Jumat, Februari 26, 2021

Dedi Mulyadi, ‘Urang Lembur’ yang Peduli Kaum Mustadhafin

Literasi Sehat, Indonesia Hebat

Setiap insan pastilah memiliki impian. Impian itu bisa datang kapan saja dan di mana saja. Salah satu impian yang dimiliki sebagian orang adalah mengubah...

Apa Kabar Tekstil Indonesia

Industri tanah air kembali dihadapkan pada permasalahan baru, hal ini berkaitan dengan kebutuhan sandang, apalagi kalau bukan industri tekstil. Beberapa perusahaan tekstil dikabarkan telah...

Menanti Reformasi Politik Lebanon

Pasca ledakan di pelabuhan Marfaa, Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020 yang lalu. Hingga terjadi demonstrasi besar-besaran menuntut pemerintah untuk bertanggungjawab atas insiden tersebut. Tidak...

Imajinasi Konversi Kampanye Politik Digital

Kampanye digital adalah inovasi terbaru dalam kampanye politik. Model kampanye digital ini mengubah banyak elemen dari kampanye konvensional dengan rotasi yang lebih cepat dan...
Dian Hadiana
Founder Galidaya

 

Dedi Mulyadi adalah sosok pemimpin yang fenomenal. Ia getol mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan, khususnya kebudayaan Sunda. Pemimpin yang banyak memiliki inovasi dalam setiap kebijakan pembangunannya. Tak mengherankan jika, ia sukses  memimpin Purwakarta tanpa harus mencerabut akar budaya-nya.

Dedi merupakan sosok pemimpin sejati yang memiliki sikap sederhana dalam menjalani kehidupan maupun dalam membangun Purwakarta. Ia lahir dari keluarga sederhana sehingga sangat peduli terhadap kaum mustadh’afin.

Kesederhanaan Dedi dalam pembangunan purwakarta, tercermin dari kebijakan yang dikeluarkan dengan praktis tanpa perencanaan rumit dan cepat terealisasi. Misalnya, pembangunan yang bersifat fisik seperti taman kota air mancur, museum modern diorama, jalan desa yang ‘Leucir’ dan banyak lagi yang lainnya.

Di samping itu, kemajuan Purwakarta juga tergambar jelas bila kita bertandang di kota dan desa, terjadi perubahan yang signifikan, baik secara fisik maupun karakternya.

Pembangunan non-fisik, lebih mengutamakan membangun mental sebagai cara membangun karakter dengan memadukan pendekatan agama, budaya yang di formulasikan dalam sebuah kurikulum berbasis kearifan lokal.
 
Sebut saja, program unggulan pendidikan berkarakter yang sudah dicanangkan baru-baru ini seperti program ‘kemis poe welas asih’. Program yang sederhana namun penuh makna, mengangkat kembali budaya Sunda ‘nganteuran’ dengan mengajarkan saling berbagi, saling tolong selain saling mengasihi, bagi mereka (siswa) yang berkecukupan dengan mereka yang membutuhkan.

Kepedulian Dedi terhadap kaum mustadh’afin, bisa kita ambil contoh dalam waktu dekat ini, bagaimana ia menyambangi janda yang suaminya meninggal gara-gara korban main hakim sendiri di Bekasi. Bukan hanya mengucapkan bela sungkawa, melainkan ikut membela ibu yang dilaporkan anaknya ke pihak yang berwajib di Garut. Contoh lain, dengan sifat dermawannya membantu mereka, ibu-ibu yang sudah lanjut usia, anak yatim piatu, anak putus sekolah dalam setiap kunjungan nya ke daerah dan banyak lagi yang sudah dilakukan.

Kesederhanaan Dedi Mulyadi memang relatif alamiah, tak dibuat-buat sekadar memenuhi standar pencitraan. Hal ini karena, sejak kecil ia telah berjuang keras menaklukan kehidupan.

Hal inilah yang kemudian memicu sikap dermawan, peduli terhadap kaum mustadh’afin. Pengalaman ini barangkali yang menginspirasi program yang mengutamakan untuk peduli terhadap sesama, dengan semangat Urang Lembur ‘nulung kanu butuh, nalang kanu susah, nyaangan kanu poekeun’.

Dengan sikap sederhana dan semangat ingin berbagi, menolong, serta membuat semua orang senang, maka tak heran jika hari ini, ketika sudah menjadi pemimpin besar, Bupati Purwakarta ini banyak mengeluarkan kebijakan yang sederhana (praktis dan cepat) nan penuh makna, sederhana tapi dengan hasil istimewa.

Dian Hadiana
Founder Galidaya
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Asesmen dan Metode Wawancara dalam Psikologi Klinis

Seperti yang kita tahu, bahwa psikologi merupakan sesuatu yang sangat identik dengan kehidupan manusia, karena psikologi berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Psikologi yang kurang baik...

Kajian Anak Muda Perspektif Indonesia

Sejak awal, perkembangan kajian anak muda dalam perspektif Indonesia telah menjadi agenda penting dan strategis. Sebagai bidang penelitian yang relatif baru, tidak dapat dipungkiri...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.