Banner Uhamka
Senin, September 21, 2020
Banner Uhamka

Dan Pada Akhirnya Ridwan Kamil Kena Batunya Sendiri.

Toleransi; Hak Bagi Mayoritas, Wajib Bagi Minoritas

Riuh rendah perhelatan pemilu telah selesai pasca diketoknya palu hakim Mahkamah Konstitusi. Tapi berakhirnya kontestasi politik lima tahunan ini tidak serta merta membuat keriuhan...

Tangisan Nestapa Buruh Kita

Jhon Pilger merupakan seseorang yang memang piawai dalam menggarap film dokumenter, yang mana ia kerap kali menyoroti fenomena yang terjadi di Indonesia di berbagai...

Menyoal Agama dan Pancasila Dari Mata DN Aidit, Bagian #2

Artikel ini adalah artikel bagian ke-dua dari artikel Menyoal Agama dan Pancasila Dari Mata DN Aidit. Baca juga bagian pertama-nya disini. Aidit, Agama dan Pancasila Yang...

Menjadi Dosen dan Mahasiswa Pendidikan Geografi yang Paripurna

Di akhir tahun 2018 lalu ada berita yang menggeltik perasaan saya. Bukan berita nasional, hanya berita kampus yang diangkat oleh lembaga pers mahasiswa kampus,...
Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial

Langkah Ridwan Kamil (RK) menuju calon gubernur Jawa Barat semakin berat setelah awalnya ada kedekatan dengan beberapa partai tapi pada akhirnya sirna dengan sendirinya.

Deklarasi dari Partai Nasdem seakan menjadi simalakama. Nasdem yang giat berkoordinasi membangun komunikasi dengan partai lain belum juga mendapatkan hasil.

Awalnya PPP , Demokrat, PAN, Hanura di gadang-gadang akan membangun poros untuk mengusung RK ternyata mulai berbalik arah. Hanura merapat ke koalisi Golkar-PDIP yang mengusung Dedi Mulyadi.

Partai Amanat Nasional (PAN) merapat ke Demis-Saikhu (PKS-Grindra), sementara Demokrat dan PPP sedang membangun Poros baru guna mengusung calon Gubernur lainnya yang saat ini santer dengan tiga nama tersebut.

PDIP sudah menutup pintu rapat-rapat untuk RK, dan Golkar semakin santer mengusung Dedi Mulyadi walaupun sempat nama RK beredar di Internal Golkar. Tapi dengan tegas Ketua Bidang Pemenangan DPP Partai Golkar Yahya Zaini menampiknya.

‘Rekomendasi Partai Golkar untuk Dedi Mulyadi yang merupakan kader Golkar dan telah di usung oleh semua pengurus DPD dua sampai ketingkat akar rumput’ kata Yahya Zaini

Kekecewaanya tidak sampai disitu. Survei Ridwan Kamil terus mengalami penurunan dari setiap bulannya. Awalnya RK berada di posisi teratas, tetapi terus merosot hingga akhirnya berada di posisi ketiga yang kali ini di salip oleh Dedi Mulyadi.

Ketakutan Ridwan Kamil semakin terlihat seketika mendengar Demokrat dan PPP mencari Calon baru yang akan di usung.

Dikutip dari Detiknews, ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulanjana mengatakan, sejauh ini pihaknya memang masih berkomunikasi dengan Ridwan Kamil, tetapi hal tersebut tidaklah menjamin Partai Demokrat mengusungnya.

‘Kalaupun mau bertemu dengan Pak SBY, silahkan saja. Karena itu bentuk ikhtiar kandidat. Kalau nyambung ya bagus, kalau tidak ya gak apa-apa’ kata Iwan Sulanjana

Jawaban Iwan Sulanjana ngeri-ngeri sedap kalau kata Sutan Batugana (alm Kader Demokrat). Mempersilahkan tetapi dengan segudang tanda tanya.

 Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan Ridwan Kamil semakin berat untuk di usung oleh pertai, walaupun dengan elektabilitas yang lumayan cukup.

Pertama, ketidak konsistennya Kang Emil itu sendiri. Selain main klaim dan main comot untuk setiap kader partai untuk menjadi pendampingnya.

Mulai dari Daniel Muttaqien anggota DPR RI dari Partai Golkar, Bima Arya Wali Kota Bogor dari PAN sampai pendekatan terhdap wali Kota Tasik Uu Rukmanul Hakim dari PPP.

Perbuatan main Comot tersebut membuat ketidak sukaan dan Simpati dari tiap tubuh pengurus Partai.

Kedua, Ridwan Kamil pun bukanlah orang yang setia. Bisa di lihat bagaimana ketika PKS-Grindra mengusungnya untuk menjadi Walikota. Ketika telah berhasil menjadi walikota, janji-ianji yang di umbar semasa pendekatannya tidak di laksanakan.

Akhirnya seperti dalam sebuah hubungan percintaan, yang namanya mantan itu tidak ada positifnya ketika telah berakhir hubungan.

Dalam sebuah politik memang tidak ada bedanya dengan sebuah percintaan. Janji dan konsistensi harus di tepati, bukan di ingkari.

Dari apa yang dilakukan oleh Ridwan Kamil kita mendapatkan pelajaran yang paling berharga. Kalau konsistensi dan etika bukan hanya sebuah jalan untuk mempermudah perjalanan mengarungi kehidupan.

Melainkan juga sebuah jalan untuk kemudahan menggapai impian dan dari sebuah pengabdian.

Bagaimana dengan PKB?

Dari berbagi opini dan media memang akan mendeklarasikannya dalam waktu dekat. Tetapi sebelum janur kuning melengkung semuanya bisa terjadi. Ada kemungkinan mendapatkan harapan palsu. biarkan alam yang menjawabnya. karena jawaban alam, tergantung apa yang kita lakukan.

Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Komunis Pertama dalam Tubuh Organisasi Islam Di Indonesia

Pada tahun 1913 H. J. F. M. Sneevliet (1883-1942) tiba di Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai seorang pengamut mistik Katolik tetapi kemudian beralih ke...

Berperang Melawan Infodemi

Menurut (Eshet-Alkalai, 2004) ruang maya atau cyberspace bukan hanya desa global atau global village melainkan hutan belantara yang lebat dengan segala informasi. Informasi tersebut bisa jadi...

Religion in Academic Study; An Introduction

"Religion" in relation to ritual practice became an item in an inventory of cultural topics that could be presented either ethnographically in terms of...

Optimisme di Tengah Ketidakbersatuan ASEAN

Optimisme ASEAN yang memasuki usia 53 tahun pada 8 Agustus lalu harus dihadapkan pada kenyataan pahit dan diliputi keprihatinan. Negara-negara anggota ASEAN dipaksa atau...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.