulyadi adalah sosok pemimpin yang fenomenal. Ia getol mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan, khususnya kebudayaan Sunda. Pemimpin yang banyak memiliki inovasi dalam setiap kebijakan pembangunannya. Tak mengherankan jika, ia sukses  memimpin Purwakarta tanpa harus mencerabut akar budaya-nya.

Dedi merupakan sosok pemimpin sejati yang memiliki sikap sederhana dalam menjalani kehidupan maupun dalam membangun Purwakarta. Ia lahir dari keluarga sederhana sehingga sangat peduli terhadap kaum mustadh’afin.

Kesederhanaan Dedi dalam pembangunan purwakarta, tercermin dari kebijakan yang dikeluarkan dengan praktis tanpa perencanaan rumit dan cepat terealisasi. Misalnya, pembangunan yang bersifat fisik seperti taman kota air mancur, museum modern diorama, jalan desa yang ‘Leucir’ dan banyak lagi yang lainnya.

Di samping itu, kemajuan Purwakarta juga tergambar jelas bila kita bertandang di kota dan desa, terjadi perubahan yang signifikan, baik secara fisik maupun karakternya.

Pembangunan non-fisik, lebih mengutamakan membangun mental sebagai cara membangun karakter dengan memadukan pendekatan agama, budaya yang di formulasikan dalam sebuah kurikulum berbasis kearifan lokal.
 
Sebut saja, program unggulan pendidikan berkarakter yang sudah dicanangkan baru-baru ini seperti program ‘kemis poe welas asih’. Program yang sederhana namun penuh makna, mengangkat kembali budaya Sunda ‘nganteuran’ dengan mengajarkan saling berbagi, saling tolong selain saling mengasihi, bagi mereka (siswa) yang berkecukupan dengan mereka yang membutuhkan.

Kepedulian Dedi terhadap kaum mustadh’afin, bisa kita ambil contoh dalam waktu dekat ini, bagaimana ia menyambangi janda yang suaminya meninggal gara-gara korban main hakim sendiri di Bekasi. Bukan hanya mengucapkan bela sungkawa, melainkan ikut membela ibu yang dilaporkan anaknya ke pihak yang berwajib di Garut. Contoh lain, dengan sifat dermawannya membantu mereka, ibu-ibu yang sudah lanjut usia, anak yatim piatu, anak putus sekolah dalam setiap kunjungan nya ke daerah dan banyak lagi yang sudah dilakukan.

Kesederhanaan Dedi Mulyadi memang relatif alamiah, tak dibuat-buat sekadar memenuhi standar pencitraan. Hal ini karena, sejak kecil ia telah berjuang keras menaklukan kehidupan.

Hal inilah yang kemudian memicu sikap dermawan, peduli terhadap kaum mustadh’afin. Pengalaman ini barangkali yang menginspirasi program yang mengutamakan untuk peduli terhadap sesama, dengan semangat Urang Lembur ‘nulung kanu butuh, nalang kanu susah, nyaangan kanu poekeun’.

Dengan sikap sederhana dan semangat ingin berbagi, menolong, serta membuat semua orang senang, maka tak heran jika hari ini, ketika sudah menjadi pemimpin besar, Bupati Purwakarta ini banyak mengeluarkan kebijakan yang sederhana (praktis dan cepat) nan penuh makna, sederhana tapi dengan hasil istimewa.

Founder Galidaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

REKOMENDASI

http://ligalaga.id/feed/
    ligalaga.id
    http://wisato.id/feed/
      wisato.id
      KARTUN HARI INI
      http://poliklitik.com/feed/

        OPINI TERBARU

        Hey there!

        Forgot password?

        Don't have an account? Register

        Forgot your password?

        Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

        Your password reset link appears to be invalid or expired.

        Close
        of

          Processing files…