Banner Uhamka
Rabu, September 30, 2020
Banner Uhamka

Cloud Computing dan Kesiapan Infrastruktur Telekomunikasi

Ketika Urang Banjar Bertemu Wong Jowo

Indonesia dianugerahi kekayaan budaya yang tak terbendung, terbentang dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan budaya ini juga melahirkan kekayaan bahasa yang sangat berharga. Hal ini...

Melampaui Hasrat dan Filsafat

Banyak orang yang alergi mendengar kata: filsafat. Kita alergi pada sesuatu yang belum kita ketahui. Filsafat adalah sebuah kata yang sulit dipahami. Setiap filsuf...

Menanti Arah Baru Kebijakan Presiden Terpilih

Hiruk pikuk pemilihan umum  tahun 2019 telah  usai dengan meninggalkan berbagai jejak  problema yang menjangkiti negri ini. Mulai dari permasalahan agama, hoax, isu perselisihan...

Sulitnya Belajar Islam dari NU

Saya terlahir dari bapak yang sangat fanatik Nahdlatul Ulama, sebagai warga Nahdliyin fanatik, tentunya bapak saya memperkenalkan banyak hal mengenai Nahdlatul Ulama. Sampai kiai...
Muhammad Amir Ma'ruf
Statistisi Ahli pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang

Beberapa dasawarsa terakhir, teknologi informasi berkembang sedemikian cepat seiring meningkatnya jumlah penduduk. Kebutuhan tersebut didasari oleh semakin tingginya mobilitas manusia sehingga membutuhkan akses informasi yang mudah, cepat, dan akurat.

Menilik tiga windu kebelakang, kebanyakan orang harus mencari telepon umum jika ingin bersapa dengan sanak saudaranya. Hanya berselang beberapa tahun ketika ponsel mulai umum dimiliki, telepon umum mulai digantikan dengan layanan telepon seluler dan layanan pesan pendek (SMS).

Zaman semakin maju, layanan telepon seluler dan SMS pun mulai digantikan dengan berbagai layanan berbasis internet. Mulai dari mengirim surat hingga bertatap muka melalui panggilan video. Bahkan, kemenkominfo merilis pada tahun 2017 ada sekitar 143,26 juta pengguna internet di Indonesia.

Fenomena ledakan data atau yang lazim dikenal dengan big data tidak dapat dihindari seiring dengan pesatnya penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelegence (AI). Tidak hanya teknologi informasi, penggunaan teknologi AI ini juga merambah pada teknologi penyimpanan. Berbagai media penyimpanan berbasis fisik kini mulai ditinggalkan dan digantikan dengan penyimpanan berbasis komputasi awan yang menggunakan internet karena dianggap lebih ringkas dan mudah.

Salah satu contoh penyimpanan yang menggunakan teknologi komputasi awan adalah Google Drive. Kini orang-orang tidak lagi cemas ketika folder di ruang kerja penuh dengan lembaran arsip, atau berkas penting tertinggal dirumah.Penggunaan komputasi awan sebagai sarana penyimpanan memiliki kelebihan dibandingkan dengan sarana penyimpanan konvensional.

Jika sarana konvensional mengharuskan pengguna untuk mengganti piranti penyimpanan ketika terjadi overload, komputasi awan menawarkan kemudahan berupa penambahan kapasitas tanpa perlu mengganti sumber daya dan memindahkannya ke “wadah” yang lebih besar.

Selain itu, komputasi awan menawarkan kemudahan akses yang memungkinkan pengguna saling berbagi pakai. Penyimpanan berbasis komputasi awan tidak harus menggunakan internet publik, melainkan juga dapat menggunakan intranet yang justru lebih digemari oleh entitas bisnis modern karena dianggap lebih aman. Namun, tidak semua entitas bisnis tersebut mampu membangun infrastruktur untuk penggunaan komputasi awan karena membutuhkan piranti yang berteknologi lebih tinggi.

Komputasi Awan dikalangan Masyarakat

Tanpa disadari, penggunaan komputasi awan ini sudah sangat populer digunakan oleh masyarakat umum. Sebuah portal internet yang memiliki layanan umum seperti e-mail, penyimpanan media, bahkan penggunaan media sosial merupakan salah satu pemanfaatan dari komputasi awan.

