Banner Uhamka
Selasa, September 22, 2020
Banner Uhamka

Debat Capres Kepastian Hukum, Mengambang Tegang

Sandiaga Uno Tidak Perlu ‘Syahadatkan’ Bali Melalui Pariwisata

Tidak ada yang salah dengan ide membantu wisatawan muslim menemukan masjid dan rumah makan halal. Namun, jika gagasan mengenai pariwisata halal akan membuat eksklusifitas...

Revisi UU KPK, Menguatkan atau Melemahkan?

Akhir kepemimpinan para Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) sudah berada di ujung tandung. Tepat pada tanggal 30 September 2019, anggota dewan yang tidak...

A Tobacco-Free Indonesia: Is it Possible?

Widely circulated and well accepted facts about smoking in Indonesia is worrying if not pathetic: Indonesia is the second-biggest cigarette market in Asia after...

Dolar, Minyak, dan Fatamorgana

Banyak orang yang berpandangan bahwa orde baru mengantarkan Indonesia menjadi Macan Asia. Bahkan, dunia luar menjuluki Indonesia sebagai Miracle of Asia karena pertumbuhan ekonomi...
Herlina Butar-Butar
Laboratorium Medis, Manajer di Alkes, Owner Laboratorium, Wartawan, NGO, Mendirikan BUMDES pertambangan (Non-Mercurial Gold Mining Project)

Sejujurnya, saya tidak puas dengan Debat Capres ini. Selama acara, moderator membuat suasana tegang, kurang rileks, dan tidak memberikan suasana segar kepada paslon. Paslon ini bintang yang ditunggu oleh jutaan mata pemirsa. Saya berpendapat, moderator boleh bersikap tegas pada penonton yang mengganggu, tetapi harus bisa menggiring para paslon agar melakukan hal sesuai dengan materi.

Tentang Kepastian Hukum

Pertanyaan Moderator: Apa strategi anda (paslon 02) untuk menyelesaikan masalah banyak peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih serta tidak harmonisnya peraturan di tingkat pusat serta daerah?

Strategi 02: Kami akan memberdayakan Badan Pembinaan Hukum Nasional, memperkuat dengan pakar-pakar hukum terbaik, melakukan sinkronisasi, penyelarasan sehingga UU, peraturan-peraturan di pusat tidak bertabrakan dengan peraturan-peraturan di daerah.

(Diteruskan Sandi): Partisipasi Publik sangat penting, akan melibatkan para ahli, dari universitas di pusat dan di daerah. Akan memastikan bahwa pekerjaan besar ini harus dipimpin oleh pemimpin utama yaitu Presiden dan Wakil presiden. Presiden bertanggung jawab untuk memastikan harmonisasi dan sinkronisasi.

Di bawah PS hukum harus ditegakkan dan dalam waktu yang singkat harus disinkronkan dan ciptakan harmonisasi. Kepastian hukum akan meningkatkan investasi. Lapangan kerja akan tercipta kesejahteraan akan dirasakan oleh masyarakat. Kepastian hukum akan menjadi prioritas utama dibawah paslon 02.

Tanggapan 01: Kami berbeda dengan paslon 02. Pentingnya harmonisasi regulasi. Akan menggabungkan fungsi-fungsi legislasi yang ada di GBHN, dirjen, peraturan perundang-undangan, dan fungsi legislasi di semua kementerian, digabungkan dalam Pusat Legislasi Nasional, dikontrol langsung oleh presiden satu pintu sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Perda-perda yang ada di daerah-daerah harus berkonsultasi ke Pusat Legislasi Nasional agar tidak tumpang tindih.

Kedua, akan disederhanakan semua. Sehingga apabila ada tumpang tindih langsung kelihatan sehingga akan di revisi.

Tanggapan 02: Kami tidak melihat perbedaan strategi. Pemerintah yang bertanggung jawab untuk melaksanakan penyelarasan,melakukan perbaikan dan menghasilkan produk-produk itu. Presiden adalah “chief law enforcement officer”, penanggung jawab pelaksanaan dan penegakan hukum, itu tanggung jawab presiden. Tapi kenyataannya sekarang tumpang tindih menumpuk, perlu bantuan pakar-pakar untuk membantu pemerintah mempercepat masalah semua. Ingin percepatan. Di Indonesia masalah terlalu banyak, terlalu besar. Harus ada terobosan.

Seharusnya, saat memberikan tanggapan, moderator bisa menggiring agar paslon 01 memberikan komentar atas strategi paslon 02. Kemudian juga, moderator bisa menggiring paslon 01 untuk memberikan pertanyaan kepada paslon 02 seputar strateginya. Lalu, paslon 02 harus menjawab pertanyaan paslon 01. Sehingga masyarakat akan melihat kedalaman strategi masing-masing paslon.

Ini tentu akan menarik. Selama debat, paslon 01 akan memperhatikan strategi paslon 02, atau sebaliknya. Bukan malah saling pidato sendiri-sendiri. Malah jadi kayak lomba pidato.

Sebagai warga, saya tidak mendapat gambaran apapun tentang kedalaman strategi masing-masing paslon, lalu bagaimana kedua paslon 02 dapat menjalankan strateginya tersebut?

Ada yang menarik tentang “ Presiden adalah seorang “chief  law enforcement officer” atau kepala petugas penegak hukum. Is it right?. Atau tentang Presiden dan Wakil Presiden menjadi “pemimpin utama” atas kepastian hukum. Sepertinya, jika paslon 02 menjadi presiden, DPR harus mengurangi fungsinya. Karena Presiden dan Wakil menjadi pemimpin utama dalam fungsi legislasi.

Pusing juga melihat Debat sekelas Capres tapi tidak berjalan seperti seharusnya. Tegang Mengambang.

Saya berharap KPU harus bisa memperbaiki Debat Capres berikutnya.

Herlina Butar-Butar
Laboratorium Medis, Manajer di Alkes, Owner Laboratorium, Wartawan, NGO, Mendirikan BUMDES pertambangan (Non-Mercurial Gold Mining Project)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Disiplin, Senjata Ampuh Melawan Corona

Sejak ditemukan penyakit Covid-19 yang diakibatkan oleh virus corona pada akhir tahun 2019, pandemi ini telah menembus angka 30 juta korban kasus positif di...

Teriakan yang Mematikan Pohon di Kepulauan Solomon

Ada kebiasaan menarik dari penduduk yang tinggal di Kepulauan Solomon: Meneriaki pohon. Untuk apa? Untuk menebang pohon yang mengganggu. Jika pohon itu terlalu besar, kayunya...

Menelisik Politik Hukum dan Kebijakan Kita

Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai keragaman, mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara secara harmonis merupakan hal yang esensial. Kehidupan yang inklusif atau keberdampingan para...

Jalan Buntu Reformasi Polri?

Perbincangan mengenai kepolisian tampak menghangat dalam beberapa bulan terakhir. Bukan karena prestasi semata Ia lantas diperbincangkan, melainkan keputusan dan tindak tanduk dari oknum-oknum anggota...

Komunis Pertama dalam Tubuh Organisasi Islam Di Indonesia

Pada tahun 1913 H. J. F. M. Sneevliet (1883-1942) tiba di Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai seorang pengamut mistik Katolik tetapi kemudian beralih ke...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.