Banner Uhamka
Sabtu, September 26, 2020
Banner Uhamka

Capres 2024: Anies atau Prabowo?

Facebook sebagai Media Literasi

Sebentar lagi kita memperingati Hari Aksara Internasional ke-53. Yang jatuh pada tanggal 8 September 2017. Persoalan aksara dalam hal ini budaya baca-tulis seakan tak...

Desa Masih Gagap Lindungi Warga Pekerja Migran

Begitu banyak desa yang memiliki warganya sebagai pekerja migran, namun masih lemah dalam melindungi warganya. Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang biasa disebut...

Ramuan Pencegahan Kekerasaan Seksual

Bagi masyarakat awam, pada umumnya kekerasan seksual diidentikkan dengan pemerkosaan. Seiring dengan perkembangan zaman bentuk kekerasaan seksual  beraneka ragam. Terhitung sejak tahun 2008-2013 ada...

Menitipkan NKRI Kepada Santri

MENITIPKAN NKRI KEPADA SANTRIOleh: Rosidi Bahri, Santri Asli SumenepKunjungan Presiden Joko Widodo ke berbagai Pondok Pesantren di Indonesia yang dikemas dengan beragam acara, membuktikan...
Muhammad Rafiq
Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako | Peminat politik hukum

Beberapa lembaga survei di awal 2020 berlomba-lomba mengeluarkan hasil survei Pilpres 2024 tentang siapa nama-nama yang bakal maju sebagai capres. Nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan digadang-gadang menjadi kandidat terkuat.

Setidaknya ada tiga lembaga survei yang mengeluarkan hasil survei capres 2024, yakni Indo Barometer, Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Politika Research and Consulting (PRC), serta Media Survei Nasional (Median). Ketiga lembaga itu menempatkan sosok Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan masuk dalam radar capres 2024.

Indo Barometer misalnya, menyatakan Prabowo paling teratas dengan elektabilitas 22,5 persen disusul Anies 14,3 persen. Kemudian survei PPI dan PRC, Prabowo berada di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas 17,3 persen.

Survei yang dilaksanakan sejak awal Februari 2020 dengan tingkat kepercayaan 95 persen, menempatkan Prabowo Subianto berada di atas angina dari Sandiaga Uno. Sedangkan nama Anies Baswedan terhempas jauh selisihnya dengan Prabowo.

Sedangkan, dari hasil survei Median  menyebut Anies Baswedan dan Prabowo Subianto menjadi dua tokoh favorit untuk maju di Pilpres 2024. Dari hasil survei itu, Prabowo meraup 18,8 persen suara, sementara Anies Baswedan dengan 15,8 persen.

Kalangan pengamat, politisi hingga akademisi menilai ketiga hasil survei itu masih terlalu dini. Meski temuannya untuk mengantisipasi dinamika politik menjelang Pilpres 20204. Di sisi lain, ada upaya branding untuk mendongkrak popularitas dua nama itu.

Bahkan pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai ada upaya mempromosikan dan menjegal nama-nama tersebut. Tapi itu hal biasa dalam politik, segala sesuatu biasa saja berubah, bisa saja bertahan sampai waktunya tiba.

Meski begitu, sepasang mata kita tertuju kepada dua nama itu. Saat ini mereka digadang-gadang sebagai kandidat capres 2024. Sosok Anies Baswedan terus menjadi bahan pembicaraan saat kasus lem aibon hingga masalah banjir. Lalu Prabowo Subianto mendapat standing aplous karena kiprahnya memimpin kursi Menteri Pertahanan RI.

Masalah banjir membuat nama Anies Baswedan dicap tidak mampu mengurusi satu masalah itu. Segudang komentar dilayangkan dengan sedikit ‘bumbu’ politik, bahwa figur yang satu ini tidak cocok menjadi capres. Ini alasan sederhana merubah opini public dan kini masalah banjir menjadi mainan politisi.

Sedangkan sosok Prabowo Subianto sempat mendapat komentar miring saat dirinya tidak menjawab pertanyaan para anggota DPR RI soal anggaran pertahanan, upaya China merebut Pulau Natuna hingga komitmennya sebagai menteri pertahanan. Namun komentar itu tidak meruntuhkan elektabilitas sebagai menteri turun.

