in

Dedi Mulyadi Menuju PDIP


Pemilihan Gubernur Jawa Barat semakin menarik, Partai-partai Politik mulai menemui titik terang untuk mengusung Calon Gubernur yang di gelar serentak tersebut. Banyak simulasi yang dilakukan agar calon yang di usung memiliki nilai jual yang tinggi dalam visi membangun Jawa Barat lima tahun mendatang.

Begitu juga Ketua DPD Partai Golkar yang juga Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang awalnya telah disepakati oleh seluruh DPD Partai Golkar di Kabupaten/kota sampai dengan ke tingkat Pengerus Kecamatan dan Pengurus Desa/Kelurahan memiliki titik terang setelah Ketua Harian Partai berlogo Beringin Nurdin Halid  memerintahkannya untuk membangun Koalisi dan mencari pendamping (calon Wakil Gubernur)

Bukan bermaksud untuk merendahkan Kader dan Partai Politik, saya kira tidak sulit untuk Dedi Mulyadi untuk mencari pendamping serta membangun Koalisi.

Karena sebelumnya Partai Golkar Jawa Barat yang di pimpinnya telah sepakat berkoalisi dengan Partai lain seperti PDI Perjuangan dan Partai Hanura untuk berkolisi di Pilkada Kabupaten/kota.

Pada dasarnya, Koalisi antara PDIP, Hanura dan Golkar berkoalisi untuk mengusugnya menjadi Calon Gubernur. Tetapi karena ada kesamaan visi yang luas diantara partai-partai tersebut, maka tujuan utama pengusungan Dedi Mulyadi pun diundur karena ada yang lebih penting dari pada Pilgub, yaitu pemenangan di Pilkada 16 Kabupaten dan Kota yang di Gelar serentak.


Beberapa bulan lalu, setelah acara di Rumah Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham, yang turut di hadiri oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP akan mengusung Dedi Mulyadi, dan tidak tertarik untuk mengusung calon lain.

Baca Juga :   'Saya Memilih Pemimpin Yang Sering di Fitnah'

Selain itu, PDIP yang merupakan pemenang pada Pemilu 2014 rela tidak mengusung calon Gubernur, melainkan akan menyandingkan Dedi Mulyadi dengan Kader-kader yang telah di siapkan, diantaranya Puti Guntur Soekarno, TB Hasanudin, Abdi Yohana, dan Sutrisno.

Dari nama-nama tersebut, Puti Guntur Soekarno pernah berkunjung ke Purwakarta untuk menghadiri hari jadi Ulang Tahun Kabupaten “Istimewa’ tersebut.

Sekretaris Golkar Idrus Marham juga pernah mengatakan kalau pengusungan Dedi Mulyadi sudah final. Tetapi seiring berjalannya waktu, polemik terjadi menghantam Partai Golkar.

Disaat Pencalonan Dedi tidak memiliki kejelasan, tapi PDIP tetap kukuh akan mencalonkan Dedi Mulyadi.

Hasto yang beberapa hari lalu pun dimedia mengatakan, ‘Dengan atau tanpa Golkar, PDIP bisa mengusung Dedi Mulyadi sendirian, karena PDIP telah memenuhi kuota yang telah di tetapkan aturan yakni sebanyak 20 kursi anggota DPRD’

Sementara dengan Hanura sendiri, jauh sebelum ada kesepakatan antara Golkar dan PDIP. Hanura telah menyatakan siap berkoalisi dengan Golkar dengan membentuk ‘Poros Jabar’

Tapi koalisi tersebut putus di tengah jalan. Karena ada kesamaan visi dalam melihat dan membangun Jawa Barat, jalan koalisi antara Golkar-Hanura pun terbentuk kembali. Ketua Partai Hanura Aceng Fikri mengatakan siap mengusug Dedi Mulyadi. Apalagi, hanura telah intens melakukan komunikasi politik dengan PDIP. Hal tersebut bisa di lihat di media yang bertebaran saat kunjungan Partai Hanura ke kantor PDIP.

Baca Juga :   Pulanglah ke Nusantara

Dengan adanya perintah untuk mencari mitra koalisi, sepertinya Dedi Mulyadi tidak akan terlalu sulit. Karena, di depan pintu PDIP dan Hanura telah bersiap menyambut Dedi Mulyadi dan Partai Golkar untuk berkoalisi di pesta demokrasi lima tahunan tesebut.

Target satu bulan yang di canangkan oleh Dedi Mulyadi bisa jadi lebih cepat dari waktu yang di tentukan, karena emosional dan visi sebelumnya telah terangun. Mungkin hanya tinggal lobi-lobi biasa untuk menyamakan visi yang lebih matang.

Empat Puluh (40) kursi yang dimiki ketiga partai tesebut apabila di gabungkan jelas menjadi ancaman bagi calon dan partai lain, serta masa besar kader Golkar di akar rumput yang terus bergerak mengusung Dedi Mulyadi jelas menjadikan kemenangan semakin dengan Partai tersebut.

Apalagi, kesepakatan ketiga Partai tesebut menjadi daya tarik tersendiri bagi partai-partai lain ingin bergabung.


Written by Aming_Soedrajat

Pegiat Media Sosial

Tinggalkan Balasan

Loading…

TINGGALKAN KOMENTAR