Sabtu, Januari 16, 2021

Database, Media Sosial, Pajak dan E-Commerce

Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF?

Kekalahan yang ditelan timnas Indonesia di pertandingan pertama melawan Singapura 1-0, dan pertandingan ketiga melawan Thailand 4-2, menjadikan peluang Timnas ke babak semifinal begitu...

Pilpres AS, Masih Trump Layak Terpilih Kembali?

3 November 2020, dimana Amerika Serikat akan menentukan nasib negara mereka lewat pemilihan presiden (pilpres). Walaupun dunia sedang dilanda pandemi Covid-19, namun kongres tetap...

Arti Karakter Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal

Kearifan lokal terdiri dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) atau kebijaksanaan, dan lokal (local) atau setempat. Jadi arti kearifan lokal secara sederhana bias dipahami...

Melawan Politik Uang

Ekonom Milton Freedman  menulis salah satu judul bukunya There’s No Such Thing as a Free Lunch. Frase yang populer di era 1950-an ini digunakan...
Rifky Bagas
Writing is one way to express your self. To be honest to make some opinion. What do you feel is what do you write. Give your freedom but keep concern ethics and polite words.

Mengutip dari situs www.termasmedia.com, bahwa basis data (database) adalah kumpulan data yang tersimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah dan dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi.

Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur data, dan juga batasan-batasan pada data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi karena berfungsi sebagai gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat mengorganisasi data, menghindari duplikasi data, menghindari hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit.

Database sekarang ini mulai menjadi fokus utama. Bagaimana data mentah ini dikelola dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk mengetahui gender, umur, minat, pekerjaan, geografis, hingga karakter dan sifat. Data yang dikelola dengan baik dapat digunakan sebagai proyeksi maupun informasi untuk dapat mengambil kebijakan maupun keputusan penting tertentu.

Untuk zaman sekarang, menjadi skeptis dan tidak peduli terhadap teknologi sekarang ini sepertinya akan membawa kita ke dalam kelumpuhan dalam mendapatkan informasi yang pasti akan berpengaruh juga akan tujuan suatu organisasi. Future is gonna be interesting, mengutip perkataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani indrawati. Beliau tidak berkata mengenai masa depan iu adalah menantang melainkan menarik.

Menarik, karena 5 atau 10 tahun lagi apa yang akan terjadi dengan dunia ini. Sehingga sudah jelas, bukannya menarik diri terhadap teknologi namun bagaimana memanfaatkan teknologi itu untuk mencapai suatu tujuan institusi. Namun tidak bijak pula jika kita terlarut dalam teklogi dan hanya menjadi konsumen tanpa ada suatu perubahan yang berarti mengenai cara pandang kita, cara bekerja kita, dan juga cara bersikap kita.

Melanjutkan mengenai database, teknologi pengolahan data ini sudah lebih maju di perusahaan e-commerce maupun daring periklanan untuk mengambil pasar yang tepat dan sesuai. Mengulang kembali pelajaran manajemen pemasaran terdahulu bahwa jika ingin menjual barang yang diutamakan adalah market atau yang disebut dengan pasarnya apakah ada atau tidak, baru membuat spesifikasi barang yang sesuai permintaannya.

Namun, dari pasar tersebut kita masih bisa melakukan adanya penetrasi pasar dengan mempengaruhi minat bahkan mungkin market pun akan berubah, pelajaran yang saya ambil dari film korea yang saya tonton yang berjudul Shopaholic Louis. Walaupun terlebih mudah mengikuti selera pasar daripada membentuk suatu pasar tersendiri. Di samping itu, database dan social media seperti menjadi teman yang akrab. Database sebagai pengolah data dan sosial media sebagai pengumpul data serta media publikasi menarik.

Pertanyaannya, apakah institusi pemerintahan bisa menggunakan cara yang sama untuk mencapai visi organisasi? Jawabannya adalah bisa, dengan pengaturan yang disesuaikan. Seolah seperti program kosong dengan data kosong namun secara fungsinya sesuai dengan kebutuhan, kita tinggal isi dan lakukan preferensi sesuai apa yang kita tuju.

Coba berfikir kongkrit apa yang perlu diperbuat untuk membuat suatu pelayanan terbaik dan mendapatkan huge information dan itu valid. Membuat sebuah kantor pelayanan pajak e-commerce, KPP hanya untuk pengusaha-pengusaha e-commerce atau prosesnya yang seluruhnya secara e-commerce, market atau pasar mana yang berharap menjadi pilihan, namun hal ini sepertinya mimpi yang pasti bisa terwujud.

Namun tetap digaris bawahi bahwa perbaikan data harus dilakukan terlebih dahulu dan harus cepat. Identifikasi tools apa saja yang harus dipunyai, harus mulai dijalankan. Mengumpulkan data juga perlu sarana menarik sehingga data-data tersebut bisa mudah berlarian masuk ke dalam database.

Pengamanan juga merupakan hal penting, karena data informasi itu lebih liquid daripada sebuah cairan. Bisa terduplikasi dan terhapus dengan mudah. Lebih dari itu adalah infeksi data oleh virus yang bisa saja membuat suatu perubahan data yang bermutasi dan mengubah cara kita mengolahnya.

Rifky Bagas
Writing is one way to express your self. To be honest to make some opinion. What do you feel is what do you write. Give your freedom but keep concern ethics and polite words.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.