Meskipun dua sosok itu terus diterjang badai, namun yang pasti masih menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Tidak menutup kemungkinan jelang kontestasi politik Pilpres, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto menjadi kandidat Capres.

Mengenai analisis itu, ada baiknya kita menyimak hasil survey Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research. Survei itu mempredksi PDIP kembali unggul di pemilihan legislatif. Terbukti hasil pemilu 2019 PDIP meraih elektabilitas 28,7 persen.

Sedangkan Gerindra membayangi dengan elektabilitas 14,3 persen. Lalu diikuti tiga parpol lainnya, yakni Golkar dengan persentase 9,4 persen, PKS 6,2 persen, dan PKB 5,1 persen.  Sementara untuk suara Demokrat diperkirakan sebesar 3,5 persen, disusul PPP (3,0 persen), Nasdem (2,6 persen), dan PSI (2,5 persen).

Jangan dilupa, PSI mengalami peningkatan elektabilitas jika dibandingkan perolehan suara pada Pileg 2019 lalu yang hanya meraih 1,89 persen. Meskipun tidak memiliki kursi di senayan, namun berhasil menguasai satu fraksi di DPRD DKI Jakarta.

Menarik dari ulasan itu, Gerindra perlu koalisi dengan PDIP jika ingin memenangkan Pilpres 2024. Entah nama yang muncul adalah Anies Baswedan atau Prabowo Subianto, namun yang pasti hanya ada satu nama. Wakilnya terserah siapa saja, mungkin Puan Maharani.

Wacana itu bisa saja terjadi mengingat Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon berharap perjanjian batu tulis PDIP dengan Gerindra dapat diwujudkan pada 2024. Perjanjian yang dibuat 2009 itu, salah satunya berisi PDIP akan mengusung Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di 2014.

Penggabungan kekuatan Gerindra dan PDIP itu sudah cukup kuat.  Selain itu, mungkin saja menambah koalisinya dengan PKS. Mengingat, PKS memiliki pemilih yang solid dan terorganisir.

Penjelasan Sekjend DPP Gerindra Ahmad Muzani tentang Prabowo Subianto yang bergabung dalam kabinet Jokowi bukan tanpa alasan. Salah satu visi saat kampanye Pilpres 2019, dicicil satu persatu. Salah satu misinya adalah soal pertahanan Negara.

Setelah misi itu dijalankan, ada kemungkinan menjajaki misi lainnya. Itu bisa terjadi mengingat Prabowo Subianto mendapat kepercayaan publik melalui jabatannya sebagai Menteri Pertahanan RI.

Di sisi lain, Anies Baswedan bisa jadi mendapat restu dari Gerindra untuk maju Capres. Hasil Lembaga Survei Median mengatakan mayoritas publik yang suka Aksi 212 memilih Gubernur Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Optimisme juga datang dari Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) yang mendukung Anies Baswedan sebagai capres. Meskipun pada akhirnya pada deklarasi.

Selain itu, Nasdem juga mengutarakan dukungan Anies Baswedan sebagai capres 2024. Walaupun mendapat cibiran dari Gerindra, namun yang pasti sudah memberikan efek magic bagi Anies Baswedan.

Pada akhirnya, entah Prabowo dan Anis berpasangan atau saling berlawanan, Pilpres 2024 menjadi panggung mereka. Sederet nama-nama yang masuk dalam radar lembaga survei, seperti AHY, Ganjar Pranowo, Trismaharani dan Ridwal Kamil, dimungkinkan hanya terpasang sebagai wakil presiden. Elektabilitas mereka belum mampu melampaui Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Muhammad Rafiq
Alumni Fakultas Hukum Universitas Tadulako | Peminat politik hukum
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Seharusnya Perempuan Merdeka Sejak Usia Dini

Gender memberikan dampak yang berarti sepanjang jalan kehidupan seorang manusia. Tetapi karena diskriminasi atas dasar jenis kelamin dalam awal kehidupan, konsep kesetaraan bahkan pengetahuannya...

Disleksia Informasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi yang sudah tak terbendung bukan hal yang tabu bagi semua orang saat ini. Penerimaan informasi dari segala sumber mudah didapatkan melalui berbagai...

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.