Selasa, Maret 2, 2021

Bunda, Jangan Salah Kaprah Tentang Pendidikan Anak

Perempuan dalam Belenggu Bahasa

Seperti yang telah kita semua ketahui, bahasa ialah instrumen penting dalam berkomunikasi. Bahasa juga merupakan bagian atau unsur dari sebuah kebudayaan. Bisa dibilang, bahasa...

Memaknai Kesedihan dan Hoaks dalam Musibah Lion Air JT 610

Isak tangis kesedihan menyelimuti langit Indonesia. Pesawat komersial milik maskapai penerbangan Lior Air jenis JT 610, rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Teluk Karawang, Senin...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Quo Vadis Pancasila: Menyoal Polemik RUU HIP

Pancasila adalah dasar ilmu atau sumber ilmu yang harus digali baik secara epistemologi, ontologi maupun pembahasan aksiologinya. Sejarah Pancasila tertuang di dalam Rancangan Undang-Undang...
Fikri Abdillahhttp://fikriabdillahblog.wordpress.com
Education Technology and Management Enthusiast

Pendidikan anak menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi sebuah keluarga di zaman sekarang. Keluarga yang biasanya memutuskan untuk memiliki 2 anak ini, secara positif menjadikan pendidikan anak sebagai salah satu yang wajib untuk dipersiapkan. Tak sedikit dari mereka yang menyediakan biaya besar demi pendidikan buah hatinya.

Keterbukaan fikiran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, rupanya menjadikan sekolah-sekolah saling berlomba untuk memperbaiki diri dan mengembangkan sarana prasarananya. Tak lupa pula strategi marketing pun dibuat sedemikian rupa agar sesuai dengan visi sekolah dan keadaan pasar. Contohnya, jauh dari zaman ini, kita tahu bahwa pesantren pernah menjadi primadona bagi dunia pendidikan. Beberapa tahun lalu, ramai sekali sekolah berlabel Internasional didirikan dan di waktu yang hampir bersamaan pula tak sedikit sekolah berlabel Islam Terpadu bermunculan. Dikutip dari ISC Research, Sekolah Internasional di Indonesia mencapai 192 sekolah, jumlah tersebut adalah yang terbanyak di Asia Tenggara dan peringkat ke-10 di dunia.

Fasilitas eksklusif dan dibarengi dengan kurikulum yang sesuai visi serta selera pasar pun menjadi hal yang dijual oleh sekolah. Banyaknya pilihan sekolah yang menjual eksklusifitas saat ini, membuat para orang tua menjadikan sekolah secara utuh sebagai wadah belajar anak yang sempurna. Banyak orang tua yang menaruh harapan besar terhadap anak dan sekolah ketika mereka mendaftarkan anaknya tersebut. Sebaliknya pun banyak sekolah yang ingin menerima anak secara instan dengan diselenggarakannya ujian seleksi masuk bagi Sekolah Dasar. Hal ini jelas membuat bergesernya tujuan pendidikan itu sendiri. Hubungan dunia pendidikan tak lagi terjalin komunikasi segitiga yang baik antara anak, orang tua dan guru, namun sudah seperti hubungan antara produsen dan konsumen.

Harapan besar orang tua terkadang membuat tekanan terhadap anaknya sendiri dan guru sebagai orang yang disebut bertanggung jawab besar atas perkembangan pendidikan anaknya. Tak sedikit dari mereka yang akan marah ketika anaknya mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan, bahkan jika justru anaknya yang salah. Orang tua seakan tak peduli akan proses pembelajaran anak, tapi yang mereka pedulikan adalah hasil pembelajaran anaknya, hasil itu pun sayangnya terukur hanya sebatas angka, bukan value. Orang tua akan senang jika anaknya pandai dalam pelajaran dan mendapatkan nilai bagus, sebaliknya mereka akan kebakaran jenggot jika anaknya tak faham bahkan dalam hanya salah satu materi pelajaran. Parahnya, orang tua pun menuntut tingkah laku anak terhadap sekolah, mereka akan menanyakan kepada gurunya jika anaknya berbuat kenakalan di rumahnya.

Lucu memang, seakan orang tua sudah lupa bahwa pendidikan diawali justru dari rumah. Bahkan guru utama seorang anak adalah orang tuanya sendiri. Namun, lagi lagi biaya mahal menjadi alasan yang cukup untuk orang tua membebankan segalanya terhadap sekolah, termasuk tingkah laku anak. konsumen adalah raja, kurang lebih seperti itulah hukumnya. Guru pun haram hukumnya melakukan kesalahan sekecil apapun di dalam bisnis ini. Dan anak tentu saja menjadi korban ambisi eksklusifitas dunia pendidikan dan orang tua, pendidikan yang menyenangkan dan dunia bermain harus bergeser dengan kewajiban menguasai Bahasa Inggris dan hitungan.

Padahal menurut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Selain itu pula, bertujuan untuk mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.

Pendidikan anak memang sangat penting untuk tumbuh kembangnya, namun jika pendidikan mulai bergeser dan salah kaprah maka justru anak lah yang menjadi korban karena anak merupakan objek dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan selayaknya dijadikan wadah bagi seorang anak untuk berproses dari ketidak fahaman menjadi faham, bukan justru wadah yang instan. Maka perlu adanya pemahaman yang baik tentang bagaimana peran guru, sekolah, anak, dan orang tua. Dan ekslusifitas sekolah selayaknya bukan menjadi bahan untuk jualan saja, namun secara utuh untuk mendukung kegiatan belajar mengajar anak dan guru. Sehingga tercipta lingkungan yang menyenangkan untuk anak belajar sesuai dari tujuan belajar itu sendiri.

Fikri Abdillahhttp://fikriabdillahblog.wordpress.com
Education Technology and Management Enthusiast
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

Kasus Khashoggi Makin Mendunia

Hari ini, 1 Maret 2021, Biden mau umumkan resmi di Washington keterlibatan MBS dalam pembunuhan Kashoggi. Menarik. KAS pasti meradang. Ini konflik pertama, yg sulit...

Jujur Itu Hebat, Artidjo Personifikasi dari Semua Itu

Satu demi satu orang tumbang dibekap covid, penyakit lain atau karena usia. Pagi ini saya kembali dikejutkan oleh berpulangnya Artidjo Alkostar, kawan lama yang...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.