in

Cara Elit DPP Golkar Menghancurkan Jawa Barat


Masih ingat apa yang di katakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Ma’arif Kiai Sofyan Yahya kepada Kang Dedi Mulyadi?

Saya ingatkan, ‘Dedi Mulyadi merupakan Rujukan masyarakat kesundaan, dia paham bagaimana caranya menyelesaikan persoalan yang terjadi di Jawa Barat’ 

Simpulnya seperti itu yang dikatakan oleh Kiai Sofyan Yahya yang saya kutif dari Media (Pikiran Rakyat)

Kecintaan masyarakat kepada Dedi Mulyadi bukan hanya sebatas wacana maupun cerita. Bisa di buktikan bagaimana masyarakat begitu kecewa dengan perlakuan yang di lakukan oleh Ketua DPP Partai Golkar, Setya Novanto saat Partai Golkar yang merupakan tempat bernaungnya Dedi Mulyadi memutuskan Calon Gubernur lain.

Walaupun pernyataan surat tersebut dibantah oleh Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Masyarakat umum, Kader Golkar di Jawa Barat, Relawan maupun simpatisan serta yang lainnya begitu kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pimpinan Dedi Mulyadi di Partai Golkar.

Dari mulai hari Jum’at kemarin, tidak henti-hentinya bentuk perlawanan terus di lakukan kepada DPP Partai Golkar.

Di media sosial kita bisa milihat bagaimana tagar #KamiBersamaDediMulyadi maupun #SavePartaiGolkar terus bertebaran menghiasi Time Line

Bagi mereka, melawan dan memperjuangkan Dedi Mulyadi merupakan sebuah kehormatan dan sebuah kebanggan.

Bagaimana tidak, diantara calon Gubernur lain saat ini bermunculan, tidak ada yang seperti Dedi Mulyadi. Baik secara visi, karakter, keberpihakan kepada rakyat dan juga kerja kerasnya Dedi Mulyadi dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih baik.

Baca Juga :   Dari Berhijrah Hingga Budaya

Di media online, para pengamat banyak yang tidak setuju dengan perlakuan yang dilakukan oleh Partai Golkar, mereka menganggap perlakuan tersebut jelas membuat kehancuran dan keretakan di tubuh partai Golkar.

Para kader Golkar di Jawa Barat yang berasal dari DPD kabupaten/kota juga melakukan Protes hebat, mereka mengibarkan bendera setengah tiang atas perlakuan tersebut.

Protes para kader golkar tersebut tidak sampai disitu saja, berdasarkan informasi yang saya baca di Media Online, mereka bersiap mendatangi DPP Partai Golkar dalam waktu dekat ini untuk mempertanyakan sikap golkar kepada Dedi Mulyadi.

Kejadian di Majalengka mungkin bisa dikatakan kejadian yang paling Parno, kelompok simpatisan dan Kader Golkar menyegel Sekretariat DPD tersebut.


Sedangkan di Kabupaten Bandung, para kader Partai Golkar mengembalikan kembali Kartu Tanda Anggota (KTA) karena kecewa terhadap DPP. Bahkan, mereka siap mundur apabila DPP tetap tidak mengusung Dedi Mulyadi

Sementara Pengurus DPD Golkar Jawa Barat sebagai pihak yang di rugikan dengan surat bodong tersebut jelas tidak tinggal diam, mereka melaporkan Surat Bodong tersebut ke pihak kepolisian untuk segera mengusut pelakunya.

Perlakuan yang dilakuan oleh DPP Golkar terhadap Dedi Mulyadi jelas semakin menguatkan akar rumput di daerah. Jargon Partai Golkar Jawa Barat ‘Golkar Ngahiji’ ternyata memang bukan jargon biasa. Melainkan jargon yang melambangkan spirit kekompakan dan kebersamaan untuk memperjuangkan Dedi Mulyadi serta membangun Jawa Barat kearah yang lebih nyata.

Baca Juga :   Dedi Mulyadi di Tengah Isu SARA

Pahitnya, apabila Golkar tidak mengusung Dedi Mulyadi, Partai Golkarlah sebenarnya yang paling besar di rugikan. Selain pecahnya partai tersebut, mimpi untuk memenangkan Pilgub juga akan semakin menjauh dari kenyataan.