Ketika seseorang mengunggah sebuah foto ke linimasa, secara konseptual orang tersebut sudah memanfaatkan penyimpanan komputasi awan karena dapat diakses melalui berbagai perangkat dan dimana saja.

Sama halnya ketika kita menggelar lapak di sebuah situs jual beli dalam jaringan (daring), penggunaan sarana tersebut sudah memanfaatkan komputasi awan. Perusahaan-perusahaan yang lebih banyak memanfaatkan layanan dalam jaringan kini menyadari potensi keuntungan yang didapat dari penggunaan komputasi awan. Perusahaan tersebut berlomba-lomba untuk “menjual data” dari para pelanggan yang memanfaatkan jasa mereka.

Data-data pelanggan berupa histori pencarian dan ketertarikan sebuah layanan memunculkan para ide-ide yang membuat produsen lebih efektif dan efisien dalam melakukan promosi pemasaran.

Mereka menjadi tahu harus kepada siapa mereka mengiklankan produk tertentu yang pada akhirnya akan meningkatkan gairah bisnis mereka. Sebagai contoh perusahaan layanan transportasi dalam jaringan Go-Jek, valuasi mereka kini melebihi perusahaan sekelas Garuda Indonesia. Hal ini tentu sebagai barometer prospek bisnis yang memanfaatkan teknologi komputasi awan.

Sebuah Paradoks

Pemanfaatan komputasi awan dikalangan masyarakat umum lebih didominasi oleh komputasi awan berbasis internet publik. Oleh karena itu, ketersediaan jaringan internet yang memadai merupakan syarat mutlak agar masyarakat ikut merasakan manfaat dari komputasi awan.

Untuk sebagian wilayah Indonesia seperti Pulau Jawa dan kota besar lain di luar Jawa mungkin tidak menemui kendala yang berarti. Akan tetapi, saudara-saudara kita yang berada di daerah 3T masih belum merasakan kemudahan dalam penggunaan komputasi awan. Jangankan untuk berselancar dalam jaringan, untuk sekadar telepon saja terkadang masih kesulitan.

Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menyebutkan bahwa sampai Juli 2018 masih ada 11% blank spot seluler di wilayah Indonesia. Perlu sekitar 5000 site lagi agar seluruh wilayah di Indonesia dapat merdeka sinyal. Masih adanya blank spot ini menunjukkan belum meratanya infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Padahal, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi komputasi awan tak sebatas sinyal 2G, jaringan internet minimal 3G sangat dibutuhkan agar akses menjadi lebih mudah. Terlihat miris, disaat petani di Jepang sudah menggunakan teknologi komputasi awan untuk membantu mereka memantau tanaman mereka dari tempat yang jauh sekalipun, kita masih sibuk dengan bagaimana seluruh masyarakat terbebas dari “buta sinyal” pada tahun 2020.

Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar seluruh wilayah Indonesia terutama di pemukiman dan objek pariwisata dapat dijangkau oleh jaringan internet sehingga masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Dengan adanya pemerataan jaringan internet juga diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemanfaatan komputasi awan yang semakin marak digunakan dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang belum merata seakan membuat gap antara masyarakat yang bertempat tinggal di daerah dengan fasilitas jaringan yang memadai dan yang tidak. Dengan kata lain, komputasi awan di Indonesia belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

Masih ada saudara-saudara kita yang hidup tanpa internet, atau bahkan telepon. Pembangunan Palapa Ring yang digalakkan pemerintah untuk menghubungkan existing network dengan jaringan baru terutama di Indonesia bagian timur seakan memberikan secercah harapan bagi masyarakat yang selama ini belum merasakan manfaat jaringan internet. Melalui percepatan pembangunan infrastruktur, jauh ke depan kita berharap komputasi awan dapat dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat.

Muhammad Amir Ma'ruf
Statistisi Ahli pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

The Social Dilemma, Algoritma Media Sosial Manipulasi Pengguna

Di masa pandemi virus corona, kita sangat bergantung pada perangkat-perangkat lunak agar kita tetap bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan rekan kerja yang tidak...

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.