OUR NETWORK

Dan RINDU Adalah yang Kita Tunggu

Kang Emil merepresentasikan pemimpin yang modern dengan keberhasilannya menata kota dan keindahannya, sementara Uu adalah pemimpin yang berhasil menyulap beberapa bidang di Kabupaten Tasikmalaya, seperti peningkatan dalam aspek pertanian dan lainnya.

Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum telah ditetapkan dan orang-orang kini bisa mengenalnya dengan sebutan yang singkat dan mudah diingat: RINDU (Ridwan-Uu).

Pasangan RINDU adalah perpaduan dari dua sosok yang saling mengisi. Idealisasi dari kedua sosok tersebut bisa dilihat dari beberapa hal. Pertama, Ridwan Kamil sendiri adalah sosok yang memiliki prestasi luar biasa. Dari kejeniusan pikirannya, Bandung menjadi sebuah kota dengan penataan yang begitu modern.

Ada motto yang kemudian menjadi terkenal darinya: “membangun kota dengan gagasan baru”. Motto itu telah mewujud dalam implementasi kebijakan-kebijakannya dalam menata kota Bandung.

Di tangannya, Bandung adalah kota yang menyedot perhatian orang-orang untuk datang demi mengisi waktu liburan mereka. Terutama bagi kalangan muda-mudi, Bandung menjadi tempat yang nyaman untuk menghidup saling kasih dan sayang mereka.

Tidak berhenti di situ. Untuk mewujudkan keindahan Bandung, kang Emil juga rajin mengedukasi masyarakat untuk mencintai kebiasaan-kebiasaan yang baik seperti ‘selasa tanpa rokok’, ‘Rebo Nyunda’, dan hal-hal kreatif lainnya.

Sebagian edukasi itu dia lakukan melalui media sosial. Jika M.A.W. Bowyer pernah melukiskan Bandung dengan kalimat ini: “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum”. Maka hari ini, senyum Tuhan kian berkembang. Sebab Bandung terus menunjukkan keindahannya di tangan kang Emil.

Ridwan Kamil – dengan demikian – bisa dikategorikan sebagai sosok yang pemimpin yang mampu mengejawantahkan ide-ide kemodernan. Dia mampu menghadirkan struktur kemodernan pada kota Bandung melalui kejeniusannya. Kang Emil adalah pemimpin dengan latar belakang seorang arsitek dan dianugerahi kemampuan menghadirkan estetika pada tata kota.

Hal lain yang ditunjukkan oleh kepemimpinannya sebagai Wali Kota di Bandung juga bisa dilihat dari keberhasilannya dalam meningkatkan layanan publik. Dalam sebuah pidatonya, dia menjelaskan bahwa pelayanan publik di Kota Bandung yang semula ada di ranking ratusan, kini telah melesat menjadi nomor 4 di tingkat nasional (detikcom, 6/2/2016).

Baginya sikap tegas untuk kebaikan publik adalah sebuah keniscayaan termasuk jika ia harus memecat sejumlah pejabat bila menurutnya dianggap tidak memiliki etos kerja yang baik. Sekali lagi, etos kerja dan disiplin kerja yang tinggi adalah karakter dari masyarakat modern. Dan Kang Emil adalah pemimpin yang merepresentasikan diri sebagai sosok yang mencintai kemodernan.

Kedua, pasangannya, Uu Ruzhanul Ulum adalah sosok yang juga berlimpah prestasi. Sejak ditetapkannya sebagai bupati di Kabupaten Tasikmalaya, dia telah memperoleh sekitar 32 penghargaan di berbagai bidang. Beberapa dari prestasinya: tahun 2012, dia dianugerahi penghargaan atas komitmen dan dukungannya dalam penyelenggaraan penerapan e-KTP. Kabupaten Tasikmalaya berhasil mencapai target perekeman e-KTP lebih cepat dari batas waktu yang ditetapkan (pikiran-rakyat.com, 10/01/2018).

Penghargaan yang lain, dia peroleh di bidang pertanian. Dia memperoleh penghargaan dari Menteri Pertanian atas peran aktifnya dalam peningkatan pembangunan di bidang pertanian serta peningkatan produksi gabah pada 2014. Di tahun itu, dia juga memperoleh penghargaan yang lain. Misalnya, tanda kehormantan Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan Muda dari Ketua KTNA Nasional. Dia juga memperoleh penghargaan juara I tingkat provinsi Jawa Barat Program Penanaman Satu Miliar Pohon (pikiran-rakyat.com, 10/10/2018).

Sepintas memperhatikan prestasi masing-masing, kedua sosok ini memiliki kelebihan masing-masing: Kang Emil merepresentasikan pemimpin yang modern dengan keberhasilannya menata kota dan keindahannya, sementara Uu adalah pemimpin yang berhasil menyulap beberapa bidang di Kabupaten Tasikmalaya, seperti peningkatan dalam aspek pertanian dan lainnya.

Perjumpaan keduanya – dengan mewakili karakter kepemimpinan dan keberhasilannya masing-masing – adalah perpaduan yang baik. Kedua-duanya adalah pemimpin yang memiliki segudang prestasi. Kedua-duanya adalah pemimpin yang memiliki komitmen untuk memakmurkan masyarakat.

Prestasi yang diukir keduanya mengungkapkan satu hal: mereka memiliki komitmen dan keberpihakan politik bagi kebaikan rakyatnya.

Penulis

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…