Banner Uhamka
Senin, September 21, 2020
Banner Uhamka

Catatan Halaqah Kebangsaan: Menjadi Payung Besar Minoritas

Wakil Menteri, Kebutuhan atau Akomodasi Politik

Menyusul pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju yang telah dilaksanakan dua hari sebelumnya di Istana Kepresidenan, 12 wakil menteri ikut dilantik Presiden Jokowi pada Hari...

Depresi: Apa dan Bagaimana?

Seringkali kita memungkiri apabila diri atau orang disekitar mengalami kondisi depresi. Sering pula kita jumpai orangtua, guru, teman, dan diri sendiri menyepelekan kondisi depresi...

Relasi Tanah dengan Keberlangsungan Kehidupan Manusia

Pertanian merupakan salah satu elemen penting dalam keseimbangan negeri, sektor ini berperan membangun perekonomian level mikro yang relasional dengan kebutuhan makro, karena berkenaan dengan...

Ketimpangan Ekonomi dan Konflik: Studi Kasus Tanjungbalai

Kasus Meliana yang bermula dari pembicaraan tentang volume suara masjid ternyata bukan hanya berujung pada aksi kekerasan dan pengrusakan rumah ibadah di Tanjungbalai, namun...

Umat Islam Indonesia harus memberikan harapan bagi masyarakat Indonesia, mampu menjadi payung (pelindung), memberikan kenyamanan, ketentraman dan keamanan bagi kalangan minoritas. Meskipun berbeda suku, ras dan etnis, Indonesia memiliki hal yang berbeda dengan negara-negara lain, kita memiliki keberagaman.

Indonesia adalah negara yang majemuk, dan manusia beragama mayoritas maupun minoritas dalam beribadah tidak hanya untuk dirinya sendiri dan sesama umatnya saja. Tetapi juga untuk semua mahluk hidup di muka bumi.

Kita seringkali beribadah hanya untuk diri sendiri, terlalu egois jika hubungannya hanya untuk pribadi, bahkan akan melahirkan stigma merasa paling sempurna dalam hidup dan jika tidak di kelola dengan baik, maka akan merasa paling benar dan bersifat ujub, dan berbahaya serta membawa dampak kehancuran bagi bangsa dan negara ini. Umat Islam jangan egois dalam berbangsa dan bernergara, umat Islam harus meneduhkan.

Dalam Halaqah kebangsaan yang di adakan oleh Maarif Institute di hotel Sari Pacific Jakarta 07 Februari 2019, Buya Syafii Maarif mengatakan “Bangsa ini adalah milik semua agama, golongan, suku, etnis dan ras” dalam hal ini penulis berpendapat bahwasannya bangsa ini sering kali terbawa arus oleh ilmu tanpa sumber dan tidak dapat mengelola kebenaran dengan baik.

Bahkan, akhir-akhir ini marak dijadikan konsumsi sehari-hari lalu seringkali kepeleset dan memiliki opini intoleran dan radikal yang tinggi. Seperti halnya dalam hasil Survei “Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat bahwa guru beragama Islam di Indonesia memiliki opini Intoleran dan radikal yang tinggi”(cnnindonesia.com 19/10/2018). Semestinya, umat Islam harus mampu memberikan harapan, karena sejatinya Islam adalah agama yang mempunyai optimisme dan memberikan harapan.

Pancasila adalah Cross (Kesimpulan)

Islam jangan hanya mengawang di langit namun Islam harus turun ke bumi. Dalam kacamata Sejarah, Amin Abdulah mengatakan “Pancasila itu adalah Cross (kesimpulan) hasil dari pertemuan-pertemuan Pancasila = Javanese, Muslim Western dan Oriental.

Soekarno pada saat merumuskan Pancasila pada saat itu ia hanya menyimpulkan pendapat dari beberapa tokoh yang menghadiri perumusan tersebut, peran Soekarno menyimpulkan dan di jadikan satu kesatuan tidak hanya untuk satu agama dan satu ras melainkan dijadikan satu untuk persatuan Indonesia.

Karena Pancasila pun tidak bisa diklaim oleh satu golongan meskipun Islam memiliki berbagai organisasi dan itu tidak bisa di klaim oleh Nadlhatul Ulama dan Muhammadiyah saja, karena pada saat itu ada Al-Khoirots dan Al-Wasliyah dan yang lainnya.

Menjadi Mayoritas yang meneduhkan

Mayoritas yang meneduhkan adalah kalangan mayoritas yang melek literasi dan pandai membaca peta sejarah dan paham tentang hidup beragama dalam keberagaman. Dalam sebuah masyarakat yang belum dewasa secara psiko-emosional, perbedaan terlalu sering dianggap sebagai permusuhan. Padahal, kekuatan yang pernah melahirkan peradaban-peradaban besar justru didorong oleh perbedaan pandangan dalam melihat sesuatu.

Dalam pemikiran Islam kontemporer ini terbagi dua, menurut Abou Ei Fadl, kita tinggal memilih kita mau menjadi masyarakat Islam yang mana terdiri dari dua kategori: Islam Puritan dan Islam Modern. Kelompok puritan adalah menganut kebenaran paham tunggal, monolitik dan tidak ada tempat kultur toleransi di dalamnya.

Kelompok modern, yang biasa juga disebut moderat, sekalipun yakin akan kebenaran agamanya, mereka cukup berlapang dada dan untuk membiarkan pihak lain mempunyai klaim kebenaran pula, tanpa berminat untuk mengintervensinya. Akhirnya, mari menjadi mayoritas yang meneduhkan, melindungi, dan memberikan kenyaman dan hidup berdampingan tanpa menyakiti atau mengintimidasi kalangan minoritas.   

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Religion in Academic Study; An Introduction

"Religion" in relation to ritual practice became an item in an inventory of cultural topics that could be presented either ethnographically in terms of...

Optimisme di Tengah Ketidakbersatuan ASEAN

Optimisme ASEAN yang memasuki usia 53 tahun pada 8 Agustus lalu harus dihadapkan pada kenyataan pahit dan diliputi keprihatinan. Negara-negara anggota ASEAN dipaksa atau...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Konflik Yaman dan Kesepakatan Damai Israel-UEA

Kesepakatan damai Israel-UEA (Uni Emirat Arab), disusul Bahrain dan kemungkinan negara Arab lainnya, menandai babak baru geopolitik Timur Tengah. Sejauh ini, pihak yang paling...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.