Minggu, April 11, 2021

Cadar dan Sederet Arogansi Kampus

Sepi dan Tekanan Hidup

Bagi Alexandra, pekerjaannya sebagai Relationship Manager di Border Bank, salah satu bank multinasional di Jakarta sudah sangat menjanjikan kehidupan yang baik. Gaji yang besar,...

Perkembangan Sharing Economy dan Tantangan Pertumbuhan Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan kepadatan penduduk peringkat empat di dunia setelah Amerika Serikat dengan jumlah penduduk sebanyak  261 juta jiwa. Potensi...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

Nasib Korban Tanpa Perisai di Bumi Pertiwi

Jamila adalah tokoh utama dalam naskah Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet. Jamila terlahir dari keluarga miskin yang didaerahnya menjual anak perempuan untuk...
Ahmad Fahrizal Aziz
Blogger. Pegiat Literasi. Ketua Paguyuban Srengenge

Kasus pelarangan cadar yang diberlakukan di UIN Sunan Kalijaga menjadi perbincangan luas. Bahkan rektor sendiri yang pasang badan menjelaskan alasan demi alasan, termasuk dari segi fiqiyah, HAM, sampai otonomi kampus tersebut dalam memberlakukan aturan internalnya. Apakah pelarangan atas cadar ini cukup esensial?

Sederet larangan, bahkan di beberapa kampus, juga sudah banyak dilakukan, meski bukan soal cadar. Misalkan, larangan menggunakan kaos oblong ketika perkuliahan, larangan menggunakan sendal di kelas, rambut gondrong, dan larangan-larangan lain yang mungkin tidak begitu substansial jika direnungkan.

Semisal, apa korelasi rambut gondrong dan pendek terhadap keilmuan seseorang, atau kemampuannya menyerap materi perkuliahan? Apa korelasi pakai sepatu atau sendal, terhadap prestasi belajar? Setiap kampus menerapkan aturan tersebut, kadang hanya memperhatikan unsur kerapian, formalitas, dan pada satu sisi agar menjadi pembeda antara mahasiswa dengan yang lain.

Padahal itu hak setiap orang, selama tidak menganggu. Misalkan ke kampus harus menggunakan kemeja ber-krah, yang tidak menaati tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan, atau mungkin mendapatkan nilai yang kurang baik, karena dosen punya dasar penilaian dalam aspek kerapian.

Sebenarnya hak setiap perempuan juga, untuk menggunakan cadar atau masker. Misalkan karena dia sedang flu dan batuk, atau sedang kurang sehat karena penyakit tertentu, maka selalu mengenakan masker mulut. Soal cadar, mungkin bukan sekedar aturan yang khusus mempertimbangkan aspek kerapian berbusana, mungkin ada aspek yang lebih besar, terutama aspek ideologis.

Memang akan banyak yang protes, jika pelarangan tersebut terkait hal-hal yang preferensial, dan bukan terkait pelanggaran hukum. Bercadar adalah preferensi setiap perempuan, terutama muslimah. Sekalipun kita tidak sepakat dengan tafsir penggunaan cadar, namun bagaimana kita bisa memaksa orang lain agar mengikuti pendapat kita? Sementara kita tidak memiliki otoritas?

Pada aspek ini, kita tentu akan sepakat, bahwa rektor selaku pemimpin tertinggi kampus sedang menggunakan otoritasnya untuk menerapkan aturan ini. Termasuk aturan lain tentang kewajiban berjilbab bagi mahasiswi, juga aturan syarat agama tertentu agar bisa kuliah di kampus tersebut. Padahal itu kampus negeri, yang didanai oleh APBN, yang mana salah satu sumber APBN adalah pajak dari rakyat yang bermacam agama.

Jika larangan atas cadar ini menjadi perbincangan luas, maka larangan lain termasuk kewajiban lain juga harus dipertanyakan, yang barangkali lebih esensial. Pada satu sisi kita menghargai otoritas pemimpin kampus. UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu kampus Islam tertua di Indonesia, mungkin ingin mengambil jalan ekstrem untuk menguatkan basis keilmuan dan ideologinya, dan berupaya melakukan “pembersihan” benih-benih ekstremisme melalui aturan tersebut.

Karena jalan itu yang diambil, maka akan menjadi perbincangan luas. Baik yang bercadar atau tidak bercadar, semuanya ikut mengkritik dan membela hak perempuan bercadar. Namun otoritas kampus juga menjadi satu hal yang dipertimbangkan, sebab itu juga bagian dari hak menentukan aturan.

Ahmad Fahrizal Aziz
Blogger. Pegiat Literasi. Ketua Paguyuban Srengenge
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

Barter Fatwa, Bolehkah?

Saya tersentak atas pemberitaan media yang mensinyalemen adanya barter fatwa. Barter fatwa yang dimaksud adalah menukar fatwa halal dengan jabatan komisaris sebuah BUMN. Majalah Tempo...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.