Senin, Januari 18, 2021

Dari Bawaslu untuk Pemilu

Gunung Es Carut Marut Pelayaran Rakyat

Beberapa waktu lalu, transportasi penyeberangan Indonesia kembali berduka. Setelah tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada medio tahun 2018 di Danau Toba, tragedi hampir serupa...

The Political Power of Emak-Emak

The power of emak-emak, pada awalnya istilah ini viral dan populer karena banyaknya pengalaman pengguna media sosial (netizen) bertemu dan merekam tingkah laku “extraordinary”...

Theologia Kemakmuran Ajaran Praktis Tentang Sukses Tapi Salah 1

Merupakan gambaran tentang teologi kemakmuran, yang ingin mengedepankan kesuksesan dan kemakmuran di dunia ini, seperti: relasi sesama yang baik, keluarga yang baik, punya harga...

Lockdown, Nabi Yusuf dan Ketahanan Pangan

Merebaknya virus corona atau covid-19 dalam beberapa waktu terakhir ini membuat kita sering mendengar istilah lockdown dan karantina wilayah. Lockdown secara harfiah berarti dikunci, atau...
Bahrur Rosi
Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Jayabaya Jakarta

Gegap gempita dan riuh gemuruh perhelatan akbar demokrasi di Indonesia yakni penyelenggaraan Pemilu 2019 sudah mulai terasa dan kini sudah dihadapan mata. Pemilu serentak 2019 hanya tinggal menunggu hitungan bulan dan pada hari itu dunia akan melihat bagaimana Indonesia menjalankan iklim demokrasi yang bermartabat dan beradab.

Pemilu rasa baru ini akan akan tercatat dalam sejarah jika berlangsung secara secara baik, karena untuk pertama kalinya rakyat yang mempunyai hak pilih akan dihadapkan pada 5 kotak sekaligus untuk memilih anggota DPR, DPRD, DPD dan memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Untuk menjamin penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai amanah UUD 1945 yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil maka dibutuhkan sebuah lembaga penyelenggara pemilu sebagai alat untuk memastikan pemilu berjalan sesuai dengan khittahnya, dalam hal ini tentu jawabannya adalah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Pemilu hari ini adalah suksesi kepemimpinan yang sehat dan tidak lepas dari pengawasan berbagai pihak yang bersifat kultur maupun secaras struktur. Dengan demikian, kecurangan dalam Pemilu bisa terus ditekan dan menurun dari waktu ke waktu. Namun, pemilu yang berkualitas serta menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.

Peran Bawaslu sebagai lembaga negara yang berfungsi khusus dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu, baik ditingkat daerah maupun pusat, menjadi sangat penting di era demokrasi saat ini. Kualitas pengawasan yang baik akan linier dengan kualitas sebuah Pemilu. Pengawasan yang berkualitas akan mampu menekan berbagai bentuk kecurangan dalam pemilu.

Reformasi politik pascareformasi melalui gerakan rakyat (people power) Mei 1998 berhasil menumbangkan rezim Orde Baru. Lahir dari kenyataan, bahwa selama rezim Orde Baru, rakyat Indonesia merasakan kekecewaan akibat praktik demokrasi prosedural. Hal itu seperti penyelengaraan pemilu selama masa Orde Baru yang tidak sesuai dengan asas dan prinsip pemilu yang demokratis karena bahkan sebelum pemilu dilaksankan semua sudah tau siapa pemenangnya.

Dalam konteks Indonesia yang sedang membangun politik yang beradab dan bermartabat, pelaksanaan pemilu tanpa hadirnya pengawasan secara strukturan dan fungsional yang kokoh berpotensi besar menimbulkan hilangnya hak pilih rakyat, maraknya politik uang, kampanye hitam, merebaknya isu SARA, dan pemilu yang tidak sesuai aturan main.

Pemilu sebagai suatu mekanisme demokrasi sesunggunnya didesain untuk mentransformasikan sifat konflik di masyarakat menjadi ajang politik yang kompetitif dan penuh integritas melalui pemilihan umum yang jujur dan adil. Pemilu merupakan saran perwujudan daulat rakyat dalam rangka menghasilkan pemerintahan Negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 22E Ayat (1) UUD 1945 menggariskan enam kriteria pemilu, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Pemilu sudah menjadi identitas terpenting bagi sebuah negara yang berdiri diatas dasar demokrasi dalam bernegara, baik negara yang demokrasinya sudah mapan maupun negara yang demokrasinya masih dalam proses transisi. Namun menjadi kenyataan bahwa penyelenggaraan pemilu di berbagai negara masih menunjukkan adanya pelanggaran dan kecurangan dalam proses pelaksanaannya. Integritas pemilu menjadi penting dalam hal ini untuk menjamin bahwa demokrasi dan daulat rakyat berjalan dijalurnya.

Menjadi tanggung jawab seluruh penyelenggara pemilu terutama Bawaslu untuk mengontruksi pemilu yang berkualitas dan penuh integritas bagi peradaban demokrasi bangsa. Sejatinya, pemilu harus berjalan baik secara prosedural dan substansial. Secara proseduran jika syaratnya sudah terpenuhi dan berhasil secara substasial jika apa yang dicita-citakan sudah tercapai.

Salah satu fungsi Bawaslu adalah melakukan pengawasan tahapan dan penyelenggaraan pemilu serta melakukan pencegahan pemilu. Fungsi yang strategis dan siginifikan dari Bawaslu adalah bagaimana menghindari potensi pelanggaran pemilu muncul dengan menjalankan program pencegahan yang optimal.

Bawaslu juha diharapakan mampu melakukan penindakan yang tegas, efektif, dan menjadi hakim pemilu yang adil. Karena semangat dari kelahiran Bawaslu diharapkan mampu mendorong dan memperkuat pengawasan masyarakat dengan memberikan penguatan berupa rgulasi, kewenangan, sumber daya manusia, anggaran, serta sarana dan prasarana.

Bawaslu juga harus hadir menjadi solusi bagi berbagai tuntutan untuk melakukan pengawasan dan penindakan berbagai pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan pemilu yang dilakukan oleh siapapun tanpa pandang bulu.

Bawaslu harus mampu bekerja sinergis bersama seluruh elemen bangsa untuk mengawasi dan menegakkan hukum pemilu secara tegas dan adil. Keadilan pemilu dapat diwujudkan jika Bawaslu bekerja secara terbuka, profesional, imparsial, akuntabel, dan berintegritas.

Proses penyelenggaraan pemilu harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, kredibel, dan patisipatif, agar semua tahapan dapat berjalan baik sesuai koridor aturan yang berlaku. Terbentang harapan akan eksistensi dan peran penting Bawaslu sehingga memiliki kewenangan besar, tidak hanya sebagai pengawas, sekaligus sebagai eksekutor dan pemutus perkara untuk membuktika peran dan eksistensinya mengwal pemilu yang berintegritas bagi kemajuan bangsa. Tentu, perna konstruktif dan akti dari kita semua diperlukan demi terwujudnya pemilu berintegritas.

*Penulis adalah Tim Asistensi Bawaslu Provinsi DKI Jakarta

 

Bahrur Rosi
Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Jayabaya Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.