Apalagi, PDIP dan Golkar Jawa Barat sudah menyatakan sepakat (Berkoalosi) di 16 Pilkada Kabupaten dan Kota serta Pilgub Jabar yang di gelar secara serentak. Koalisi tersebut bisa berantakan karena PDIP dan Hanura telah menutup pintu dengan Calon Gubernur yang tertera di Surat Bodong itu.

Sedangkan bagi Dedi Mulyadi sebagai pihak yang di ‘Dzolimi’ oleh Pimpinan DPP Golkar apabila tidak di calonkan, maka berdasarkan Informasi yang beredar di media berdasarkan analisis pengamat, Dedi telah di sambut oleh Poros PDIP-Hanura dan Poros baru PPP-PAN-Demokrat yang secara kebetulan belum mempunyai Calon Gubernur yang akan di usung.

Kenapa Dedi Mulyadi Harus di Dzolimi?

Dedi Mulyadi telah berhasil merubah wajah Partai Golkar di Jawa Barat, ia juga dikenal sebagai orang yang tidak mau tunduk kepada siapapun, apalagi tunduk kepada golongan pemilik modal.

Selanjutnya, kecerdasaan Dedi Mulyadi melebihi jamannya sekarang ini. Bisa di bayangkan apabila Dedi Berhasil menjadi Gubernur Jawa Barat, bukan tidak mungkin Dedi Mulyadi akan mempin Golkar di masa mendatang.

Dengan Menjadi Ketua umum Partai Golkar, jelas Dedi Mulyadi bisa dengan mudah untuk mengendalikan Partai tersebut. Hal ini pastinya menjadi ancaman di tubuh Partai Gqolkar, karena akan banyak yang terusik dengan berkibarnya Dedi Mulyadi.

Baca Juga :   'Saya Memilih Pemimpin Yang Sering di Fitnah'

Yang terakhir tentang kedekatan dan Cairnya hubungan masyarakat kepada Dedi Mulyadi. Seperti yang dilakukannya di Purwakarta, hubungan Dedi Mulyadi dan keberpihakannya kepada rakyat sangat tinggi.

Kepentingan rakyat maupun kebutuhan rakyat adalah yang paling utama baginya. Maka ketika seorang pemimpin yang lebih mengutamakan rakyatnya dianggap membahayakan.

Bisa di buka kembali buku sejarah bagaimana Soekarno di asingkan maupun saat Soekarno lengser dari Presiden karena keberpihakannya yang sangat besar terhadap rakyatnya.

Jadi bisa dimengarti kenapa DPP Partai Golkar dan segelintir orang ingin menjegal Dedi Mulyadi.

Dalam peperangan politik, mungkin anggapan mereka dengan menjegal dan menggagalkan ‘Dangiang Ki Sunda’ dari pesta Demokrasi lima tahunan tersebut, mereka bisa menguasai semua gerbong yang ada didalamnya.

Itu salah besar, karena dengan menjegal dan menggagalkan ‘Dangiang Ki Sunda’ untuk menjadi calon Gubernur, mereka akan berhadapan dengan berbagai lapisan masyarakat Jawa Barat dengan peperangan yang sangat panjang dan melelahkan.

Kenapa bisa begitu? Baca kembali bagaimana kehebatan, kesolidan pasukan siliwangi dalam mempertahankan tanah air, kehormatan dan kewibawaanya.

Mohon maaf bukan bermaksud untuk membuka luka yang telah sembuh. Tetapi bagi masyarakat Jawa Barat, ‘Tragedi Bubat’ telah mengajarkan bagaimana caranya menjaga kewibawaan dan kehormatan.

Ingat pepatah ini ‘ Tong Wawanianan ka Urang Jawa Barat. Urang Jawa Barat mah Hiji Oge Maung’


Written by Aming_Soedrajat

Pegiat Media Sosial

Tinggalkan Balasan

Loading…

TINGGALKAN KOMENTAR