Minggu, Februari 28, 2021

Catatan dari Harvard, Harapan Siswa Labschool Jakarta

Mahfud MD, Sosok yang Konsisten Melawan Korupsi

Jakob Sumardjo pernah menulis di kompas (9/5/2014): “korupsi adalah penggerogotan material negara, sama berbahayanya dengan penggerogotan ideologi negara …Kaum koruptor benar-benar tidak memiliki rasa...

Upah “Tempoe Doeloe” & Upah “Jaman Now”

Sejak manusia lahir memang sudah membawa permasalah ekonomi, yaitu dari biaya perawatan intensif, membutuhkan makan dan pakaian, bahkan tidak tanggung-tanggung bisa lebih mahal dibandingkan...

Identifikasi Fantasmatik Pendukung Capres/Cawapres

Muhammad Zainul Madji atau yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) membuat pernyataan mendukung pemerintahan Jokowi dua periode. Ia digadang-gadangkan mampu menjadi salah...

Kepentingan Publik dalam Transportasi Umum

Masyarakat Jogja yang sering melewati beberapa titik pemberhentian bus seperti di wilayah Janti dan  terminal besar Giwangan pasti akan melihat spanduk-spanduk yang menuliskan “Ojek...
Satriwan Salim
Penulis adalah guru di SMA Labschool Jakarta. Organisasi: Saat ini sebagai Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G); Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia/FSGI (2017-2020); Plt. Ketua Umum Serikat Guru Indonesia/SEGI Jakarta (2017-2020); Pengurus Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI); dan Wakil Ketua Umum Asosiasi Guru PPKn Indonesia/AGPPKnI (2019-2024). Karya Buku: 1. Judul: Guru Menggugat! (Penerbit Indie Publishing, 2013) 2. Judul: Guru untuk Republik, Refleksi Kritis tentang Isu-isu Pendidikan, Kebangsaan dan Kewarganegaraan (Penerbit Indie Publishing, 2017)

Sebanyak 10 (sepuluh) orang siswa SMA Labschool Jakarta, berkesempatan mengunjungi kampus tertua dan ternama di Amerika Serikat, yakni Universitas Harvard di Boston, negara bagian Massachusetts pada Kamis 25 Januari 2018 waktu setempat.

Kesempatan yang sangat langka dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para siswa yang dibimbing oleh guru Suparno Sastro, Rinawati Sudarman, dan penulis sendiri. Para siswa diterima oleh pihak Universitas Harvard, bersama rombongan pengunjung dari negara lain seperti Cina, India dan beberapa negara Eropa.

Kesempatan kunjungan edukasi seperti ini memang rutin diberikan oleh pihak Harvard untuk umum. Memberikan kesempatan kepada pelajar dunia, agar mengetahui lebih dalam tentang Harvard, dan tentunya suatu saat akan memiliki kesempatan berkuliah di kampus paling bergengsi dunia ini.

Sebagai kampus yang dinilai dan diakui dunia sebagai universitas terbaik, tidak hanya di Amerika tetapi juga tingkat dunia, mimpi untuk berkuliah di sini tentu menjadi harapan banyak anak dan pelajar, khususnya dari Indonesia.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang siswi Ayudya Amelia Putri, “Saya sangat senang berkunjung ke Universitas Harvard, di sini saya mendapatkan kesempatan mendengarkan seminar dan paparan mendalam tentang Harvard. Saya dan teman-teman dijelaskan tentang bagaimana cara mendaftarkan diri untuk kuliah di sini. Saya juga mengikuti tur keliling kampus. Kami mengunjungi semua fakultas di Harvard, lalu science centre dan juga ke perpustakaan yang modern. Tur diakhiri dengan berfoto bersama di bawah patung John Harvard yang melegenda, sambil saya memegang kakinya. Saya berharap suatu saat bisa kembali ke sini sebagai mahasiswa.”

Hal yang hampir sama juga diungkapkan oleh siswa lainnya, Akbari Jaka Utama. Siswa kelas XI IPS ini mengatakan bahwa, “Saya sangat senang bisa berkunjung ke salah satu kampus terbaik di dunia. Walaupun harus menghadapi rintangan yang sulit karena suhu udara yang sangat dingin, bahkan beberapa minus. Saya tercengang wah gitu, karena kampusnya bagus banget dan vibes-nya itu beda banget sama kampus-kampus di Indonesia. Pas saya lihat mahasiswanya belajar, saya terinspirasi aja untuk lebih giat belajar lagi, menggapai cita-cita. Mana tau suatu hari saya bisa kuliah di sini.

Pada tahun ini, 10 orang siswa beruntung karena juga berkesempatan mengunjungi kampus terbaik dunia lainnya yang merupakan tetangga Harvard, yakni MIT (Massachusetts Institute of Technology). Baik Harvard maupun MIT sama-sama terletak di kota Boston, Amerika Serikat. MIT adalah kampus yang menurut The QS World University Rankings® 2018 sebagai universitas dengan ranking terbaik dunia.

Bagi siswa bernama Rainamira Azzahra hal yang unik ketika berkunjung ke MIT hari ini adalah, “Para siswa SMA Labschool Jakarta ditunjukkan oleh pihak kampus, ruangan bawah tanah yang digunakan untuk menunjang pembelajaran, khususnya laboratorium. Ini dimaksudkan jika terjadi keadaan darurat atau suhu yang sangat esktrem, pembelajaran bisa dilakukan di ruangan ini.” Baginya fasilitas yang ada di MIT jauh berbeda dari kampus-kampus di tanah air. “Tapi dengan kunjungan ini, saya akan belajar lebih keras lagi agar nantinya bisa melanjutkan studi di MIT.” Ungkap siswi yang akrab disapa Raina ini.

Pengalaman unik, mengingat jarak yang sangat jauh antara Indonesia dan Amerika Serikat, di kampus yang paling bagus di dunia ini, mampu menginspirasi 10 orang siswa SMA Labschool Jakarta. Dua kampus terbaik dunia ini telah menghasilkan ratusan ribu alumni. Nama beken seperti Kofi Anan (mantan Sekjen PBB) adalah diantara alumni MIT. Begitu pula Harvard menghasilkan alumni seperti Barack Obama (mantan Presiden Amerika Serikat), Mark Zuckerberg (pendiri facebook) dan orang terkaya di dunia, Bill Gates.

Setidaknya melalui pengalaman berkunjung dan belajar langsung di dua universitas terbaik dunia ini, dapat memberikan inspirasi sekaligus motivasi berprestasi bagi para siswa SMA Labschool Jakarta. Peluang emas bisa mengunjungi dan melihat langsung bagaimana centre of excellence bernama Harvard dan MIT beraktivitas dalam budaya akademiknya yang sangat tinggi.

Hal itu menjadi titik pangkal agar para siswa Indonesia mampu membangun mimpi, mengejar dan mewujudkannya. Jika bangsa lain pun bisa berkuliah di sana, pasti bangsa kita pun bisa!! Itulah mengapa 10 orang siswa SMA Labschool Jakarta jauh-jauh terbang dari Jakarta selama kurang lebih 24 jam ke Amerika Serikat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMA Labschool Jakarta, Suparno Sastro yang ikut dalam rombongan.

Demikian catatan penulis langsung dari Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.

Satriwan Salim
Penulis adalah guru di SMA Labschool Jakarta. Organisasi: Saat ini sebagai Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G); Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia/FSGI (2017-2020); Plt. Ketua Umum Serikat Guru Indonesia/SEGI Jakarta (2017-2020); Pengurus Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI); dan Wakil Ketua Umum Asosiasi Guru PPKn Indonesia/AGPPKnI (2019-2024). Karya Buku: 1. Judul: Guru Menggugat! (Penerbit Indie Publishing, 2013) 2. Judul: Guru untuk Republik, Refleksi Kritis tentang Isu-isu Pendidikan, Kebangsaan dan Kewarganegaraan (Penerbit Indie Publishing, 2017)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.